Manfaat air susu ibu (ASI) ternyata tidak hanya terfokus untuk si bayi, namun juga bagi ibu yang menyusui. Dalam satu hadis disebutkan bagaimana ulama kita begitu detailnya menggambarkan fase-fase kehamilan wanita, mulai dari saat mengandung hingga waktunya menyapih. Uniknya, jika Anda teliti, setiap proses dalam fase-fase tersebut seakan sangat sinkron, menyesuaikan kekuatan fisik wanita normal kebanyakan.

Imam Ibnu Katsir mengutip perkataan Shahabat Abdullah bin Abbas, beliau berkata: “Jika seorang wanita melahirkan pada usia kehamilan 9 bulan, maka cukup bagi anaknya menyusu selama 21 bulan. Jika ia melahirkan pada usia kehamilan 7 bulan, maka anaknya cukup menyusu selama 23 bulan. Dan jika ia melahirkan pada usia 6 bulan kehamilan, maka harus 2 tahun penuh. Berdasarkan firman Allah:

وَحَمْلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهْرًا

“Dan mengandung sampai menyapih adalah tiga puluh bulan.” (QS al-Ahqaf: 15).” (HR Ibnu Hatim). Berikut ini beberapa manfaat yang biasa dialami para ibu menyusui, meski kadang lebih sering tidak disadari.

Bangun Emosional Bayi

Keuntungan pertama bagi ibu menyusui, membantu menghentikan pendarahan setelah melahirkan. Keuntungan psikologis, menyusui dapat membangun ikatan emosional antara ibu dan bayinya. Ini sangat membantu perkembangan kecerdasan emosional sang anak ketika memasuki dunia pendidikan.

Cegah Kanker Payudara

Menyusui bagi ibu bayi tidaklah membuat payudara menjadi jelek dan kurang menarik lagi bagi suami. Menurut Abd-Aldaem Al-Kheel, peneliti kesehatan wanita, banyak studi yang dilakukan di tiga puluh negara menunjukkan ibu yang menyusui bayinya jarang terkena kanker payudara.

Atasi Kanker Rahim

Rahim melebar dua puluh kali selama kehamilan dan melahirkan. Penelitian menunjukkan, menyusui bermanfaat untuk membantu rahim kembali ke ukuran normal. Sebaliknya, ibu yang tidak menyusui ukuran rahimnya sulit kembali ke bentuk normal. Menyusui juga melindungi dari kanker rahim.

Kurangi Berat Badan

Penyusuan alami pada bayi bermanfaat membantu ibu untuk mengurangi berat badannya, sehingga dapat terhindar dari kegemukan pada masa-masa awal pasca melahirkan hingga saat menyusui. Proses menyusui bahkan bekerja sebagai analgesik (patirasa)  alami yang dapat meminimalkan rasa sakit bagi ibu sendiri.

Baca Juga; Manfaat Hijab dalam Tinjauan Medis

Tidak Ribet & Praktis

Satu ini yang sering tak disadari, ASI bagi bayi lebih mudah dicerna dan tidak pernah basi. Meski ibu bayi tidak menyusui anak bayinya berharihari, tekstur ASI tetap hangat saat dikonsumsi. Bandingkan dengan susu formula yang akan basi bila tidak segera dikonsumsi dalam waktu tertentu.

Kuatkan Mental Bayi

Normalisasi mental bayi juga terpicu dari proses menyusui. Anak yang sering disusui ibunya, akan tumbuh sebagai anak yang tidak terlalu mengkhawatirkan hidup. Sedangkan anak yang tidak disusui, cenderung murung dan sulit bergaul, bahkan mudah emosi. Kandungan enzim khusus (lipase) dalam ASI dapat mempercepat pertumbuhan fisik hingga tahun kedua sejak lahir.

Salman Alfarisi/sidogiri

Spread the love