Seorang Muslim yang baik, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad dalam salah satu hadis yang dikutip olehal-Imam an-Nawawi di dalam kitab al-Hadis al-Arbain-nya adalah seorang Muslim yang senantiasa meninggalkan hal-hal yang nirfaedah. Sebab memang sudah seharusnya, Muslim yang baik adalah ia yang senantiasa mengisi hari-harinya dengan hal-hal yang berfaedah, bermanfaat, dan terhiasi penuh dengan beragam bentuk amal kebaikan.
Sebagai agama yang benar dan diridhai oleh Allah, Islam adalah satu satunya agama di muka bumi ini yang banyak menawarkan dan memberikan beraneka rupa amal kebaikan. Ada yang bersifat berat, sedang, dan ringan. Ada juga yang bersifat bacaan, pikiran, dan gerakan. Nah, bagi para pembaca yang budiman, dalam rubrik Tips Pesantren bagian kesatu kali ini, penulis ingin membahas amal ringan yang berpahala besar. Lebih spesifiknya, penulis ingin mengulas amal-amal ringan yang bersifat bacaan. Berikut di antaranya:
1. MEMBACA KALIMAT TAUHID
Sebagai rajanya zikir, kalimat tauhid atau bisa juga disebut sebagai kalimat tahlil adalah zikir ringan yang memiliki banyak keutamaan. Berkali-kali Nabi menjelaskan bahwa zikir yang satu ini fadilahnya bukan main dan jumlah fadilahnya banyak sekali! Antara lain pada salah satu hadis, dalam kitab Hasyiah ad–Dasuqi diterangkan bahwa, orang yang paling beruntung mendapatkan syafaat Nabi adalah ia yang membaca kalimat tauhid dengan hati tulus dan penuh iman. Fadilah lain yang terkandung dalam bacaan zikir ini adalah kalimat ini juga bisa menjadi pelebur dosa sekaligus bisa membuat seseorang masuk surga. Bahkan kalimat tauhid ini, menurut al-Imam al-Fakihani, jika kalimat tauhid ini dibaca ketika masuk rumah secara istikamah dan mulazamah, maka iabisa menjadi wasilah menghilangkan kefakiran. Dan masih banyak lagi kandungan fadilah lain yang ada pada zikir ini.
| BACA JUGA: ANTARA CINTA DAN RAYUAN
2. MEMBACA TASBIH, TAHMID, DAN TAKBIR
Lebih jelasnya adalah membaca kalimat Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar. Tiga kalimat ini memang tampak sedikit dan ringan di lisan. Namun, tahukan Anda apa fadilah dan pahala yang termuat di dalamnya? Rasulullah pernah bersabda sesuai jalur periwayatan dari Abu Malik al-Asy’ari bahwa “Bersuci itu separuh dari iman, kalimat ‘alhamdulillah’ adalah kalimat yang memenuhi timbangan amal, kalimat ‘Subhanallah wallahu akbar’ adalah kalimat yang memenuhi antara langit dan bumi.” (HR Muslim).
Sebenarnya tidak terlalu heran mengapa kalimat zikir yang ringkas dan ringan ini pahala dan fadilahnya bisa sebesar itu, sebab sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi dari riwayat hadis Samurah ibn Jundab dalam Shahih Muslim bahwa “Kalimat yang paling dicintai oleh Allah ada empat. Yakni Subhanallah, Alhamdulillah, La Ilaha Illallah, dan Allahu Akbar.” Bahkan fadilah lain yang terkandung di dalam kalimat-kalimat zikir ringkas ini adalah kita bisa menjadikannya sebagai bentuk sedekah. Keterangan ini dikutip oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin-nya sesuai dengan hadis Nabi riwayat Abu Dzar.
3. MEMBACA SHALAWAT
Kalau zikir yang satu ini sudah menjadi rahasia umum di tengah kita bahwa fadilah dan pahala yang terkandung di dalamnya sangat besar dan luar biasa. Di dalam kitab-kitab yang mengupas dan memuat beragam shalawat, salah satunya di dalam kitab kecil berjudul Dalailul-Khairat, disebutkan bahwa jika shalawat itu dibaca sebanyak satu kali saja, maka Allah akan memberi sepuluh kebaikan dan akan menghapus sepuluh kejelekan dari pembacanya. Itu kalau dibaca satu kali saja! Bagaimana jika dibaca berulangkali?
Sayid Muhammad bin Alawi al-Makki menegaskan bahwa seseorang yang istikamah membaca shalawat kepada Nabi maka akan mendapatkan banyak keistimewaan, antara lain, umur yang panjang lagi barakah, rezeki yang lancar lagi halal, dan ketenangan hidup yang penuh kedamaian. Bahkan khusus untuk zikir yang satu ini, Allah tetap akan menerima pahala shalawat ini sekalipun pembacanya membaca shalawat dalam keadaan riya atau tidak ikhlas. Luar bisa! Hal ini sebagai bentuk pengagungan Allah kepada Baginda Nabi.




