MENGAPA HARUS ANDALUSIA ?
Pembebasan Andalusia tercatat sebagai salah satu pembebasan umat Islam terbesar di Eropa. Prosesnya terbilang cepat dengan catatan-catatan kemenangan yang tidak sedikit dalam sejarah. Bahkan masa kejayaan Islam di Eropa terhitung panjang, meski akhirnya harus habis sama sekali seakan tidak tersisa, selain
beberapa bangunan-bangunan yang hanya menjadi saksi bisu. Mengapa saat itu umat Islam menjatuhkan pilihan pada Andalusia? Pada waktu itu, umat Islam telah selesai dengan penaklukan wilayah Afrika bagian utara. Mereka berhasil membebaskan wilayah Mesir, Libya, Tunisia, Aljazair dan Maroko. Bahkan mereka telah sampai ke ujung perbatasan terjauh kawasan Maroko dan tepian laut Atlantik.
Dalam kondisi semacam ini, maka pelebaran sayap dakwah tidak memiliki banyak pilihan. Ke arah barat tidak mungkin karena berhadapan dengan laut Atlantik. Ke arah timur adalah jalan pulang dan sudah selesai. Ke arah selatan berhadapan dengan padang Sahara luas yang sedikit penduduknya. Maka satu-satunya jalan adalah ke arah utara menyeberangi selat Gibraltar dan masuk ke wilyah Andalusia.
Proses pembesan Andalusia ini terjadi pada tahun 92 Hijriyah pada masa kekhalifahan Umawiyah. Tepatnya padamasa pemerintahan al-Walid bin Abdul Malik. Beliau telah memimpin sejak tahun 86 H (705 M) sampai tahun 96 H (715 M). Dengan demikian, pembebasan Andalusia ini terjadi di pertangahan beliau menjadi pemimpin.
| BACA JUGA : BETAPA MUDAHNYA BERKEDOK TASAWUF
Andalusia atau al-Andalus adalah sebutan bagi semenanjung Iberia di periode Islam. Sebutan itu berasal dari kata Vandalusia, yang artinya bangsa Vandal. Nama Vandalusia diambil karena bagian selatan semenanjung Iberia pernah dikuasai bangsa Vandal, sebelum kekuasaan mereka direbut oleh bangsa Gothia Barat/Visigoth pada abad ke-5 M.
Kerajaan Gothia Barat merupakan bentuk pemerintahan (aristokrasi) militer Jerman yang memerintah di Spanyol sejak abad ke-5 M. Orang Gothia harus berjuang lama untuk menggantikan pengaruh yang telah diberikan penguasa sebelumnya, bangsa Suevi dan Vandal. Kaum Gothia berkuasa sebagai penguasa absolut, dan sering kali bersikap kejam.
militer jerman yang memerintah di Spanyol sejak abad ke-5 M. Orang Gothia harus berjuang lama untuk menggantikan pengaruh yang telah diberikan penguasa sebelumnya, bangsa Suevi dan Vandal. Kaum Gothia berkuasa sebagai penguasa absolut, dan sering kali bersikap kejam.
Dalam hal keyakinan, ajaran Kristen Aria mereka jadikan sandaran, sekaligus mereka paksakan kepada penduduk pribumi yang menganut agama Katolik. Sebagai penganut Katolik, rakyat membenci kekuasaan kaum Gothia yang banyak bersimpangan dengan kepercayaan yang mereka anut.
Kalangan pribumi meliputi sejumlah besar golongan pelayan dan budak, tentu tidak puas akan nasib yang mereka dapatkan. Golongan ini lah yang nantinya akan bekerja sama dengan umat Islam saat penaklukan tahun 711 M.
Dalam setiap pembebasan, umat Islam memang jarang berbenturan dengan rakyat pribumi. Karena yang dilawan umat Islam adalah kaum-kaum penjajah yang tidak disukai oleh kaum pribumi. Karenanya, sering kali pembebasan umat Islam terhadap satu wilayah menuai kesuksesan karena bantuan dari rakyat pribumi sendiri.
Selain itu terdapat kaum Yahudi yang hidup dalam keterasingan, serta selalu ditindas oleh kalangan penguasa Gothia. Upaya-upaya dilakukan untuk memaksa kaum Yahudi untuk berpindah agama, diantaranya dengan mengeluarkan dekrit kerajaan pada tahun 612 M. Dekrit ini berisi perintah kepada semua penduduk Yahudi agar dibaptis, dan jika tidak patuh, mereka diancam dengan hukuman pembuangan dan penyitaan kekayaan.
Di bidang politik, terjadi pertikaian antara keluarga kerajaan dan bangsawan-bangsawan Gothia. Perselisihan ini menggerogoti kekuatan kerajaan. Menjelang akhir abad ke-6 M, para bangsawan Gothia telah menjadi raja-raja kecil di berbagai wilayah Andalusia, tentu hal ini semakin melemahkan konsolidasi pemerintahan Gothia.
Menjelang penaklukan oleh pasukan Muslim, Andalusia diperintah oleh Raja Roderick. Roderick berhasil naik tahta setelah menggulingkan pendahulunya, putra Witiza.
Begitulah sekilas alasan mengapa Andalusia dipilih sebagai target dakwah selanjutnya oleh umat Islam. Di samping kondisi perpolitikan internal di sana yang sedang tidak stabil, serta adanya dukungan penuh dari rakyat pribumi. Sehingga pembebasan yang dilakukan dapat berhasil dengan baik, sebagai pondasi kejayaan Islam di Eropa.





