Hari jumat adalah hari agung yang Allah khususkan untuk umat Islam. Salah satu syariat yang Allah anugerahkan di hari yang mulia ini adalah shalat Jumat.
Di hari yang agung ini, umat Islam juga bisa meraih banyak keberkahan melalui banyaknya kesunahan yang bisa ia lakukan semenjak pagi hari. Berikut beberapa kesunahan sebelum menunaikan ibadah shalat Jumat yang apabila dikerjakan dengan baik akan banyak melahirkan beragam keberkahan.
Mandi sebelum bergegas pergi
Seseorang yang hendak menunaikan ibadah shalat Jumat, kendatipun dirinya sudah bersih dan rapi, ia tetap disunahkan mandi. Menurut fuqaha, hukum sunah yang terkandung dalam mandi ini adalah sunah muakkad. Adapun waktu sunahnya dimulai semenjak terbitnya matahari di hari Jumat. Maka ketika ada seseorang yang hendak menunaikan ibadah shalat Jumat kemudian sebelum berangkat ia mandi terlebih dahulu, maka ia telah melaksanakan kesunahan. Sehingga dengan kesunahan mandi ini, ia akan mendapatkan keberkahan melalui ibadah shalat Jumat. Dalam hadisnya, Nabi bersabda “Barang siapa hendak menunaikan ibadah shalat Jumat, maka hendaklah mandi”
Berhias diri
Setelah badan bersih dan rapi sehabis mandi, kesunahan yang patut dikerjakan selanjutnya adalah berhias diri. Dalam kitab Ihyâ’ Ulumiddîn, Imam al-Ghazali memasukkan berhias diri ini sebagai salah satu sunah yang mesti dikerjakan oleh umat Islam di hari Jumat, lebih-lebih bagi mereka yang hendak menuju masjid menunaikan ibadah shalat Jumat. Adapun kesunahan berhias diri bisa dilakukan dalam tiga hal, yakni dalam berpakaian, membersihkan diri, dan menggunakan pewangi. Ketika seseorang bisa berhias diri khususnya pada hari Jumat ini maka ia pun akan mendapatkan banyak keberkahan. Salah satunya sebagaimana kata Imam asy-Syafii bahwa orang tersebut akan tampak lebih ceria dan bahagia.
| BACA JUGA: Tips Bertamu di Rumah Allah SWT (1)
Berpagi hari menuju masjid
Kesunahan selanjutnya yang bisa diaplikasikan sebelum menunaikan ibadah shalat Jumat adalah berusaha semampu mungkin agar bisa berangkat menuju masjid sejak pagi hari. Semaki pagi semakin berkah. Sebagian keberkahan tersebut tergambar lewat hadis yang sangat masyhur. Bahwa Nabi bersabda yang intinya setiap pahala dan keberkahan yang akan diperoleh oleh seseorang yang melaksanakan ibadah shalat Jumat itu berbeda antara satu dengan yang lainnya. Seseorang yang berangkat di pagi pertama akan mendapatkan pahala dan keberkahannya layaknya ia berkurban seekor unta. Sementara seseorang yang berangkat di pagi kedua, pahala dan keberkahannya seperti orang yang berkurban sapi. Adapun yang di pagi ketiga maka pahala dan keberkahannya seperti orang yang berkurban kambing.
Shalat Tahiyat Masjid dan beriktikaf
Setelah sampai di masjid, demi menyempurkan keberkahan selanjutnya, ia disunahkan untuk menunaikan shalat Tahiyat Masjid dan niat beriktikaf. Sebab dengan ini ia akan mendapatkan keberkahan di dalam ibadah dan pahalanya. Ibadahnya akan terasa lebih khusyuk dan nikmat. Sedang pahala yang akan ia peroleh jauh lebih banyak ketimbang mereka yang langsung duduk tanpa shalat Tahiyat dan niat iktikaf.
Mendengarkan isi khutbah
Mendengarkan isi khutbah adalah salah satu cara mendapatkan keberkahan saat menghadiri shalat Jumat. Seseorang yang seksama mendengarkan isi khutbah akan banyak mendapatkan petuah-petuah dan nasihat-nasihat agama, sehingga dengan demikian, pahala yang akan ia peroleh jauh lebih berbobot daripada mereka yang hanya duduk tanpa mendengarkan isi khutbah.
Berusaha berada di shaf pertama
Terakhir, sunah selanjutnya bagi seseorang yang sudah siap menunaikan ibadah shalat Jumat dan sudah beradadi dalam masjid adalah berusaha berada di shaf pertama, lebih-lebih bila bisa berada di belakang imam. Kata al- Ghazali, seseorang yang bisa berada di shaf pertama saat menunaikan ibadah shalat Jumat akan banyak mendapatkan keberkahan. Satu dari sekian banyak keberkahan tersebut adalah bisa mendapatkan ampunan dari Allah dari hari Jumat tersebut sampai hari Jumat selanjutnya.



