Jeruk bali atau pomelo merupakan jeruk penghasil buah terbesar. Meski memiliki nama khas yang disandarkan pada Pulau Dewata, asal-usul buah ini ternyata bukan dari Bali. Kalau pun ada salah satu wilayah di Indonesia yang dikenal sebagai sentra budidaya jeruk bali, wilayah tersebut bukanlah Bali, melainkan Magetan. Sementara itu di Bali, tempat di mana jeruk ini memiliki nama, nyatanya sangat sedikit bahkan hampir sulit menemui sentra budidaya buah satu ini. Makanya, oleh Kementerian Pertanian dipopulerkan dengan nama pomelo karena jeruk ini tidak ada kaitannya dengan Provinsi Bali. Jeruk bali sendiri diketahui hanya bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dengan ketinggian 400 meter di atas permukaan laut. Jika dibudidaya pada dataran tinggi, pertumbuhannya cenderung vegetatif dan rasa buahnya agak pahit, selain itu pohonnya juga rawan terkena serangan penyakit cendawan atau jamur.
Uniknya, buah yang bernama lain pomelo ini merupakan jenis buah sitrus terbesar yang beratnya bisa mencapai 1-2 kg dengan rata-rata diameter buah di kisaran 15-25 sentimeter. Memiliki kulit luar berwarna hijau kekuningan, sementara kulit dalamnya tebal dan berwarna putih. Daging buahnya berbulir dengan warna merah atau oranye dengan rasa yang cenderung terasa manis bercampur asam dan sedikit pahit. Nutrisi yang terkenal dalam kandungan jeruk bali adalah vitamin C, vitamin B, serat, serta protein yang tinggi. Maka tak mengherankan jika buah yang satu ini sangat baik untuk Anda konsumsi setiap hari. Kombinasi segala nutrisi tersebut memberikan beragam keuntungan bagi tubuh Anda. Berikut sejumlah manfaat jeruk bali untuk kesehatan Anda:
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Kandungan antioksi dan dan vitamin dalam jeruk bali berfungsi untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Apabila daya tahan tubuh tetap terjaga, maka Anda akan terhindar dari berbagai macam penyakit, khususnya penyakit infeksi, seperti flu dan diare.
Menurunkan Risiko Batu Ginjal
Batu ginjal terjadi ketika terbentuk material keras menyerupai batu di dalam ginjal. Batu tersebut merupakan limbah zat-zat dalam darah yang disaring ginjal, kemudian mengendap dan akhirnya mengkristal. Pengendapan biasanya terjadi karena Anda tidak mengonsumsi air secara rutin. Nah, dengan mengonsumsi buah yang kaya akan air dan kadar sitrat seperti jeruk bali, risiko Anda mengalami batu ginjal bisa diminimalkan.
| BACA JUGA: MEMPRODUKSI KESESATAN ILMIAH
Mengurangi Risiko Kanker
Banyak penelitian yang menunjukkan adanya keterkaitan buah jeruk bali dengan menurunnya risiko terkena penyakit kanker. Hal ini karena jeruk bali mengandung senyawa flavonoid yang bisa melindungi tubuh dari seranga kanker. Flavonoid merupakan sejenis antioksidan yang berperan penting dalam mencegah pertumbuhan sel kanker.
Mencegah Penyakit Jantung
Salah satu manfaat jeruk bali untuk kesehatan yang lain adalah menurunkan risiko penyakit jantung. Kandungan vitamin C pada jeruk bali berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung. Agar mendapatkan hasil yang optimal, sebaiknya mengonsumsi jeruk bali secara teratur. Dengan begitu, jenis jeruk satu ini dapat secara efektif mengurangi jumlah kolesterol dalam tubuh.
Kontrol Tekanan Darah
Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi di mana tekanan darah di atas rata-rata. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan yang meningkatkan risiko penyakit kronis. Beberapa gejala yang paling sering dirasakan penderita hipertensi seperti sakit kepala, lemas, masalah penglihatan, hingga sesak napas.
Seseorang yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi juga sering dikaitkan dengan kolesterol tinggi. Akibatnya, hal ini dapat memicu beragam penyakit lain, seperti jantung dan stroke. Nah, salah satu manfaat jeruk bali juga untuk mengontrol darah dengan kandungan kalium di dalamnya. Kandungan kalium yang merupakan nutrisi utama akan mengatur tekanan darah. Kandungan kalium ini juga bisa membantu melepaskan ketegangan di pembuluh darah dan membantu sirkulasi darah dan oksigenasi dari berbagai sistem tubuh. Silakan mencoba!



