• Facebook
  • Twitter
  • Gmail

1. Haramul-Qudsi asy-Syarif dalam kepercayaan umat Islam atau Temple Mount dalam kepercayaan orang Yahudi. Haramul-Qudsi asySyarif merupakan kompleks bangunan suci umat Islam yang dikelilingi tembok berbentuk persegi panjang di bagian timur dalam wilayah Kota Lama Yerussalem. Di dalamnya terdapat dua bangunan utama yaitu Masjid Al-Aqsa dan Qubbah Ash-Shakhrah (Dome of The Rock).

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

2. Masjid AlAqsha merupakan kiblat pertama umat Islam, bergaya arsitektur Islam awal dengan kubah berwarna hijau. Di sinilah lokasi peristiwa Mikraj yaitu diangkatnya Rasulullah ke Sidratul Muntaha. Israel berusaha memalsukan keberadaannya dengan mempropagandakan “Dome of the Rock” sebagai Masjid Al-Aqsha.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

3. Qubbah Ash-Shakhrah (Dome of the Rock) atau Masjid Kubah Kuning ialah masjid yang dipelopori oleh Khalifah Umar bin al-Khaththab ketika menaklukkan Baitul Maqdis melalui jendralnya, ‘Amr bin al-‘Ash, dan kemudian dibangun menjadi Masjid Kubah Kuning oleh Khalifah Malik bin Marwan dari dinasti Umawiyyah. Di dalamnya terdapat Shakhratul Mi’râj.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

4. Shakhratul Mi’râj yaitu sebuah batu besar yang menjadi tempat berpijak Rasulullah saat hendak melakukan Mikraj. Ketika Khalifah Umar menaklukkan Baitul Maqdis, ia menemukan Shakhratul Mi’râj terbuang dan tertimbun oleh sampahsampah dan kotoran orangorang Nashrani. Mereka sangat membenci Shakhratul Mi’râj karena ia merupakan kiblat orang-orang Yahudi yang merupakan musuh bebuyutan mereka.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

5. Batu terbang yang direkayasakan sebagai Shakhratul Mi’râj. Dan hal itu tidak benar.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

6. Tembok Buraq yaitu tembok yang diyakini sebagai tempat Rasulullah mengikatkan kendaraan ajaibnya, Buraq dalam peristiwa Isra Mikraj. Namun, orang Yahudi mengklaimnya sebagai Western Wall (tembok ratapan) untuk dijadikan sebagai tempat mereka berdoa dan meratapi dosadosa, bahkan juga dengan menyelipkan kertas doa di sela-sela batu tembok ratapan.

Ali Wafa Yasin/sidogiri