Muslimah! Tipu muslihat setan untuk menjerumuskan anak manusia tidak akan pernah selesai. Sudah menjadi tabiat setan, apapun yang terjadi manusia harus bertanggungjawab karena nenek moyang mereka telah dikeluarkan dari surga. Satu-satunya cara membalas dendam adalah dengan memasukkan manusia ke dalam neraka, mengikuti mereka yang telah terlaknat.
Di antara tipu daya setan yang terkenal ampuh menjerumuskan manusia, sejak zaman dahulu hingga sekarang, adalah menyerang titik terlemah manusia. Iblis sebagai nenek moyang setan tahu, bahwa Adam lemah ketika sendiri tanpa
ditemani Hawa. Begitu pula sebaliknya, Hawa lemah tanpa ada Adam di sampingnya. Maka hubungan antara laki laki dan perempuan menjadi godaan yang luar biasa ampuh bagi setan, dan terbukti berbahaya bagi manusia. Tidak heran bila banyak manusia yang terjerumus dalam hubungan terlarang ini.
Sebaliknya, hal yang paling ditakutkan setan adalah adanya sebuah pernikahan yang sah secara syariat. Karena pernikahan akan menghalalkan banyak hal yang haram. Pandangan yang awalnya bernilai dosa, dengan pernikahan berubah menjadi pahala. Ciuman yang awalnya terhitung dosa, dengan pernikahan berbalik menjadi pahala. Bahkan hubungan kumpul kebo yang awalnya zina, dengan pernikahan menjadi hubungan suami istri yang pahalanya luar biasa.
Betapa setan sangat terpukul ketika ada anak manusia melangsungkan pernikahan sesuai aturan syariat. Usahanya bertahun-tahun untuk menjerumuskan manusia seakan runtuh begitu saja. Karena ada puluhan atau bahkan ratusan pintu maksiat yang tertutup berkah adanya pernikahan. Dan realitas kehidupan masyarakat seakan mengamini. Banyak anak muda yang tejerumus dalam kubang kemaksiatan, berangsur-angsur pulih dan membaik, insaf dan bertaubat setelah melangsungkan pernikahan.
Tapi bukan setan namanya kalau menyerah begitu saja. Gagal menjerumuskan manusia di masa perjaka atau perawan, setan tidak pernah diam diri. Dia akan terus mengguncang kehidupan manusia setelah masuk dalam jenjang rumah tangga. Motifnya pun masih sama, yaitu dengan jebakan hubungan yang terlarang.
Bila sebelum menikah manusia masih labil, jadi akan mudah dijerumuskan. Tapi setelah menikah, benteng keimanan mereka semakin kuat. Saling menjaga satu sama lain antara sumai dan istri. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi setan. Bila tingkat kesulitan dalam menggoda manusia meningkat, tentu kepuasan dan kesuksesan mereka juga meningkat ketika berhasil menjerumuskannya.
Bagi para lelaki, mungkin sering terbesit di hati bahwa perempuan luar lebih cantik dari pada istri kita sendiri. Ini jelas rayuan dan tipu daya setan. Ketika bertemu seorang wanita, wanita itu terlihat begitu mempesona sehingga mengalahkan kecantikan istri sendiri. Padahal dalam pandangan orang normal, istrinya jauh lebih baik dari pada wanita lain itu.
| BACA JUGA : KETIKA CINTA MENEMUKAN ASA
Bahkan sampai menjadi sebuah adigium, bahwa rumput tetangga lebih hijau dari pada rumput di rumah sendiri. Padahal realitanya, tidak jarang istri sendiri jauh lebih anggun dari pada wanita selingkuhan yang dipilih. Tapi semua itu baru disadari setelah semuanya telah terjadi. Setelah rumah tangga hancur berantakan. Anak-anak menjadi korban seperti ranting kayu terhempas gelombang.
Tentu ini kesuksesan luar biasa bagi setan. Sebuah keluarga yang awalnya saling bantu dan saling mengingatkan, kini telah tercerai-berai hidup sendiri sendiri. Bahkan anak yang biasanya selalu dalam bimbingan orang tua, kini hatinya telah hampa dan remuk. Maka kesempatan kembali terbuka lebar bagi setan untuk menjerumuskan anak tersebut. Tidak heran bila anak dengan kondisi demikian, lebih rentan melakukan hal-hal yang terlarang.
Sekali lagi, pangkalnya adalah titik terlemah manusia pada hubungan terlarang antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, Rasulullah selalu mengingatkan kaum Hawa agar berhati hati dengan dirinya sendiri. Karena setan tidak akan diam ketika ada perempuan keluar rumah. Rasulullah bersabda:
المرأةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ
Perempuan itu aurat. Bila dia keluar (dari” rumahnya), maka setan akan menghiasinya.” ((HR. Tirmidzi
Maka sangat penting bagi orang tua untuk hati-hati menjaga anak-anaknya. Selalu doakan mereka agar selamat dari tipu daya setan. Serta didik dan bekali dengan ilmu agama yang cukup, agar tidak sampai terjerumus ke dalam kemaksiatan.
mengingatkan istrinya. Karena memang fitrah perempuan itu senang berhias diri. Itu adalah fitrah yang baik selama dilakukan dengan cara-cara yang baik dan tidak melampaui batas. Selalu saling mengingatkan, dan jadikan istri sebagai partner terbaik dalam melawan hegemoni setan. Jangan biarkan para istri malah dijadikan pion-pion setan di dalam menggoda anak Adam.
Begitu pula bagi para muslimah sendiri. Sadarilah bahwa di dalam diri kalian terdapat sesuatu yang sangat berharga; yaitu sebuah kehormatan. Kehormatan itu yang ingin dirusak dan dihancurkan oleh setan. Setan tahu, bahwa kehormatan itu akan hancur ketika diletakkan tidak pada tempatnya, diberikan kepada orang yang tidak berhak mendapatkannya.
Semoga kita semua, keluarga, sahabat, kerabat dan anak cucu kita diselamatkan dari tipu daya setan yang terkutuk. Amin.




