Perhatian terhadap pentingnya arsip bagi kehidupan berbangsa dan bernegara perlu diwujudkan dalam bentuk visual sebagai rekaman memori kolektif bangsa dan bahan pertanggungjawaban nasional. Di Indonesia sendiri, hal ini diwujudkan dengan adanya Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
ANRI merupakan salah satu lembaga pemerintah nonkementerian yang dibentuk dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan dibidang kearsipan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undanganyang berlaku. ANRI memiliki tugas yang sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan saat ini, hal ini dikarenakan arsip sendirimemiliki fungsi yang sangat vital sebagai memori kolektif bangsa.
AMANAH MENJAGA ARSIP NAGARA
Melalui arsip, dapat tergambar perjalanan sejarah bangsa dari masa ke masa. Memori kolektif tersebut juga sebagai identitas dan harkat sebuah bangsa. Kesadaran akademis yangdilandasi oleh beban moral untuk menyelamatkan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban nasional sekaligus sebagai warisan budaya bangsa, dapat menghindari hilangnya informasi sejarah perjalanan sebuah bangsa, serta harkat sebagai bangsa yang berbudaya. Oleh karena itu, edisi kali ini, kami akan mengajak Anda untuk menjelajah salah satu lembaga penting negara yang satu ini.
ANRI DARI MASA KE MASA
Dalam sejarah, ANRI secara de facto mengalami beberapa perubahan semenjak pertama kali diresmikan pada tanggal 28 Januari 1892. Diawal berdirinya, instansi ini didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda dengan nama Landarchief dengan tujuan untuk memelihara arsip-arsip pada masa itu, kepentingan administrasi dan ilmu pengetahuan, serta membantu kelancaran pelaksanaan pemerintahan. Setelah masa penjajahan Belanda usai, lebih tepatnya ketika tentaraJepang mulai memasuki dan menjajah Indonesia, instansi ini kemudian beralih nama menjadi Kobunsjokan. Masa ini merupakan masa yang sepi dalam dunia kearsipan, karena pada masa itu hampir tidak mewariskan peninggalan arsip. Oleh karena itu, Arsip Nasional RI tidak memiliki khasanah arsip pada masa pendudukan Jepang.
Ketika Indonesia mengumumkan kemerdekaannya, pemerintah resmi mengambil alih instansi ini sebagai aset negara. Maka secara yuridis (menurut hukum), keberadaan lembaga kearsipanIndonesia dimulai sejak saat itu, di mana proklamasi kemerdekaan pertama Indonesia dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 dengan nama Arsip Negeri. Namun tidak bisa dipungkiri, bahwa keberadaan dan perkembangan Arsip Nasional RI merupakan hasil dari pengalaman kegiatan dan organisasi kearsipan pada masa pemerintah Kolonial Belanda (Landarchief) dan produk-produk kearsipannya.
Pada tahun 1947, ketika Belanda melancarkan agresi militernya, dan berhasil menduduki sebagian besar wilayah Indonesia, keberadaan Arsip Negeri diambil alih kembali oleh pemerintah Belanda. Nama lembaga Arsip Negeri berganti lagi menjadi Landsarchief. Dua tahun berikutnya, Setelah Konferensi Meja Bundar pada tanggal 27 Desember 1949, Pemerintah Belanda melaksanakan pengembalian kedaulatan kepada Pemerintah Republik Indonesia, termasuk pengembalian lembaga-lembaga pemerintah. Pemerintah lalu meresmikan lembaga ini dengan nama Arsip Negara. Pada tahun 1959, Arsip Negara diganti dengan Arsip Nasional pada masa kepemimpinan Drs. R. Mohammad Ali.
| BACA JUGA: SAHABAT NABI DARI INDIA,MITOS ATAU FAKTA?
Pada tahun 1967, pemerintah meresmikan Arsip Nasional di bawah Wakil Perdana Menteri bidang lembaga-lembaga politik. Pada tahun itu jugamerupakan suatu periode yang sangat penting bagi Arsip Nasional, karena sesuai dengan keputusan Presiden tanggal 2 Desember 1967, bahwa Arsip Nasional ditetapkan sebagai Lembaga Pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Perubahan nama kembali digelar, yaitu Arsip Negara Republik Indonesia sampai sekarang.
ARSIP STATIS DAN DINAMIS
Kearsipan dalam lembaga ini terbagi menjadi dua: arsip statis dan arsip dinamis. Arsip statis adalah arsip yang dihasilkan oleh pencipta arsip karena memiliki nilai guna kesejarahan, telah habis retensinya, dan berketerangan dipermanenkan yang telah diverifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Arsip Nasional Republik Indonesia atau lembaga kearsipan. Merupakan arsip bernilai guna kesejarahan yang telah diserahkan oleh pencipta arsip,baik dari kementrian, BUMN, organisasi politik, atau perorangan. Pengelolaan arsip statis telah melalui serangkaian tahapan agar dapat diakses oleh publik. Contoh laporan statis seperti laporan tahunan, notula rapat, gambar foto atau peristiwa.
Sedangkan arsip dinamis adalah arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pencipta arsip dan disimpan selama jangka waktu tertentu. Sistem kearsipan di sini dengan menjaga arsip agar efisien, efektif, dan sistematis yang meliputi penciptaan, penggunaan dan pemeliharaan, serta penyusutan arsip. Adapun pengelolaannya arsip dinamis meliputi: arsip vital, arsip aktif, dan arsip inaktif.
LAYANAN DIORAMA
Selain itu, ANRI juga memberikan layanan diorama (benda miniatur tiga dimensi menggambarkan suatu pemandangan atau suatu adegan). Bernuansa sejarah perjalanan bangsa dari masa ke masa, mulai dari masa kejayaan Nusantara, perjuangan melawan penjajah, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, dan masa reformasi melalui perpaduan arsip, seni, dan teknologi. Tujuan utamanya memperkenalkan arsip kepada masyarakat dengan cara yang mudah dipahami dan menarik.
Di sini, pengunjung atau masyarakat bisa menggunakan beberapa fasilitas, seperti digital book dengan berbagai katalog seperti berbagai peristiwa serta profil tokoh nasional yang berperan dalam sejarah perjalanan bangsa. Disudut yang lain, pengunjung akan dibawa ke suasana yang bernuansakan pergerakan tokoh-tokoh pemuda pada awal tahun 1908 hingga tahun 1928. Catatan sejarah dalam bentuk grafis juga ditampilkan pada panel-panel yang ditempatkan pada dinding dan kolom, Naskah Sumpah Pemuda merupakan salah satu di antaranya. Pengunjung juga akan menemukan peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia dengan menampilkan Ibu Fatmawati yang sedang menjahit Sang Saka Merah Putih. Sebelum keluar, pengunjung biasanya diajak menyaksikan film tentang sejarah perjuangan bangsa sejak tahun 1942 hingga sekarang.




