Alhamdulillah, bersyukur sekali rasanya Allah takdirkan saya dan Anda menjadi seorang Muslim yang taat mengisi hari-harinya dengan amal kebajikan. Sebagaimana kita tahu bersama bahwa di dalam menjalankan ritual agama, Islam telah banyak memberikan varian amal kebaikan kepada umatnya. Di dalam kitab Syarh al-Hikam, al-Imam Muhammad bin Ibrahim menjelaskan bahwa Allah sengaja memperbanyak amal-amal kebaikan bagi umat Islam agar mereka mudah beramal dan tidak lekas bosan menjalankan ritual agamanya.
Nah, di antara amal kebaikan yang banyak ini, ada sebagian amal ringan yang memiliki pahala besar. Kebetulan, demi menyambung dua tulisan di edisi sebelumnya, kali ini penulis ingin mengulas amal-amal ringan tersebut dari sisi amal yang bersifat gerakan. Berikut di antaranya:
SHALAT FAJAR
Shalat Fajar oleh banyak mufasir diartikan sebagai shalat qabliyah Subuh. Hanya saja diistilahkan sebagai Shalat Fajar karena memang berpijakan pada beragam hadis yang memang menggunakan istilah tersebut. Keterangan ini bisa Anda baca dalam kitab Mirâtul-Mafâtîh Syarh Misykâtul- Mashâbîh karya al-Imam Abu Hasan al-Mubarakfuri.
Mengenai keutamaan dan pahalanya, amalan yang satu ini langsung didawuhkan oleh Nabi sebagai amalan yang kebaikannya jauh melebihi dunia dan seisinya. Dari hadis riwayat Imam Muslim, Nabi bersabda “Dua rakaat Shalat Fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya”. Di antara alasan mengapa shalat dua rakaat yang terbilang ringkas dan ringan ini memiliki keutamaan yang menakjubkan adalah karena shalat ini ini adalah shalat sunah yang paling istikamah dikerjakan oleh Rasulullah, shalat sunah yang paling dicintai, dan dalam kitab al-‘Urfu asy-Syadzi Syarh Sunan at-Tirmidzi disebutkan bahwa Shalat Fajar adalah shalat sunah muakad yang paling muakad.
| BACA JUGA: AMAL RINGAN BERPAHALA BESAR BAGIAN (2)
POSTING DAN SHARING KEBAIAKAN
Dakwah atau mengajak orang lain melakukan kebaikan mungkin di benak kita masuk kategori amal yang sukar dikerjakan, akan tetapi, untuk zaman ini, kiranya bisa kita kategorikan sebagai amal ringan yang mudah dilakukan. Cukup bermodal seruan, ajakan, takarir, dan juga mungkin poster kebaikan, sudah bisa kita posting dan share sebanyak-banyaknya melalui media sosial pribadi kita masing-masing. Sederhana dan ringan, bukan? Akan tetapi, pahala dan keutamannya sungguh sangat menakjubkan.
Nabi bersabda “Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun” (HR Muslim).
MENYINGKIRKAN PERKARA YANG MEMBAHAYAKAN
Perkara yang membahayakan kerap kali kita jumpai di fasilitas umum, baik di jalan, taman, dan tempat-tempat yang lain. Tak jarang sebagian orang yang lengah atau tidak mengetahuinya terjatuh dan terluka sebabnya. Karena itulah ketika umat Islam menjumpai hal-hal tersebut, ia disunahkan untuk menyingkirkannya sesegera mungkin, mulai dari batu di tengah jalan, duri di taman kota, atau paku yang dapat membuat ban kendaraan bocor. Ketika ia ikhlas melakukan perkara tersebut dengan niatan tulus ingin menyelamatkan sesama manusia, maka kata Nabi balasan orang tersebut adalah surga Allah. Nabi bersabda, “Barangsiapa menyingkirkan gangguan dari jalan kaum Muslimin, maka akan dicatat untuknya satu kebaikan dan siapa saja yang diterima darinya satu kebaikan maka ia akan masuk surga.” (HR Bukhari).
MEMBERI MAKAN ATAU MINUM HEWAN
Ada begitu banyak cerita dan riwayat sahih yang mengisahkan seseorang yang memberi makanan atau minuman pada hewan kemudian Allah ampuni dosa-dosa orang tersebut dan memasukkannya ke dalam surga-Nya bersebab amal ringan yang dilakukannya itu. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Telah diampuni seorang wanita pezina yang lewat di depan anjing yang menjulurkan lidahnya pada sebuah sumur. Dia berkata ‘Anjing ini hampir mati kehausan’. Lalu dilepaslah sepatunya kemudian diikatlah dengan kerudungnya lalu ia memberinya minum. Maka wanita itu diampuni karena memberi minum.” (HR Bukhari).




