Menurut Daood Hassan Hamdani, Muslim Kanada pertama adalah Agnes Love dan James love, pasangan muda dari Skotlandia. Mereka berdua berada di kawasan itu kira-kira 13 tahun sebelum Bapak Konfederasi, George Brown mendeklarasikan berdirinya Kanada (1867 M.). Kemudian pada tahun itu (1867 M.) sensus penduduk Muslim di sana sudah mencapai 13 orang.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

1. Setelah umat Muslim di sana mencapai 700 barulah sebuah masjid bernama al-Jamia berdiri indah pada tahun 1938 yang kemudian menjadi bagian dari museum di Fort Edmunton Park. Selain menjadi pusat ibadah umat Muslim, masjid ini dijadikan tempat tinggal umat Muslim tunawisma saat cuaca mulai mendingin.

Populasi Muslim Kanada semakin hari semakin meningkat, utamanya setelah perang dunia II. Meskipun begitu, umat Islam masih menjadi kaum paling minoritas. Pasca penghapusan preferensi imigrasi Eropa pada akhir 1960-an, barulah umat Islam dari berbagai belahan dunia mulai masuk ke Kanada dalam jumlah yang signifikan. Migrasi besar-besaran masyarakat Muslim non-Eropa ke negara tersebut berlangsung selama dekade 1970-an.

Berdasarkan sensus Pemerintah Kanada, jumlah umat Muslim sebanyak 33 ribu (1971), 98 ribu (1981), 253 ribu (1991), 579.647 (2001), dan 783.700 (2006). Angka ini setara dengan 2,5 persen total penduduk Kanada.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail
  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

2. Terdapat 10 kota dari 25 kota metropolitan di Kanada yang berpenduduk Muslim cukup besar. 10 kota tersebut adalah Ottawa, Montreal, Vancouver, Halifax, Windsor, Winnipeg, Calgary, Edmonton, Toronto, dan Ontario.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

3. Selang setelah padatnya umat Muslim di sana, simbol-simbol Islam mulai diterima. Gadis-gadis Muslimah berkerudung pun banyak ditemukan di berbagai tempat, utamanya tempat ibadah dan belajar seperti perpustakaan. Bahkan, Konstitusi Kanada menjamin kebebasan warga negaranya untuk menjalankan urusan agama, persisnya pasal 2 (a) Canadian Charter of Rights and Freedoms (Piagam Hak Asasi dan Kebebasan Kanada).

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

4. Pasca teror di Perancis, Masjid As-Salam di kota Peterborough, Ontario, Kanada, dibakar oleh pelaku yang masih dicari oleh pihak yang berwajib. Motifnya diduga karena kebencian terhadap umat Muslim, sebab adanya dugaan serangan di Paris yang dilakukan oleh teroris Muslim. Dampaknya, interior di dalam masjid rusak parah. Diperkirakan lebih dari 1000 pemeluk Islam dari 50 keluarga di kawasan Peterborough tidak bisa beribadah dengan cara berjemaah karena tidak menemukan tempat. Mirisnya lagi, masjid tersebut tidak dapat direnovasi lagi.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

5. Untungnya, pemerintah Kanada ikut membela terkait insiden pembakaran masjid ini, Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada mengatakan berjanji akan melindungi hak muslim dan aktivitas ibadah masjid di Kanada dari serangan kebencian setelah peristiwa teror Paris. Pemerintah Kanada berusaha memahami bahwa radikalisme juga mengorbankan umat Muslim di seluruh dunia, meski data fakta tidak menyatakan demikian.

Achmad Sudaisi/sidogiri