Pada zaman ini muslimah dimanjakan dengan berbagai alat kecantikan. Bermacam-macam iklan terus mempromosikan produk demi menarik minat muslimah. Mereka menjanjikan kepada konsumen untuk tampil percaya diri ketika berinteraksi dengan orang lain. Ternyata mindset ini melekat di kalangan muslimah, tidak hanya pada yang muda, tetapi juga pada yang sudah berkeluarga.
Contoh kecilnya, skincare, serangkaian kegiatan perawatan kulit yang mendukung kesehatan dan kecantikan kulit yang digemari oleh kaum hawa saat ini. Ada berbagai macam skincare yang umum digunakan, termasuk sabun cuci muka hingga tabir surya. Berbagai media ramai memperbincangkan manfaat skincare. Bahkan, terdapat produk khusus untuk wanita berhijab.
Cantik merupakan kata yang selalu diidamkan oleh perempuan agar selalu melekat pada dirinya. Sebab kecantikan memang identik dengan perempuan, tak terkecuali para muslimah. Namun, kecantikan jasmani tidak menjadi prioritas utama dalam agama Islam. Kecantikan rohani atau yang disebut inner beauty yang seharusnya menjadi tujuan para muslimah, karena kecantikan rohani akan selalu melekat sepanjang hayat serta bisa mempengaruhi terhadap kecantikan jasmani.
Ada yang seharusnya diperhatikan bagi perempuan, bahwasanya cantik itu muncul dari dua unsur yaitu, jasmani dan rohani. Jika selama ini kecantikan seseorang hanya dinilai dari segi fisik saja, itu artinya kecantikan seorang perempuan masih berupa kepalsuan.
Rasulullah bersabda, ‘’Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk fisik dan harta kalian, tetapi pada hati dan perbuatan kalian.’’ (HR Muslim). Kecantikan wajah tidak menjadi barometer orang itu dikatakan baik. Begitu juga sebalikanya, wajah yang jelek tidak mengindikasikan bahwa hatinya juga jelek.
Seorang ibu perlu mengajarkan pada buah hati bagaimana mempercantik rohani sejak dini, bukan malah memanjakan fisik dengan alat-alat kecantikan. Membatasi sang buah hati menggunakan alat kosmetik secara berlebihan, agar tidak terjebak pada tradisi jahiliyah. Jika kebiasaan mempercantik diri tidak segera dihentikan, dikhawatirkan kebiasaan tersebut terus berlanjut hingga dewasa. Lebih parah lagi jika mereka sudah berpikir bahwa keindahan merupakan hal yang harus diperhatikan.
Muslimah yang menginjak usia remaja jangan sampai terpengaruh omongan orang-orang sekitar mengenai penampilan fisiknya. Tidak perlu mengikuti penampilan teman-temannya yang melanggar syariat Islam. Apalagi, terkadang muslimah remaja rela menghamburkan harta demi perawatan wajahnya. Seharusnya, bagi muslimah remaja menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan keilmuan, memperbaiki akhlak, dan menutup auratnya.
Kekhawatiran berlebihan bahwa fisik yang tidak menarik akan sulit mendapatkan jodoh, perlu dihilangkan. Lelaki yang baik akan memilih perempuan yang baik, bukan hanya cantik sebagai pendampingnya. Prioritas utama dalam mencari istri adalah kecantikan rohani bukan cantik secara fisik. Rasulullah bersabda; “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah wanita yang bagus agamanya, niscaya engkau beruntung.”
|BACA JUGA : GENCARNYA SERANGAN TERHADAP SYARIAT
Bagi muslimah yang sudah menjalin hubungan rumah tangga, selayaknya dia tampil menawan di depan suaminya, bukan malah sebaliknya. Mayoritas muslimah salah paham mengenai pada siapa dia harus menampakkan kecantikannya. Ketika diajak menghadiri sebuah acara oleh suami, semua alat kosmetik digunakan untuk mempercantik diri, agar suaminya bangga memiliki istri yang cantik nan rupawan. Namun, ketika berada di rumah, dia malah berdandan seadanya, karena tidak akan ada yang menilai mengenai paras wajahnya selain suaminya.
Rasulullah bersabda, “Siapakah wanita yang paling baik?” Beliau menjawab, “(Sebaik-baik wanita) adalah yang menyenangkan (suaminya) jika ia melihatnya, menaati (suaminya) jika ia memerintahnya, dan ia tidak menyelisihi (suaminya) dalam hal yang dibenci suami pada dirinya dan harta suaminya.” (HR Ahmad, Hakim, Nasa’i, dan Thabrani).
Maka dalam konteks ini ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh muslimah agar menjadi ‘ratu kecantikan sejati’. Tidak hanya membuatnya cantik secara jasmani, tapi cantik secara rohani. Tidak hanya disenangi oleh manusia, tapi juga dicintai oleh Allah. Tidak hanya membuat laki-laki menatap, tapi juga menetap.
Kecantikan tidak diukur dari keelokan paras wajah apalagi sampai mengumbar aurat kepada lelaki bukan muhrim. Berdasarkan ajaran Islam, kecantikan wanita harus disimpan hanya untuk suaminya saja. Islam mewajibkan wanita agar mengenakan jilbab atau hijab dan diulur hingga menutupi dada.
Seorang wanita yang berhijab dengan pakaian panjang pastinya akan terlihat lebih anggun dan cantik dibandingkan wanita berpakaian minim yang mengumbar auratnya. Dengan memakai hijab, wanita juga tampak lebih terhormat. Allah berfirman dalam surah al-Ahzab ayat 59:
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ ذٰلِكَ اَدْنٰىٓ اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri–istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Mahapengampun lagi Mahapenyayang,” (QS. Al-Ahzab: 59).
Selanjutnya, kecantikan menurut Islam berbanding lurus dengan ketakwaannya pada Allah. Dengan takwa dan iman, dia selalu berusaha membentengi diri dari perbuatan hina, tercela, dan maksiat, sebaliknya akan memperbanyak amal ibadah dan perbuatan terpuji. Maka dari itu, bila telah terbangun niat untuk mempercantik diri secara lahiriah, hendaknya juga melandasinya dengan meningkatkan kecantikan batiniah dengan tawakal, iman, dan akhlak mulia.
Kecantikan hakiki adalah kecantikan akan kepribadiaan, baik yang terpancar dari hati, pemikiran, maupun tingkah laku yang mencerminkan keanggunan, dan kewibawaan seorang wanita. Jadi, kecantikan dalam al-Quran dan Islam bukan dilihat pada kecantikan fisik dan rupa semata, tetapi lebih pada kecantikan sifat, tabiat, kebaikan hati, dan akhlak. Muslimah tidak perlu takut terlihat tidak cantik, karena setiap wanita itu cantik dan indah apabila mempunyai akhlak yang indah. Buat apa rupa dan fisik cantik tapi hati tidak cantik. Kecantikan fisik dan rupa akan hilang seiring waktu dan usia berlalu, kecuali kecantikan hati yang akan tetap bertahan meski usia sudah tidak muda lagi.




