Oleh: D. Nawawy Sadoellah

Entahlah, tiba-tiba saja saya merasa sangat lucu melihat kejadian-kejadian menjelang Pemilu saat ini. Terutama, ketika ada beberapa orang yang dengan tiba-tiba membawa-bawa nama pesantren, Nahdlatul Ulama, Kiai, Gus, Bunyai, Ning dan seterusnya dan seterusnya.

Orang-orang yang sebelumnya tidak ada sangkut pautnya dengan politik, tiba-tiba jadi ‘politisi’, tiba-tiba orasi. Sebaliknya, orang-orang yang sebelumnya tidak ada bau pesantren, tiba-tiba menjadi sangat santri. Heh! Sandiwara? Tapi mbok ya jangan terlalu lucu begitu. Bikin kembung masuk angin!

Yang lebih lucu, ketika ada yang ngotot mendukung si-A dengan ‘fatwa’ agama, padahal si-A itu juga sangat getol merangkul orang-orang yang anti agama. Jadi, ibaratnya seperti terjadi persatuan antara ‘kubu malaikat’ dan ‘kubu iblis’ untuk kepentingan calon tertentu. Persatuan antara Bu Nyai dan biduan-biduan penyanyi. Persatuan antara iman dan kafir. Persatuan antara pembela agama dan penista agama. Seperti menyatukan vonis iya dan tidak dalam ilmu logika.

Untuk orang yang ‘menyembah’ kekuasaan, barangkali hal itu biasa saja. Yang penting bisa jadi pejabat, tak peduli siapa yang mendukung dan untuk apa mereka mendukung sebenarnya. Jangankan masih berwujud manusia, banteng ataupun beruang, dukungan dedemit-pun akan mereka terima. Tak peduli, bagaimana sejarah masa lalu mereka, juga apa kepentingan masa depan mereka.

Saya jadi teringat syair Arab yang biasa dibaca di pesantren. Kira-kira isinya, “Tidak perlu kau bertanya tentang seseorang, cukup kau tanya siapa saja yang menjadi temannya…” Syair ini mungkin juga kita pahami dengan dialektika: “Tidak perlu kau bertanya tentang seseorang, cukup kau tanya siapa saja yang menjadi musuhnya…”

Yang repot, ketika temannya itu campursari, dari jamaah shalawat hingga geng koplo. Padahal, rusa tidak akan berteman dengan serigala, kecuali boneka. Nah, ketika seorang calon pejabat didukung oleh para rusa sekaligus para serigala, menurut Jenengan semua kira-kira yang sedang dikibuli dalam ‘gerombolan’ itu siapa? Rusa ataukah serigala? Atau duaduanya?

Baca juga;Lihatlah Almamaterku!

Maaf saya ke toilet dulu…      

Spread the love