Masjid kufah. Di bawah kubah hijau sebelah kanan adalah makam Urwah bin Hani’ al-Madzhiji, loyalis Imam Ali dan di bawah kubah sebelah kiri adalah makam Musli bin Aqil bin Abi Thalib. Keduanya dieksekusi pada 9 Dzul Hijah 60 H (sebulan sebelum Tragedi Karbala) oleh Ubaidillah bin Ziyad atas tuduhan menggalang dukungan untuk Imam Husain bin Ali di Kufah.
Menurut satu versi Ahlussunah, Sayidina Ali bin Abi Thalib dikebumikan di tempat ini. Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa jasad beliau dikebumikan di gedung pemerintah Kufah saat itu. Ada pula yang menyatakan jasad beliau dibawa ke tengah gurun lalu jejaknya tidak terlacak lagi. Dan menurut Khathib al-Baghdadi (w 463 H) menukil dari Abu Nu’aim al-Ishfahani (w 430 H), jasad Imam Ali dibawa ke Madinah oleh Imam Hasan dan Husain dan dikebumikan di Baqi’, di sisi Sayidah Fathimah as-Zahra’.
Masjid Azraq di kota Mazar Syarif, Afganistan. Sebagian umat Islam khususnya di Afganistan meyakini bahwa Imam Ali dikuburkan di tempat ini. Dalam riwayat versi mereka, jasad Imam Ali dipindah oleh pasukan Abu Muslim al-Khurasani di masa-masa revolusi Abbasiyah ke Tal Humran di Balkh, Afganistan. Lantas pada tahun 1480 M, Sultan Husain Bayqara, cicit Timurlenk dan sultan periode akhir Daulah Timuriah (1469-1506 M) memindahkan jasad Imam Ali ke Masjid Azraq ini.
Makam Imam Ali di Nejef, Irak. Dalam riwayat paling populer di kalangan Syiah, disinilah Imam Ali dikebumikan. Menurut Syekh Mufid Muhammad bin Nu’man (w 413) salah satu ulama Syiah Itsna Asyariah paling awal, Imam Ali berwasiat kepada Imam Hasan agar jasad beliau dimakamkan di tempat yang dirahasiakan. Lokasinya baru diungkap oleh Imam Jakfar sah-Shadiq di era awal Abbasiyah.
Haram Imam Ali Nejef, Irak. Lokasi dikuburnya Imam Ali menurut kalangan Syiah. Setelah lokasinya diungkap oleh Imam Jakfar ash-Shadiq, tak lama kemudian dibangunlah kubah di atas makam ini oleh Khalifah Harun ar-Rasyid. Sempat dihancurkan oleh Khalifah al-Mutawakkil pada tahun 247 H, tapi dibangun kembali pada tahun 330 H oleh Umar bin Yahya an-Nassabah, tokoh keluarga Thalibiun. Kemudian pada tahun 372 H, Malik Adhudud Daulah al-Buwaihi membangunya kembali dengan megah.
Dua Kubah Imam di kompleks Haram Kazhimi atau ‘Atabah Kazhimiyah di Baghdad Irak. Di tempat ini ada 2 imam Syiah yang dikuburkan, yaitu Imam Musa al-Kazhim bin Jakfar (imam ke-7) dan cucunya, Imam Muhammad al-Jawad bin Ali ar-Ridha (imam ke-9) yang wafat pada 30 Dzul Qadah 220 H. Seperti biasa, kalangan Syiah meyakini beliau wafatkarena diracun oleh Khalifah Mu’tashim bin Harun (198-218 H), padahal Syekh Muhammad bin Nu’man al-Mufid (w 413 H) menolak riwayat tersebut. Syekh al-Mufid sendiri juga dikebumikan di Haram Kazhimi.
| BACA JUGA: JELAJAH PERAYAAN-PERAYAAN SYIAH (4)
Foto kuno dari tahun 1925 M, menunjukkan kubah makam Imam Muhamamd al-Baqir di Baqi’. Imam Muhammad al-Baqir adalah imam ke-5 dalam keyakinan Syiah Itsna Asyariyah beliau wafat pada 7 Dzul hijah 114 H.
Lokasi penunjukkan Imam Ali sebagai penerima wasiat Rasulullah di Ghadir Khum. Ghadir Khum adalah lembah memanjang yang terletak di Khum, dekat juhfah, 183 km utara Makkah.
Lukisan tentang Ghadir Khum karya seniman Iran, Mahmoud Farschian. Sebuah lukisan sakral bagi umat Syiah yang menggambarkan intisari akidah mereka, bahwa Imam Ali adalah penerima wasiat dan pengganti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebagai pemimpin umat Islam. Namun bagi Ahlussunah wal Jamaah, lukisan ini sangat tidak elok, karena selain bermasalah secara akidah, lukisan ini juga terlalu vulgar menggambarkan bentuk fisik mulia Baginda Rasul shallallahu alaihi wasallam.











