Sebagai agama, sebagaimana diterangkan di tulisan Tips Pesantren bagian kesatu bulan lalu, Islam adalah agama yang relevan dengan tatanan kehidupan, agama yang sangat mudah dijalankan, dan agama yang menawarkan beragam amal kebaikan. Hal ini taklain agar para pemeluknya merasa nyaman dan damai di dalam menjalankan agamanya bersebab ia mudah dalam mengerjakan hal-hal baik apa saja, kecil maupun besar, ringan ataupun berat. Nah, seperti diterangkan di edisi sebelumnya, terkait dengan amal-amal ringan yang berpahala besar, khusus bagi Anda para pembaca budiman, kali ini penulis akan mengupas lebih jauh amal-amal apa lagi yang tampaknya ringkas dan ringan, akan tetapi memiliki keutamaan yang agung dan ganjaran yang besar. Lebih spesifiknya, penulis ingin mengulas amal-amal ringan yang bersifat pikiran dan perasaan. Berikut di antaranya:
TAFAKUR
Di dalam KBBI diterangkan bahwa kata tafakur memiliki banyak arti. Antara lain bermakna renungan, perihal merenung, memikirkan, dan pengheningan cipta. Maka dengan definisi ini, bisa kita ambil kesimpulan bahwa tujuan dari tafakur sendiri adalah merenung dan memikirkan sesuatu. Dalam al-Quran sering kali kita jumpai sebuah redaksi yang memerintah manusia agar bertafakur. Salah satunya al-Quran Surat Ali Imran ayat 190- 191 yang memerintah manusia agar bertafakur mengenai penciptaan alam semesta ini. Anjuran tafakur ini, sebagaimana diterangkan oleh banyak ulama tafsir adalah, agar menumbuhkan rasa iman yang kuat di dalam hati tentang kekuasaan, kebesaran, dan keagungan Allah sebagai Dzat Pencipta.
Mengenai keutamaan tafakur ini, ada hadis yang dikutip oleh al-Imam al-Ghazali di dalam kitabnya al-Munqidz Minadh-Dhalal bahwa Nabi bersabda, “Tafakur sesaat lebih baik daripada ibadah satu tahun”. Bahkan dalam riwayat-riwayat yang lain, Nabi bersabda bahwa tafakur sesaat jauh lebih baik ketimbang ibadah 60 dan atau 70 tahun.Tidak heran mengapa amal ringan yang satu ini memiliki keutamaan yang luar biasa, sebab memang salah satu fadilahnya adalah dapat menelurkan rasa iman yang kuat di dalam hati untuk meyakini kekuasaan Allah. Jadi, ketika kita berdiam diri misalnya atau barangkali tengah berwisata alam, alangkah lebih baik jika kita bertafakur tentang indahnya ciptaan Allah ini. Bisa Anda coba.
| BACA JUGA: AMAL RINGAN BERPAHALA BESAR BAGIAN (1)
NIAT
Niat atau bisa diungkapkan dengan bahasa kehendak hati, posisi dan letaknya berada di dalam hati. Al-Habib Abu Bakar al-‘Adni mengungkapkan bahwa amal kebaikan seseorang berawal dari niatnya. Semakin banyak dan semakin bagus niat seseorang maka semakin banyak dan semakin berat pula buah pahala yang akan ia peroleh dari niat dan amalnya tersebut. Menata dan memperbanyak niat sekilas memang tampak ringan dan sepele, akan tetapi inilah yang akan membedakan hasil akhir ketika memetik pahala dari Allah. Dari hadis riwayat al-Baihaqi, Nabi bersabda, “Niat seorang mukmin lebih utama ketimbang amalnya”
Saking besarnya pahala yang terkandung di dalam niat ini, al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam kitabnya Risalatul-Mu’awanah menjelaskan bahwa seseorang yang berniat melakukan amal kebaikan tetapi ternyata ia tidak mampu melaksanakannya maka ia tetap akan mendapatkan pahala sama persis dengan pahala orang yang mampu mengerjakannya. Luar biasa! Bisa dibayangkan, orang yang tidak mampu melaksanakan ibadah haji misalnya, tetapi ia berniat dalam hati bahwa ia ingin menunaikannya, maka orang tersebut sebagaimana pendapat beliau akan mendapatkan pahala ibadah haji. Bisa Anda coba, hehe.
AMALAN HATI
Dalam hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim, Nabi berpesan bahwa kandungan baik dan buruk sikap dan prilaku seseorang adalah bergantung pada hatinya. Beliau bersabda bahwa jika hati tersebut baik maka baik pulalah amal seseorang. Sebaliknya, apabila hati tersebut buruk maka buruk pulalah amal seseorang. Sekilas tampak sederhana, hanya urusan memperbaiki hati, akan tetapi dari situlah standarisasi kebaikan dan keburukan seseorang muncul. Dan tentu, karena menjadi barometer kualitas kebaikan seseorang, maka ia yang hatinya baik, semakin baik dan besar pulalah tingkat pahala amal kebaikannya.




