Melalui invasi Arab yang dikomando Uqba bin Nafi, seorang jenderal yang melayani Damaskus di bawah bendera Bani Umayyah Islam pertama kali masuk Maroko, tepatnya pada tahun 680 M. Saat itu Islam masih dianggap agama sesat oleh penduduk setempat dan bahkan musuh pengrusak. Seiring berlalunya waktu, Islam pun diterima setelah melalui pendekatan budaya dan adat istiadat, sebagaimana proses mengakarnya Islam di bumi Nusantara.

Kini Maroko merupakan negeri eksotik di ujung barat dunia Islam, sekaligus salah satu negara kerajaan dengan penduduk mayoritas muslim (98,7 %) sedang sisanya Yahudi. Demikian ini karena memang pihak pemerintahnya telah menganut agama Islam dan memiliki royalitas tinggi pada Islam.

Dalam ideologi, penduduk Maroko menganut Asy’ariyah yang lekat dengan budaya setempat. Kenyataan ini telah diungkapkan oleh seorang penyair terkenal Maroko, Abdul Wahid Ibn Asyir yang wafat pada tahun 1040 H dalam gubah syairnya:

فِيْ عَقْدٍ الأَشْعَرِيُّ وَفِقْهٍ مَالِكُ # وَفِيْ طَرِيْقَةٍ الجُنَيْدُ السَّالِكُ

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Raja Muhammad VI selalu berupaya mempertahankan tradisi keagamaan yang berusia ribuan tahun. Aktivitas religius selalu semarak di sana. Aneka ritual tarekat sufi bebas berekspresi yang memang menjadi salah satu tumbuhnya sebagain tarikat.

Tradisi kenduri juga semarak dilakukan di Maroko. Setelah pemendaman mayit, di sana sering membaca tahlil bersama layaknya tradisi di Nusantara. Jika kita buka lembaran historis, ternyata Sunan Ampel berasal dari Maroko. Tidak heran jika antara Maroko dengan Indonesia memiliki kemiripan tradisi.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Uniknya, saat menyajikan makanan untuk para pelayat, baik ketika Kenduri maupun jamuan makan lainnya, Mereka menyajikan menu makanan sebanyak tiga kali dan bahkan bisa lebih. Menu pertama biasanya mereka menyajikan makanan dengan ikan laut sebagai lauk pauk.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail
  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Menu kedua adalah ayam dengan ciri khas mereka yang menggoda lidah untuk mencicipinya.

Sedangkan daging sapi atau kambing sebagai penutup jamuan pada menu ketiga. Yang khas dari mereka, daging kambing atau sapi itu disajikan dengan bentuk utuhan (kambing guling) yang hanya dipotong kepala dan kakinya.

Tradisi tadarus di negeri Islam paling barat ini juga menjadi rutinitas, utamanya pada bulan Ramadhan. Tradisi ini mereka lakukan setelah usai shalat Shubuh dan Maghrib.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail