وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ
وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ
الْعَلِيمُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah bersama Isma’il (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Al-Baqarah:127)
***
Sejak masa Nabi Ibrahim, Allah telah memuliakan keberadaan Ka’bah dengan keberkahan doa beliau sebagaimana dikutip ayat di atas. Sehingga semua generasi penerus yang bertugas menjaga Ka’bah selalu berupaya untuk melayani Ka’bah dengan cara terbaik. Termasuk dalam hal kain kiswah apa yang akan dipakai untuk menyelimuti Ka’bah.
Pada abad ke-4 hijriyah, penggantian kiswah Ka’bah sudah rutin dilakukan setiap tahun. Waktu itu kiswah diproduksi oleh oleh Mesir, karena kualitas kainnya sangat tinggi dan terjamin. Hanya saja, kondisi politik waktu itu menuntut ibu kota Mesir sering berpindah-pindah, maka tempat pembuatan kiswah pun semakin bertambah mengikuti letak ibu kota yang baru. Ada Kota Fayum, Tanis, dan Kairo (distrik Kharnafasy).
Suatu ketika, pada tahun 362 H (972 M) seorang Khalifah Dinasti Fatimiyyah Mesir, al-Muiz li Dinillah, memerintahkan untuk mendirikan tempat khusus pembuatan kiswah di distrik Kharnafasy, Kairo. Dia ingin kiswah yang dibuat lebih baik dari pada kiswah yang ada sebelum-sebelumnya. Bukan sekadar terbuat dari kain biasa, melainkan ditambah dengan hiasan-hiasan mewah di sekelilingnya.
Atas dasar perintah itu, kiswah mulai dibuat dari sutra merah selebar 144 jengkal, ditambah 12 pita emas setiap sisinya, dan masing-masing pita dihiasi hiasan buah utrujah dari emas dan 50 permata sebesar telur burung dara. Ditambah permata-permata mahal, minyak wangi kasturi, dan tulisan kaligrafi ayat Al-Quran yang berkaitan dengan haji.
| BACA JUGA: KISWAH, AWAL MULA KAKBAH BERLAPIS KAIN
Ini adalah kiswah pertama yang berlapiskan emas. Dan termasuk kiswah paling mahal dibanding dengan kiswah sebelumnya. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat kiswah ini tidak tanggung-tanggung. Anggaran pembuatan kiswah mencapai 4.550 pound (sekitar 80 juta rupiah). Anggaran yang sangat luar biasa untuk ukuran masa itu.
Kiswah yang sudah jadi itu lalu diserahkan kepada Bani Syaibah, yang bertanggung jawab terhadap pengurusan Ka’bah. Bani Syaibah kemudian memasangkan kain kiswah yang baru ke Ka’bah dan menjual kain kiswah yang lama kepada jamaah haji sebagai berkah. Namun di kemudian hari, hal itu tidak diperbolehkan lagi oleh otoritas Saudi karena dianggap syirik. Karena itu, akhirnya kain kiswah yang lama disimpan di museum.
Pada 1924, suplai kiswah Ka’bah dari Mesir dihentikan. Raja Abdul Aziz dari Dinasti Saud mengambil alih pembuatan kiswah. Raja Abdul Aziz memerintahkan untuk membangun pabrik pembuatan kiswah di Ajyad—sebuah daerah dekat Masjidil Haram. Di sinilah kiswah pertama di era Kerajaan Saudi diproduksi di Makkah, yaitu pada 1926. Produks kiswah kemudian dipindah ke Umm al-Joud.
Pada 1935, pemerintah Mesir dan Arab Saudi membuat perjanjian baru terkait produksi kiswah. Sejak saat itu hingga 1963, produksi kiswah kembali dilakukan di Mesir. Baru setelahnya, Arab Saudi membangun kembali pabrik kiswahnya. Pada 1972, Fahd bin Abdul Aziz—yang saat itu menduduki posisi Wakil Ketua Majelis Kabinet dan Menteri Dalam Negeri Saudi di pemerintahan Raja Faisal- meletakkan batu pertama pabrik kiswah di pinggiran Kota Makkah. Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 10 hektare itu diresmikan pada 1977 atau masa pemerintahan Raja Khalid.
Kiswah Ka’bah membutuhkan 670 kilogram sutra berwarna hitam, 120 kilogram benang emas, dan 100 kilogram benang perak. Pada kain hitam tersebut dijahit ayat-ayat al-Quran—yang berkaitan dengan haji- dan ornamen atau hiasan dengan benang berlapiskan emas. Ornamen atau hiasan dalam Ka’bah itu tidaklah bersifat permanen. Ia bisa diganti dengan memperhatikan hal-hal yang lebih baik. Adapun dana yang dipakai untuk membuat kiswah mencapai 17 juta riyal atau setara dengan 66,3 miliar rupiah, dan itu sudah termasuk dengan bayaran pengrajinnya.




