Mengapakah ketahanan fisik manusia modern terhadap penyakit tidak sekuat fisik manusia dahulu? Salah satu opsi jawaban yang mungkin saja benar, hal itu bisa jadi karena pola konsumtif makanan dan minuman yang tidak terkalkulasi dengan baik, atau tekanan profesi dan aktivitas yang menutut kinerja serba maksimal.

Selain menguras banyak tenaga dan pikiran, aktivitas harian yang serba padat biasanya berakibat fatal bahkan mematikan, seperti obesitas, diabetes, stroke, darah tinggi dan kanker. Yang ditakutkan masyarakat dunia saat ini bukan lagi penyakit degeneratif atau penuaan, namun penyakit modern akibat pola hidup yang tidak beraturan. Maka, ada baiknya juga kita menganalisa kembali kiat-kiat ulama dahulu, seperti apakah usaha mereka menjaga kesehatan fisik?

Perbaiki Mindset

Positif thinking mutlak diperlukan dalam hal menjaga kesehatan fisik. Olahraga seharusnya dibarengi cara berpikir positif, bahwa olahraga itu menyehatkan. Badan yang sehat tentu akan banyak membantu aktivitas ibadah Anda. Maka olah fisik yang dibarengi niatan positif agar kuat beribadah, pasti juga akan bernilai ibadah. Sebagaimana perkataan Rasulullah:

إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِاالنِّيَاتِ, وَإنَّمَا لِكُلِّ إمْرِءٍ مَا نَوَى. الحديث

 “Segala aktivitas sesuai dengan niatan (pelakunya), sebab masingmasing pribadi (manusia) pasti memiliki maksud (positif-negatif),” (HR Imam Bukhari).

Bunuh Rasa Malas

Dampak pola hidup kurang baik akan terasa ketika menginjak usia tua, bisa berupa lemah fisik atau penyakit kronis. Realita saat ini menyatakan, anak muda biasanya cenderung malas berolahraga. Efek negatifnya tentu akan dialami saat mulai menua dimasa berikutnya. Mungkin saja doa Rasulullah berikut ini bisa membangun semangat Anda, sabda beliau: 

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kelemahan fisik, rasa malas, rasa takut, keburukan di saat tua dan sifat pelit. Aku juga berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, serta bencana kehidupan dan kematian.” (HR Imam Bukhari).

Olah Lahir-Batin

Menjaga kesehatan fisik tidak melulu dengan olahraga, namun bisa juga dengan usaha menjauhi maksiat. Netralisasi kesucian rohani agar sesuai dengan syariat, bisa jadi merupakan prinsip utama. Anda mungkin tidak banyak tahu kalau kalau ternyata muslim yang berusaha mengantisipasi perbuatan maksiat maka Allah akan menjaga fisiknya terhindar dari penyakit. Seperti yang diungkap oleh sebuah hadis:

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ

 “Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” (HR Imam at-Tirmidzi)

Terkait hadis ini, Ibnu Rajab alHanbali menjelaskan: sebagian ulama ada yang berusia di atas 100 tahun, namun mereka masih memiliki kekuatan dan kecerdasan. Ada pula alim sepuh yang melompat sangat jauh. Ketika ditanya, mengapa ia masih sedemikian sehat? “Fisik ini selalu aku jaga dari berbuat maksiat ketika aku muda, maka Allah menjaganya hingga waktu tuaku.” (lihat: Jâmi’ul-Ulûm wal-Hikâm, hal. 249).

Ritme Olahraga

Olahraga sebaiknya dilakukan secara teratur dan kontinu (istiqâmah), sebab pola yang tidak beraturan jelas kurang baik bagi stabilitas fisik yang ingin sehat. Teori idealnya, olahraga 3-4 kali seminggu selama 30 menit. Jika boleh mengafiliasi nalar, semangat tersebut juga ada pada pesan Rasulullah:

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan terus-menerus (istiqâmah), walaupun sedikit.” (HR Imam Muslim)

Yang harus Anda pahami, bahwa berharap sehat fisik ternyata merupakan anjuran agama. Ketika Rasulullah berdiri di atas mimbar menyemangati para shahabat, beliau bersabda: “Hendaklah kalian memohon ampunan dan kesehatan (âfiyah) kepada Allah. Sebab setelah karunia iman, seorang hamba tidak pernah dikaruniai hal yang lebih baik daripada fisik yang sehat.” (HR Imam at-Tirmidzi).

Salman Alfarisi/sidogiri

Selain menguras banyak tenaga dan pikiran, aktivitas harian yang serba padat biasanya berakibat fatal bahkan mematikan, seperti obesitas, diabetes, stroke, darah tinggi dan kanker. Yang ditakutkan masyarakat dunia saat ini bukan lagi penyakit degeneratif atau penuaan, namun penyakit modern akibat pola hidup yang tidak beraturan. Maka, ada baiknya juga kita menganalisa kembali kiat-kiat ulama dahulu, seperti apakah usaha mereka menjaga kesehatan fisik?

Perbaiki Mindset

Positif thinking mutlak diperlukan dalam hal menjaga kesehatan fisik. Olahraga seharusnya dibarengi cara berpikir positif, bahwa olahraga itu menyehatkan. Badan yang sehat tentu akan banyak membantu aktivitas ibadah Anda. Maka olah fisik yang dibarengi niatan positif agar kuat beribadah, pasti juga akan bernilai ibadah. Sebagaimana perkataan Rasulullah:

إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِاالنِّيَاتِ, وَإنَّمَا لِكُلِّ إمْرِءٍ مَا نَوَى. الحديث

 “Segala aktivitas sesuai dengan niatan (pelakunya), sebab masingmasing pribadi (manusia) pasti memiliki maksud (positif-negatif),” (HR Imam Bukhari).

Bunuh Rasa Malas

Dampak pola hidup kurang baik akan terasa ketika menginjak usia tua, bisa berupa lemah fisik atau penyakit kronis. Realita saat ini menyatakan, anak muda biasanya cenderung malas berolahraga. Efek negatifnya tentu akan dialami saat mulai menua dimasa berikutnya. Mungkin saja doa Rasulullah berikut ini bisa membangun semangat Anda, sabda beliau: 

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kelemahan fisik, rasa malas, rasa takut, keburukan di saat tua dan sifat pelit. Aku juga berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, serta bencana kehidupan dan kematian.” (HR Imam Bukhari).

Olah Lahir-Batin

Menjaga kesehatan fisik tidak melulu dengan olahraga, namun bisa juga dengan usaha menjauhi maksiat. Netralisasi kesucian rohani agar sesuai dengan syariat, bisa jadi merupakan prinsip utama. Anda mungkin tidak banyak tahu kalau kalau ternyata muslim yang berusaha mengantisipasi perbuatan maksiat maka Allah akan menjaga fisiknya terhindar dari penyakit. Seperti yang diungkap oleh sebuah hadis:

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ

 “Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” (HR Imam at-Tirmidzi)

Terkait hadis ini, Ibnu Rajab alHanbali menjelaskan: sebagian ulama ada yang berusia di atas 100 tahun, namun mereka masih memiliki kekuatan dan kecerdasan. Ada pula alim sepuh yang melompat sangat jauh. Ketika ditanya, mengapa ia masih sedemikian sehat? “Fisik ini selalu aku jaga dari berbuat maksiat ketika aku muda, maka Allah menjaganya hingga waktu tuaku.” (lihat: Jâmi’ul-Ulûm wal-Hikâm, hal. 249).

Ritme Olahraga

Olahraga sebaiknya dilakukan secara teratur dan kontinu (istiqâmah), sebab pola yang tidak beraturan jelas kurang baik bagi stabilitas fisik yang ingin sehat. Teori idealnya, olahraga 3-4 kali seminggu selama 30 menit. Jika boleh mengafiliasi nalar, semangat tersebut juga ada pada pesan Rasulullah:

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan terus-menerus (istiqâmah), walaupun sedikit.” (HR Imam Muslim)

Yang harus Anda pahami, bahwa berharap sehat fisik ternyata merupakan anjuran agama. Ketika Rasulullah berdiri di atas mimbar menyemangati para shahabat, beliau bersabda: “Hendaklah kalian memohon ampunan dan kesehatan (âfiyah) kepada Allah. Sebab setelah karunia iman, seorang hamba tidak pernah dikaruniai hal yang lebih baik daripada fisik yang sehat.” (HR Imam at-Tirmidzi).

Salman Alfarisi/sidogiri