Nama: H. Zawawi
TTL: Pasuruan, 02 Februari 1944
Alamat: Sidogiri, Kraton, Pasuruan
Ayah: Ahmad Muhammad
Ibu: Husna
Putra-putri: Halimatus Sa’diyah, Muhammad Bilal, Zainab, Syafi’i
Istri: Lilik, Juwairiyah, Sufinatur Rohmah
Pendidikan: Pondok Pesantren Sidogiri
Aktivitas: Muazin Masjid Jami’ Sidogiri
Siapa yang takenal sosok satu ini? Setiap kali mendekati masuknya waktu shalat sosok ini pasti terlihat berjalan dari rumahnya menuju Masjid Jami’ Sidogiri. Meski sudah sepuh, langkahnya masih tegap dan suaranya masih lantang. Siapa sangka bahwa H. Zawawi telah mengumandangkan azan di Masjid Jami’ Sidogiri sejak lebih dari 50 tahun lalu.
AWAL MULA MENJADI MUAZIN
Kisahnya bermula ketika H. Zawawi masih bujang. Kala itu Kiai Sa’doellah Nawawi yang menjabat sebagai Ketua Umum PPS menunjuk langsung Zawawi muda untuk menjadi muazin di Masjid jami’ Sidogiri. Saat ditunjuk H. Zawawi juga diberikan sebuah sertifikat sebagai bukti bahwa beliau benar-benar ditunjuk untuk menjadi muazin oleh Kiai Sa’doellah.
Alasan di balik penunjukan tersebut adalah agar H. Zawawi bisa lebih giat beribadah. H. Zawawi mengisahkan bahwa saat penunjukan itu Kiai Sa’doellah berkata, “Azano nang masjid ben soyo kuat ibadahe.” (Azanlah di masjid biar semakin kuat ibadahnya).
H. Zawawi menjelaskan bahwa orang yang istikamah mengumandangkan azan pasti juga istikamah mengikuti shalat berjamaah. Karena seorang muazin pasti ikut shalat berjamaah bersama imam. Jadi dengan menjadi muazin Kiai Sa’doellah menginginkan agar H. Zawawi bisa lebih rutin mengikuti jamaah di masjid. Penunjukan ini terjadi pada masa kepengasuhan Kiai Kholil Nawawie.
RAHASIA AGAR ISTIKAMAH
Saat ditanya perihal rahasia di balik keistikamahannya, H. Zawawi hanya tersenyum seraya menjawab bahwa semua itu terjadi berkat anugerah dan pertolongan Allah swt. Selanjutnya, H. Zawawi juga menyinggung pentingnya berlatih demi membentuk satu keistikamahan. Seperti yang dulu ia lakukan, dirinya memulai dengan mengumandangkan azan di beberapa waktu shalat saja. Hal itu terus beliau tekuni hingga bisa mengumandangkan azan secara penuh di setiap shalat lima waktu.
MASUK KE APLIKASI ANDROID
Selain terdengar di Masjid Jami’ Sidogiri, kini azan khas H. Zawawi juga dapat didengarkan di aplikasi Digital Falak. H. Zawawi mengisahkan bahwa mulanya hal itu adalah inisiatif dari Mas d. Nawawy Sa’doellah. Tak lama kemudian suara azan beliau direkam dan dimasukkan ke dalam aplikasi tersebut. Lebih lanjut H. Zawawi menjelaskan bahwa tujuan dari hal itu adalah agar alumni atau santri Sidogiri yang berada di luar Sidogiri teringat kembali ke Pondok Pesantren Sidogiri saat mendengarnya.
| BACA JUGA : DP HANGUS DALAM JUAL BELI
H. Zawawi juga menggunakan irama azan yang sangat khas. Perihal itu, H. Zawawi menjelaskan bahwa irama yang biasa digunakan adalah irama yang sesuai dengan pesanan Kiai Hasani Nawawie. H. Zawawi biasa menyebut irama ini sebagai “azan kuburan” karena iramanya datar dan biasa digunakan sebagai irama azan untuk mengazani mayit saat di kuburan.
Sebenarnya H. Zawawi bisa mengumandangkan azan menggunakan irama lain, tapi karena perintah dari Kiai Hasani, hingga saat ini beliau hanya mengumandangkan azan menggunakan irama tersebut.
HIDUP BERKAH DENGAN AZAN
H. Zawawi mengakui bahwa kehidupannya menjadi berkah berkat pengabdiannya sebagai muazin. Ekonominya selalu berkecukupan dan tidak pernah ditimpa kekurangan. Meski secara terang-terangan beliau mengakui bahwa dirinya tidak memiliki pekerjaan khusus selain berkhidmah menjadi muazin. Tidak hanya berkecukupan, sosok H. Zawawi pun sudah melaksanakan ibadah haji dan umrah dan itu buka hanya sekali.
MENUTUTI KEPENGASUHAN 5 PENGASUHAN SIDOGIRI
H. Zawawi menjelaskan bahwa dirinya termasuk penduduk asli Sidogiri. Karena itu masa kecilnya dihabiskan di lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri. Beliau tahu betul, saat beliau kelas 1 Ibtidaiyah, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri adalah Kiai Abd. Adzim bin Oerip. Beliau terus mengikuti regenerasi kepengasuhan yang ada di Pondok Pesantren Sidogiri hingga sekarang.
Terhitung hingga saat ini H. Zawawi telah menututi 5 kepengasuhan di Pondok Pesantren Sidogiri mulai dari kepengasuhan Kiai Abdoel Adzim, KH. Kholil Nawawie, KH. Abdul Alim bin Abdul Djalil, KH A.Nawawi bin Abdul Djalil hingga pengasuh saat ini, KH. Fuad bin Nurhasan. Begitu pun dengan tugas yang diembannya, masih terus ia emban hingga saat ini.
AKAN TETAP AZAN HINGGA AKHIR
Ketika ditanya, H. Zawawi menuturkan bahwa sedikitpun tidak pernah ada keinginan untuk berhenti mengumandangkan azan. Selama dirinya masih mampu, ia akan terus mengumandangkan azan. Karena azan adalah ibadah. Bagaimana mungkin ia mau berhenti beribadah.
Terkait kendala-kendala saat mengusahakan keistikamahan dalam menjadi muazin, H. Zawawi menjelaskan bahwa hal tersebut tetap ada, seperti rasa malas, lelah dan lain sebagainya. Namun menurut H. Zawawi justru perasaan tersebut harus dilawan. Karena dengan melawan perasaan tersebut dirinya akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda; pahala mengumandangkan azan, serta pahala melawan hawa nafsu. Jadi, tidak ada istilah mengalah pada hawa nafsu.
Kini, sosok yang memiliki nama lain H. Nafi’ ini semakin sepuh. Semoga Allah senantiasa memberikannya kesehatan dan kekuatan untuk terus menjalankan pengabdiannya. Aamiin.




