Informasi mengenai tanda-tanda kiamat berseliweran di mana-mana, mulai dari isu dukhan (asap) yang ternyata meleset. Pasalnya pada 15 Ramadan 1441 Dukhan itu akan muncul, ternyata sampai detik ini, asap hoax itu belum nongol juga.
Baru-baru ini juga beredar video hewan melata yang sekilas tampak seperti ular tapi mempunyai empat kaki. Hewan tersebut diklaim sebagai penampakan Dabbah, yakni hewan yang mampu berbicara layaknya manusia dan dipercaya sebagai pertanda hari kiamat. Namun, setelah ditelusuri ternyata binatang itu adalah merupakan spesies kadal yang lebih dikenal dengan sebutan kadal peliang yang berbentuk mirip ular.
Berita hoax kadang sengaja dibuat oleh seseorang guna menaikkan rating akunnya. Pelakunya tidak akan menghiraukan efek yang disebabkan berita tersebut terhadap publik, yang penting akunnya melejit. Agar kita tidak mudah terkecoh dengan berita hoax terkait tanda hari kiamat, maka satu-satunya cara adalah dengan banyak bertanya seputar tanda kiamat kepada ahlinya atau membacanya secara langsung sumber-sumber yang otoritatif.
Dengan demikian, wawasan keagamaan kita bisa bertambah dan bisa memfilter segala informasi hoax yang tidak berdasar. Semisal, ketika mendengar berita datangnya dukhan yang menjadi salah satu tanda hari kiamat, maka kita harus jeli dalam membacanya kemudian membandingkan dengan dukhan yang sudah dijelaskan oleh para ulama.
Sehubungan dengan dukhan, dalam Al-Quran Surah Ad-Dukhan dijelaskan fenomena kabut tersebut, sebagaimana berikut:
فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ * يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ
Maka tunggulah hari ketika langit” membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih”. (QS. Ad-Dukhan: 10-11).
Terdapat diversitas pendapat mengenai munculnya kabut mengerikan ini. Sebagian ulama menegaskan bahwa kabut mematikan tersebut sudah terjadi pada masa awal Islam. Pernyataan ini berdasarkan pada riwayat dari Abdullah bin Mas’ud:
حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُسْلِمٍ عَنْ مَسْرُوقٍ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ إِنَّمَا كَانَ هَذَا لِأَنَّ قُرَيْشًا لَمَّا اسْتَعْصَوْا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَا عَلَيْهِمْ بِسِنِينَ كَسِنِي يُوسُفَ فَأَصَابَهُمْ قَحْطٌ وَجَهْدٌ حَتَّى أَكَلُوا الْعِظَامَ فَجَعَلَ الرَّجُلُ يَنْظُرُ إِلَى السَّمَاءِ فَيَرَى مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا كَهَيْئَةِ الدُّخَانِ مِنْ الْجَهْدِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى { فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ } قَالَ فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقِيلَ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ اسْتَسْقِ اللَّهَ لِمُضَرَ فَإِنَّهَا قَدْ هَلَكَتْ قَالَ لِمُضَرَ إِنَّكَ لَجَرِيءٌ فَاسْتَسْقَى لَهُمْ فَسُقُوا فَنَزَلَتْ { إِنَّكُمْ عَائِدُونَ } فَلَمَّا أَصَابَتْهُمْ الرَّفَاهِيَةُ عَادُوا إِلَى حَالِهِمْ حِينَ أَصَابَتْهُمْ الرَّفَاهِيَةُ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرَى إِنَّا مُنْتَقِمُونَ } قَالَ يَعْنِي يَوْمَ بَدْرٍ
“Abdullah bin Mas’ud berkata: ‘Sesungguhnya ayat ini untuk orang-orang Quraisy tatkala mereka durhaka kepada Nabi. Lalu Nabi mendoakan mereka agar tertimpa kelaparan seperti kaum Yusuf. Mereka pun tertimpa kemarau dan penderitaan hingga seseorang melihat ke langit, ia melihat seperti wujud kabut antara dirinya dan langit. Maka Allah menurunkan ayat: ‘Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Ini adalah siksa yang pedih’. Seseorang kemudian mendatangi Nabi dan berkata: Wahai Rasulullah, mintakan hujan pada Allah untuk Mudhar karena mereka telah binasa. Beliau bersabda kepada Mudhar: ‘Sesungguhnya kamu gegabah.’ Maka Nabi berdoa meminta hujan untuk mereka lalu Allah menurunkan hujan, kemudian turunlah ayat: ‘Sesungguhnya kalian akan kembali (ingkar)’. Saat mereka mendapatkan kemakmuran, mereka kembali lagi seperti semula. Lalu Allah berfirma: (Ingatlah) hari (ketika) Aku menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Aku adalah Pemberi balasan. Abdullah bin Mas’ud berkata: yakni perang Badar.” (HR Imam Al-Bukhari).
| BACA JUGA: BAGAIMANA CARA TERBAIK BERLINDUNG KEPADA ALLAH?
Pendapat kedua menyatakan bahwa kabut tersebut belum muncul dan akan keluar kelak jika sudah tiba waktunya. Fenomena kabut ini akan menyelimuti langit dan bumi selama 40 hari. Mereka yang beriman akan merasakan flu dan pilek efek dari kabut itu, sedangkan para orang kafir akan merasakan sesak nafas yang tiada hentinya.
Pernyataan ini berlandasan pada hadis berikut riwayat Imam Muslim dari Thufail dari Hudzaifah bin Usaid al-Ghifari.
اطلع النبي صلى الله عليه وسلم علينا ونحن نتذاكر فقال: (ما تذكرون) ؟ قالوا: نذكر الساعة، قال: (إنها لن تقوم حتى تروا قبلها عشر آيات – فذكر – الدخان والدجال والدابة وطلوع الشمس من مغربها ونزول عيسى بن مريم وخروج يأجوج ومأجوج وثلاثة خسوف خسف بالمشرق وخسف بالمغرب وخسف بجزيرة العرب وآخر ذلك نار تخرج من اليمن تطرد الناس إلى محشرهم).
Nabi datang mendekati kami, saat kami tengah berbincang-bincang. Beliau bertanya, “Apa yang tengah kalian bicarakan”. Kami menjawab: ”Kami sedang berbicara tentang hari kiamat”. Nabi pun bersabda: “Kalian tidak akan pernah melihat hari kiamat sehingga kalian melihat 10 pertandanya, yaitu munculnya asap, Dajjal, dabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya Nabi Isa bin Maryam, Yakjuj Makjuj, tiga musibah terbenamnya tanah yaitu di tanah Timur, di tanah barat dan di Jazirah Arab dan akhir dari pertanda kiamat tersebut adalah terdapat api yang menggiring umat manusia pada tempat di mereka dibangkitkan”. (HR. Imam Muslim).
Sejatinya dua statemen ini tidak berbenturan dan bisa dikomparasikan. Maksudnya, fenomena terjadinya kabut tersebut terjadi dua kali, pertama pada masa awal Islam, kedua kelak pada hari kiamat. Demikian pernyataan Abdullah bin Mas’ud seperti yang dikutip oleh Imam Mujahid dan disadur oleh Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya.
Nah, dengan membaca keterangan di atas maka kita tidak akan mudah terkecoh dan gampang dikelabui oleh informasi-informasi sampah seputar hari akhir. Memperluas wawasan keagamaan utamanya terkait dengan hal-hal akhir zaman adalah satu-satunya cara untuk menjawab segala isu tidak benar tentang tanda kiamat yang menyeruak di mana-mana.




