LETAK GEOGRAFIS DAN PENAMAAN
Pada tulisan pertama, kita telah mengetahui apa alasan Andalusia dipilih sebagai objek pembebasan oleh umat Islam saat itu. Nah, di bagian kedua ini kita akan membahas bagaimana kondisi Andalusia secara geografis. Hal ini agar bisa sedikit memberikan gambaran bagaimana sulitnya perjuangan umat Islam dalam membebaskan Andalusia.
Selain itu, kita juga akan mengetahui bagaimana sejarah penamaan Andalusia. Sebuah wilayah di selatan Eropa yang pernah menorehkan tinta emas dalam peradaban umat Islam. Dengan kembali mengulasnya, semoga bisa menjadi semacam pemantik semangat umat Islam untuk kembali berjaya. Tentu dengan cara dan jalan yang menyesuaikan perkembangan zaman.
Ya, Andalusia hari ini terletak di Spanyol dan Portugal, atau juga biasa dikenal sebagai Semenanjung Iberia. Luas kedua negara ini sekitar 600.000 KM², atau sekitar 2/3 negara Mesir.
Semenanjung Andalusia dipisahkan dengan Maroko oleh sebuah selat yang semenjak era penaklukan Islam dikenal dengan selat Gibraltar. Sedangkan para penulis dan sejarawan Arab lebih mengenalnya dengan sebutan Dar az-Ziqaq. Selat ini memiliki lebar 12,8 KM antara Centia dan Gibraltar.
Semenanjung Iberia terletak di bagian tenggara Eropa, di atas daratan segitiga yang semakin menyempit apa bila kita berjalan ke arah timur, dan semakin melebar apabila kita berjalan menuju arah barat. Di bagian selatan, semenanjung ini berbatasan dengan Prancis dengan dibatasi barisan pegunungan yang dikenal sebagai pegunungan Bartat.
Air laut mengelilingi wilayah ini dari segala penjuru yang menyebabkan bangsa Arab menyebutnya sebagai Jazirah al-Andaluisa atau Pulau Andalusia. Laut Tengah meliputinya dari arah timur dan tenggara, kemudian laut Atlantik meliputinya dari sisi barat laut, barat dan utara. Sehingga pegunungan Pirenia adalah satu-satunya perbatasan darat yang menghubungkan semenanjung ini dengan Eropa. Karena di utara ia bertemu dengan laut Atlantik dan di selatan ia bertemu dengan laut Tengah (Mediteranian Sea).
| BACA JUGA : TAHUN 92 HIJRIYAH PEMBEBASAN ANDULISIA (1/5)
Pegunungan Pirenia yang menjadi pemisah antara Prancis dan Spanyol membuat seolah-olah semenanjung ini membalikkan wajahnya membelakangi Eropa dan mengarah ke arah Maroko. Inilah yang kemudian disepakati oleh para geografis Muslim, bahwa Andalusia sebenarnya adalah kelanjutan dari Afrika dan bukan bagian benua Eropa. Apalagi telah diketahui bahwa semenanjung ini memiliki banyak kesamaan ekologis (tanaman dan hewan) dengan Maroko. Khususnya kota Centia dan Tangier.
Di dalam semenanjung ini sendiri, kita berhadapan dengan sebuah daratan tinggi yang dikenal sebagai Maseta, yang dilintasi oleh pegunungan horizontal yang dipenuhi oleh banyak sungai yang mengalir, seolah-olah ia hidup di atas jalur-jalur air.
Pertanyaan selanjutnya, mengapa wilayah ini diberi nama Andalusia?
Konon ada beberapa suku kanibal yang berasal dari bagian utara Skandinavia, dari kawasan Swedia, Denmark, Norwegia dan sekitarnya. Mereka menyerang kawasan Andalusia dan hidup di sana dalam kurun waktu yang cukup lama.
Ada pula yang berpendapat bahwa suku-suku itu datang dari wilayah Jerman. Tapi yang penting bagi kita adalah kabilah-kabilah ini dikenal sebagai suku-suku Vandal atau Wandal dalam bahasa Arab. Sehingga wilayah ini pun dikenal Vandalasia mengikuti nama suku-suku yang hidup di sana. Seiring perjalanan waktu, nama ini berubah menjadi Andalusia.
Suku-suku tersebut sangat dikenal kekejamannya, sehingga kata vandalism dalam bahasa Inggris memiliki makna kekejaman, keganasan dan kerusakan. Kata ini juga bermakna cara hidup kuno atau tidak modern, inilah pengertian dan ideologi yang ditanamkan oleh suku-suku Vandal tersebut.
Suku-suku ini kemudian keluar meninggalkan Andalusia yang kemudian dikuasai oleh kelompok-kelompok kristen lainnya, yang dalam sejarah dikenal dengan nama Goth atau Goth Barat, mereka terus menguasai Andalusia hingga kehadiran kaum muslimin di sana.




