BIMARISTAN adalah suku kata dari bahasa persia yang berarti rumah sakit (Bimar berarti sakit, sedangkan stan berarti tempat). Dalam peradaban Islam, kata “Bimaristan” digunakan untuk menunjukkan rumah sakit tempat orang sakit dirawat oleh dokter ahli yang memenuhi syarat dengan fasilitas yang mumpuni. Sebelum Bimaristan dibangun, orang sakit ditempatkan dan dirawat diruang seadanya.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Bimaristan mempunyai beberapa ciri khas yang membedakan dengan rumah pengobatan biasa pada waktu itu, seleksi ketat perekrutan dokternya, sehingga personel perawatnya kelas wahid yang mempunyai dedikasi yang tinggi juga mengutamakan kenyamanan penghuninya.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Baca Juga: ISLAM DI IBERIA: KISAH KEJAYAAN ISLAM DI ANDALUSIA BARAT (PORTUGAL)

Dalam merancang bangunan Bimaristan juga tidak sembarangan, rata-rata Bimaristan dibangun ditepi sungai ataupun di atas bukit yang suasananya tenang, sehingga bisa mempengaruhi suasana hati si pasien, tentu saja hal ini mempercepat proses penyembuhan.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Selain itu Bimaristan terbuka untuk siapa saja kaya-miskin, Islam ataupun bukan semuanya akan ditampung di Bimaristan, dan mereka tidak dipungut biaya sepeserpun, bahkan saat pulang sang pasien diberi pesangon secukupnya. Hal ini dikarenakan biaya kesehatan dan kesejahtraan rakyat ditanggung oleh negara.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Pelayanan Bimaristan juga tidak melalaikan unsur syariat, utamanya di bidang ihktilath. Ruangan pasien laki-laki dipisahkan dengan ruangan pasien wanita. Untuk waktu rawat inap tidak ada batasan waktu, pasien tetap di rumah sakit sampai mereka benar-benar pulih.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Baca Juga: ISLAM DI NEGARA KANGURU

Bimaristan pertama didirikan di Damaskus oleh al-Walid bin Abdul-Malik tahun 86 H (707 M). Tujuan didirikannya adalah untuk mengobati pasien dan merawat pasien kronis yang sulit disembuhkan (seperti judzam/kusta, buta, dsb)

Pada perjalanannya banyak bermunculan bimaristan terkenal di dunia Islam, yaitu: bimaristan an-Nuri, Bimaristan Ibnu Toulon, Bimaristan al-Adhudhi, Bimaristan al-Marakisyi, Bimarista al-Granadi dll.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Banyak pakar sejarah islam yang mendeskripsikan secara detail tentang Bimaristan, diantaranya Ibnu Jubair dalam Rihlah Ibni Jubair, Ibnu Abi Ushaibah dalam ‘Uyunul Anba’, Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wan-Nihayah, Al-Qifi dalam Tarikhul-Hukama’ dan masih banyak yang lainnya.

Fauzan Imron/sidogiri

Spread the love