Anak merupakan anugerah sekaligus amanah yang harus dijaga dan disyukuri. Tidak hanya asupan nutrisi dan tumbuh kembang anak yang perlu diawasi. Pendidikan anak tidak kalah penting untuk selalu dipantau dan dibenahi. Pola pikir dan perilakunya ketika dewasa sangat dipengaruhi oleh model pendidikan yang telah ia jalani. Jika Pendidikannya salah, suatu saat akan membawa masalah. Namun, ada beberapa aspek dan prinsip yang perlu diperhatikan orang tua dalam mengemban tanggung jawab ini. Terdapat beberapa hal yang harus diprioritaskan untuk membentuk jati diri anak sejak dini. Tentunya, acuan kita adalah para ulama yang merangkap pendidik sejati.
KEBIASAAN YANG HARUS DI TANAMKAN KEPADA ANAK
Anak merupakan amanah bagi kedua orang tuanya. Hatinya yang masih bersih merupakan permata polos yang sangat indah dan berharga. Hati seorang anak menerima apapun yang diukirkan kepadanya serta condong pada potensi yang ditanamkan padanya. Jika seorang anak dibiasakan untuk melakukan kebaikan, niscaya ia akan tumbuh menjadi orang baik, sehingga akan menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Begitu pula sebaliknya, jika seorang anak dibiasakan untuk melakukan keburukan dan dibiarkan sebagaimana hewan ternak yang hanya dipenuhi urusan perutnya saja, maka dia akan menjadi orang yang celaka. Dosa yang dikerjakan pun juga akan menjadi tanggungan orang tuanya.
Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan bagi orang tua untuk membiasakan anak-anaknya agar selalu mengerjakan kebaikan dan menghindarkan mereka dari perbuatan perbuatan buruk. Dalam surah at-Tahrîm ayat 6 Allah berfirman yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat–malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Menurut Imam al-Ghazali, perhatian orangtua dalam menanamkan kebiasaan baik kepada anaknya ini harus ditingkatkan ketika dalam diri seorang anak sudah mulai muncul rasa malu, sebab dengan munculnya rasa malu dalam diri seorang anak berarti cahaya akalnya sudah mulai bersinar, sehingga dia mulai bisa menilai hal-hal yang baik dan buruk.
Seorang anak yang sudah mulai mempunyai rasa malu tidak boleh dibiarkan begitu saja, melainkan orang tuanya harus mengarahkan dan menanamkan kebiasaan baik agar dia memiliki rasa malu untuk melakukan hal-hal buruk. Berikut ini merupakan beberapa kebiasaan baik yang harus ditanamkan orang tua kepada anak, sebagaimana diterangkan Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulûmiddîn:
TIDAK RAKUS TERHADAP MAKANAN
Kebiasaan pertama yang harus ditanamkan orang tua kepada anaknya adalah tidak rakus terhadap makanan.Orang tua perlu mengajari anaknya bagaimana adab makan sejak dini, semisal dengan membiasakan mengambil makanan dengan tangan kanan, membaca basmalah sebelum makan, memakan makanan dari yang ada di dekatnya, tidak tergesa-gesa ketika makan, menawari orang lain untuk makan, membiasakan berbagi makanan, dan membiasakan agar tidak mencela makanan yang ada.
| BACA JUGA : MADRASAH YANG PERLU DI MADRASAHKAN
POLA HIDUP SEDERHANA
Pola hidup sederhana juga perlu ditanamkan kepada anak sejak dini. Pola hidup sederhana ini bisa mencakup dalam hal berpakaian atau yang lain. Di antara cara menanamkan pola hidup sederhana adalah dengan memilihkan lingkungan dan pergaulan yang baik, sebab karakter anak adalah meniru orang lain yang sering bergaul dengannya. Jika ia berteman dengan anak-anak yang terbiasa bermewah-mewahan, maka karakter buruk itu akan menular pada diri seorang anak.
DISIPLIN
Anak kecil butuh pengingat dalam menjalankan aktivitasnya agar mereka tidak terbiasa bermalas-malasan dan membuang waktu. Oleh sebab itu, orang tua perlu mengingatkan kapanwaktunya makan, kapan waktunya tidur, kapan waktunya bermain, dan kapan waktunya belajar. Kedisiplinan yang ditanamkan sejak dini oleh orang tua akan menjadi karakter bagi anak, sehingga sampai dewasa pun ia akan tumbuh menjadi orang yang disiplin dan tidak suka membuang-buang waktu. Imam al-Ghazali menganjurkan agar anak dibiasakan olah raga pada pagi hari dan tidak tidur di siang hari. Menurut beliau, hal tersebut agar anak terhindar dari rasa malas.
BERKATA-KATA BAIK
Termasuk kebiasaan paling penting yang harus ditanamkan dalam diri seorang anak adalah berkata-kata baik dan sopan dalam bertutur kata. Menurut Imam al-Ghazali, di antara adab yang perlu ditanamkan orang tua adalah membiasakan anak agar tidak banyak membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat, tidak suka bersumpah meskipun dia berada di pihak yang benar, tidak suka mencaci maki. Sejak kecil seorang anak perlu dibiasakan untuk berkata-kata lembut dan mendengarkan dengan saksama ketika diajak berbicara dengan orang lain.
BERIBADAH DENGAN BENAR
Ketika seorang anak sudah agak besar dan mencapai usia tamyiz, maka orang tua harus memperhatikan betul bagaimana ibadah anaknya, baik itu wudhu, shalat, atau melatihnya untuk berpuasa. Dalam hal ini, orang tua harus bisa memberikan contoh bagi anak tentang bagaimana ibadah yang benar dan tepat waktu. Imam al-Ghazalimengingatkan agar orang tua tidak mudah memberi keringanan terhadap anak dalam masalah ibadah. Artinya jika anak tidak melaksanakan shalat atau wudhu dengan baik, misalnya, orang tua harus menegurnya agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan.
MENANAMKAN KEJUJURAN
Di antara kebiasaan yang sangat penting dan harus ditanamkan kepada anak sedini mungkin adalah kejujuran, sebab jika seorang anak sejak kecil sudah terbiasa berbohong, niscaya kebiasaan itu akan sulit diubah ketika dia sudah dewasa. Menanamkan kejujuran dalam diri anak kecil adalah dengan memberinya contoh untuk selalu berkata jujur, termasuk dalam hal yang dipandang sepele. Contoh mudahnya, ketika orang tua akan pergi berbelanja tanpa mengajak anaknya, jangan sampai orang tua berbohong dengan mengatakan akan pergi ke kamar mandi. Kemudian ketika anaknya tidak memperhatikan, tiba-tiba dia ditinggal tanpa dipamiti terlebih dahulu. Kebiasaan semacam itu, meskipun terlihat sepele, lambat laun akan menodai kepercayaan anak terhadap orang tuanya. Selain itu, secara tidak langsung juga mengajarkan anak untuk berkata dusta.
Beberapa hal di atas merupakan kebiasaan yang harus ditanamkan kepada anak sejak dini, sebab, sebagaimana disebutkan di depan, hati seorang anak masih bersih. Mereka bisa menerima segala kebaikan ataupun keburukan yang diajarkan kepadanya, sebagaimana sabda Rasulullah, “Setiap anak dilahirkan atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim)




