Ketika ada sepasang suami-istri yang baru saja mengarungi bahtera rumah tangga, pasti ada banyak ekspektasi yang menjadi mimpi dari masa depan keduanya. Dua dari sekian banyak mimpi itu adalah ingin segera memiliki penghasilan mandiri yang bersifat pribadi dan ingin segera dikaruniai buah hati.
Mimpi ini patut diapresiasi! Bermaksud memiliki pekerjaan pribadi agar sentosa dan tidak membebani. Bermimpi ingin segera mempunyai buah hati agar pernikahan lebih sempurna juga berarti. Namun sayangnya, belakangan ini banyak kita jumpai istri yang keliru sikap dalam hal membantu suami dan salah cara dalam mendidik juga merawat buah hati. Jika sudah salah, bukan tidak mungkin ia adalah penyebab utama terjerumusnya seorang suami dan buah hati ke dalam panasnya jurang neraka yang berapi-api.
Muslimah, untuk menjadi seorang istri, Anda harus cerdas lagi tegas! Jangan sampai salah cara dalam langkah maupun tindakan. Ingat ya, di balik suami dan buah hati yang hebat, ada seorang istri yang harus selalu bersemangat. Maka harus direnungi dalam-dalam bahwa hubungan pernikahan adalah ibadah sakral yang paling lama. Sepanjang hidup adalah temponya. Maka atas dasar itulah, harus disadari betul bahwa, cekcok antar pasangan adalah hal yang biasa. Bersengketa, bersilang pendapat, dan berbeda cara adalah keniscayaan yang harus diterima.
Dalam urusan sandang, pangan, dan papan, istri harus cerdas lagi tegas. Cerdas memotivasi suami agar bersemangat mencari nafkah. Tegas mengingatkan suami agar yang dicari adalah perkara baik yang jelas kehalalannya.
Sekarang ini menjadi kaya sudah tidak sesulit dahulu kala. Ada banyak cara yang memudahkan semua orang untuk memiliki banyak harta. Namun mengenai halal dan haramnya, seorang suami yang jarang diajak berkomunikasi oleh seorang istri kerapkali terlena. Maka untuk menjadi seorang istri yang baik, Anda tidak boleh lengah. Di sinilah letak kecerdasan dan ketegasan seorang istri yang paling menentukan. Anda harus selalu dekat dengan sang suami, sering sering bermusyawarah dengannya, dan dengan tegas, istikamah mengingatkan suami soal akhiratnya. Jangan sampai suami jatuh pada pekerjaan yang menjanjikan, tetapi faktanya, kerja dan hasilnya justru haram dan merugikan.
Dalam salah satu hadis riwayat Ibnu Majah, salah seorang shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?” Salah satu jawaban dari Nabi berbunyi begini, “Istri shalihah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat”.
Nah, dari hadis di atas, Anda bisa tahu dengan jelas bahwa, peran seorang istri untuk terus mengarahkan suami agar tetap baik dalam urusan akhiratnya itu sangatlah penting. Sehingga tidak tanggung-tanggung, Rasulullah menganggap perempuan yang demikian sebagai harta indah yang sebaiknya dimiliki oleh seorang suami. Wanita yang cerdas lagi tegas selalu mengedapankan urusan akhiratnya. Ia tidak akan tergiur apalagi tertipu oleh gemerlapnya pesona dunia, apalagi dari hasil yang haram. Pasti ia akan memilih, lebih baik hidup sederhana dengan hasil yang halal, ketimbang kaya raya, tetapi nahasnya kekayaan itu justru dihasilkan dari perkara yang diharamkan. Naudzubillah.
| BACA JUGA : BOLEHKAH KURBAN DI GANTI DENGAN UANG?
Selain harus cerdas dan tegas terhadap urusan suaminya, seorang istri yang shalihah juga perlu cerdas dan tegas kepada buah hatinya. Memang sudah menjadi fitrahnya, semenjak dini, seorang ibu adalah pemegang seni terbaik dalam hal merawat buah hatinya. Dibandingkan seorang ayah, sejak belia, anak lebih dekat kepada ibu tercintanya. Sosoknya yang lemah lembut barangkali menjadi alasan terkuat bagi seorang anak mengapa ia lebih lengket berdekatan dengan seorang ibu. Maka dari fakta inilah, siapa pun itu, seorang Muslimah yang berlaku istri sekaligus ibu tidak boleh salah dalam merawat anaknya,apalagi untuk sekelas zaman ini, yang entahlah, Anda lebih tahu daripada saya tentang semrawutnya zaman ini.
Maka jangan sampai gara-gara kasih sayang yang salah, seorang anak justru tumbuh dengan karakter yang buruk. Belajarlah tegas sekalipun anak menangis tanpa jeda. Sebab kata Habib Umar, untuk zaman sekarang orang tua wajib lebih ekstra. Semua yang dapat merusak akhlak dan masa depan anak ada dalam genggamannya. Jika kebetulan sang suami bekerja ke luar kota, kemudian seorang istri tidak cerdas dan tegas, membiarkan anaknya seharian penuh bermain game online misalnya, membiarkan anaknya joget-joget ria di platform tiktok umpamanya, dan posting posting konten nirfaedah juga, berpikir bahwa itu termasuk bagian dari kasih sayang dan memanjakan sang anak, maka patutlah bila itu semua disebut sebagai kasih sayang fatamorgana, yang mana sebab itulah, sang anak akan tumbuh dengan moral yang durjana.
Perhatian kepada anak ada batasnya. Pandai-pandailah mendidik anak. Jangan sampai punya pikiran, agar anak tidak rewel dan menangis terus, lebih baik dikasih smartphone saja, agar anak tidak capai gegara bertambah kegiatan sekolahnya, lebih baik cukup sekolah umum saja tanpa sekolah madrasah sebagai pelajaran bagi ilmu agamanya. Pikiran ini amat salah, sebab ini adalah awal dari kehancuran moral dan masa depan anaknya. Akhirnya anak buta agama. Dan bisa-bisa, mereka tumbuh melawan orang tua. Wal ‘iyadzu billah.
Belajarlah cerdas dan tegas, belajarlah tega kepada anak jika itu berkaitan dengan urusan akhiratnya. Ajarilah mereka ilmu agama. Berusahalah menjauhkan mereka dari hal-hal yang membikin mereka lalai pada syariat agama. Allah memerintah orang tua agar menjaga anak-anaknya dari api neraka. Allah Taala berfirman (artinya) “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim 06).
Maka sudah barang tentu, Wahai Istri yang baik, jadilah wanita yang shalihah; wanita yang cerdas dan tegas dalam segala hal yang bertalian dengan akhiratnya, baik terkait dengan urusan pribadinya, suaminya, begitupun buah hatinya.




