Naskah Ashtiname of Mohamed Menggunakan aksara dengan ukuran kecil. Bandingkan dengan surat-surat Rasulullah kepada para raja, semuanya ditulis ringkas dengan ukuran aksara yang besar dan bisa dilihat dengan jelas.
Saint Chaterine Monastery atau Biara Santa Katarina. Berada dalam wilayah kota Santa Katarina di Provinsi Sinai Selatan, Mesir. Tepatnya di mulut sebuah tebing di kaki gunung Santa Katarina. Biara beraliran Ortodoks Timur ini tercatat sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.
Biara Santa Katarina tampak dari gunung Thur Sina. Gunung Santa Katarina berdekatan dengan Jabal Thur atau gunungnya Nabi Musa Menurut tradisi tiga agama Samawi, di gunung ini Nabi Musa menerima 10 Perintah Allah (Ten Commandments)
Naskah paling kuno yang fokus mengkaji Ashtinme of Mohammed diterbitkan tahun 1630 oleh penerjemah Lebanon, Gabriel Sionita. Sionita melampirkan naskah berbahasa Arab berjudu “Al-‘Ahdu wasy-Syuruth allati Syarathaha Muhammad Rasulullah li Ahlil-Millah an-Nashraniyyah” lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa Latin
Dalam bukunya, “Beiträge zur Geschichte des Sinaiklosters im Mittelalter nach Arabischen Quellen” (1918) atau “Kontribusi terhadap Sejarah Biara Sinai pada Abad Pertengahan menurut Sumber-Sumber Arab”, orientalis Jerman, Benhard Moritz meraguan otentisitas Ashtiname of Mohammed. “Tanggal, gaya penulisan, dan konten menunjukkan bahwa surat itu tidak otentik,” ujarnya.
Robert Spencer, seorang aktvis kontra jihad yang sangat memusuhi Islam dan buku-bukunya dibredel di beberapa negara, juga tidak yakin bahwa Ashtiname of Mohamed valid. Dalam artikenya yang berjudul “The Hypocrisy of the Huffington Post’s Praise of Muhammad” di PJ Media (media politik sayap kanan Amerika), ia berkata, “Muhammad wafat tahun 632, sedangkan Muslim menaklukkan Mesir antara 639 s.d 641. Dokumen itu berbunyi ‘Tidak ada seorang pun boleh mengganggu umat Kristen’, jadi apakah para penakluk Mesir mengabaikan perintah Muhammad? Apakah Muhammad menulis dokumen ini karena dia meramalkan Muslim menginvasi Mesir?”
Naskah Ashtiname of Mohamed memuat banyak redaksi yang sangat janggal, terutama dalam pemakaian bahasa yang terlalu lunak, tidak seperti surat-surat Baginda Rasul yang lain. Dalam surat kepada Heraclius misalnya, Rasulullah dengan tegas menyatakan, “Masuklah Islam, Anda akan selamat. Masuklah Islam, Allah akan memberi Anda pahala dua kali. Jika tidak, Anda akan menanggung dosa para pengikut Arianisme!”
Arianisme merupakan doktrin heterodoks (bid’ah) dalam ideologi Kristen, yang dicetuskan oleh Arius (256-336 M), seorang pastor dari Aleksandria Mesir. Pada pergantian abad ke-4 Masehi, terjadi pertarungan sengit antar dua tafsir yang didasarkan pada teologi Ortodoks, yaitu Arianisme dengan Homoousianisme. Homoousianisme kukuh pada doktrin Tritunggal, bahwa Tuhan Bapa, Tuhan Anak/Yesus dan Roh Kudus merupakan satu kesatuan. Tafsir inilah yang disetujui dalam Konsilli Nicea tahun 325. Adapun doktrin Arianisme, yang menganggap bahwa Yesus adalah Tuhan Anak yang diperanakkan oleh Tuhan dalam suatu waktu–sehingga hakikat ketuhanannya tidak sama dengan Tuhan Bapa–akhirnya ditolak dan para pengikutnya divonis sesat dan dikucilkan.










