Ilustrasi relief Sassaniyah tahun 1840 di Firuzabad, menunjukkan kemenangan Ardashir I atas Artabanos IV dan pasukannya. Pasukan Ardashir I berjumlah 10.000 kavaleri, dengan beberapa dari mereka mengenakan baju rantai fleksibel yang mirip dengan baju besi Romawi.
Dinar emas Ardashir I tahun 230 M. Ardashir adalah putra dari Pabak bin Sassan yang merupakan leluhur dari Dinasti Sassaniyah.
Ghaleh Dokhtar atau The Maiden’s Castle, Iran. Dibangun oleh Ardashir I pada tahun 209 M, sebelum akhirnya mampu mengalahkan kekaisaran Parthia. Kastil ini terletak di lereng gunung dekat jalan Firouzabad-Kavar.
| BACA JUGA: JIWA MANUSIA DIUJI, ANTARA BAIK DAN KEJI
Wilayah kekuasaan kekaisaran Sassaniyah pada puncak kejayaannya di bawah kekuasaan Khosrow II. Dia dianggap sebagai raja Sassaniyah besar terakhir (shah) Iran. Memerintah dari tahun 590 sampai 628 M.
Benteng Sassania di Derbent, Dagestan. Sekarang tertulis dalam daftar warisan dunia UNESCO Rusia sejak 2003.
Perbatasan Romawi-Persia pada abad ke-4 hingga ke-7.
Piring abad ke-5 dengan adegan berburu dari kisah Bahram V dan Azadeh. Bahram V dikenang sebagai salah satu raja paling terkenal dalam sejarah Iran, karena pembatalan pajak dan utang publiknya pada acara-acara perayaan, dorongannya terhadap musisi, dan kesenangannya berburu.









