Zakat dengan berbagai macamnya merupakan bagian dari rukun Islam yang lima. Sudah terjadi konsensus di kalangan ulama dalam masalah ini. Apalagi, dengan tegas Allah selalu membersamakan perintah shalat dan zakat. Penegasan ini menunjukkan bahwa zakat memang memiliki nilai urgensi layaknya shalat.

Di antara firman Allah yang berbicara zakat adalah surah al-Baqarah ayat 43 yang berbunyi:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

 “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah; {02}: 43)

Termasuk dari macam-macamnya zakat adalah zakat fitrah. Zakat fitrah ditunaikan pada malam hari raya Idul Fitri sampai selesainya pelaksaan shalat Idul Fitri. Yang seperti ini kebanyakan orang mengetahui. Tetapi, ada saja di antara orang di sekeliling kita yang tidak mengetahui sebagian masalahnya yang lain. Semisal, siapakah sebenarnya yang bertanggung jawab mengeluarkan zakat fitrah? Yang mentradisi di sekitar kita adalah kepala keluarga yang bertanggung jawab, padahal ada ketentuan yang mesti diketahui. Oleh kerena itu, di sini penulis tawarkan buku at-Taqrîrât as-Sadîdah fil-Masâ’il al-Mufîdah sebagai pengantar penjelasan terkait dengan masalah zakat fitrah dan yang terkait.

Ada beberapa nilai unik yang terdapat dalam buku ini. Di antaranya, dalam menyampaikan gagasannya tidak bertele-tele dan to the point. Bahkan, tidak berlebihan kiranya jika penulis memvonis buku ini merupakan semacam skema pembahasan karena saking simpelnya.

Keunikan yang lain dari karya Habib Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim Assegaf tidak pernah melewatkan pembahasan penting ketika membahas suatu tema. Semua apa yang dituangkan dalam bukunya ini selalu merupakan pembahasan yang memang harus diketahui oleh para pembaca, utamanya ketika membahas zakat fitrah.

Tidak hanya itu, buku setebal 565 hal. ini mampu meresume berbagai pendapat dengan bahasa yang mudah serta penyampaian yang sederhana. Oleh sebeb itu, buku ini tidak hanya cocok untuk para pemula saja. Untuk kalangan yang sudah biasa membaca buku yang berjilid-jilid juga cocok dan dapat membantunya dalam merumuskan sebuah masalah.

Namun perlu diketahui, buku yang bertajuk at-Taqrîrât as-Sadîdah fil-Masâ’il al-Mufîdah ini tidak fokus membahas zakat fitrah, melainkan semua pembahasan fikih yang berkaitan dengan ubudiyah juga dikupas-tuntas dalam buku ini. Sedangkan pembahasan zakat fitrah dalam buku ini hanya dimuat dalam 5 halaman, 418-422.

Kendati demikian, porsi pembahasan sesedikit itu bukan berarti kehilangan cakupan pembahasan dalam masalah zakat fitrah, bahkan kajiannya tetap komprehensif. Sebagaimana penulis tegaskan di muka, bahwa buku setebal 565 hal. ini merupakan resume dari kitab klasik yang membahas ubudiyah.

Adapun tataletak dari buku ini ketika membahas zakat fitrah di awali dengan definisi, hukum dan varian hukum waktu menunaikannya, apakah wajib, sunah, mubah, makruh, yang utama atau malah waktu yang diharamkan. Karena bagaimanapun juga, waktu juga memengaruhi hukum zakat itu, meski semuanya tetap sah asalkan memenuhi syarat.

Setelah itu, Habib Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim Assegaf dalam bukunya ini menjelaskan orang yang wajib menunaikan zakat. Kita tidak bisa memungkiri bahwa tidak semua orang yang wajib mengeluarkan zakat secara otomatis dia sendiri yang wajib mengeluarkan, melainkan kadang orang lain yang bertanggung jawab, sebagaimana kasus banyi yang lahir sebelum hari raya Idul Fitri dan terus hidup hingga hari raya Idul Fitri.

Termasuk juga yang dikupas dalam buku at-Taqrîrât as-Sadîdah fil-Masâ’il al-Mufîdah masalah yang berkembang terkait dengan zakat, hanya saja tidak fokus pada permasalahan zakat fitrah. Misalnya yang berkaitan dengan zakat fitrah, ketika ada orang yang tidak mau mengeluarkan zakat fitrah, maka imam menjarahnya dan menunaikan zakat fitrah untuknya. Sedangkan yang melakukan niatnya adalah imam. Bukan orang yang tidak mau mengeluarkan zakat fitrah itu. Kasus zakat seperti ini tetap dinyatakan sah dan cukup untuk orang itu meski tidak diniati olehnya. Selamat membaca!

Peresensi: Achmad sudaisi

Spread the love