Siapa yang tidak tahu tanaman yang satu ini. Sebagai orang Indonesia, tentu kita sangat mudah sekali menjumpainya. Jahe atau yang dalam bahasa latinnnya dikenal dengan nama zingiber officinale adalah tetanaman rimpang Asia Tenggara yang sering kita jumpai di sekitar kita. Orang-orang biasa mengonsumsinya sebagai obat tradisional dan juga olahan bumbu dapur. Dikutip dari halodoc.com, jahe merupakan salah satu rempah-rempah yang paling sehat di dunia sehingga banyak orang di luar Asia yang berhasrat menginginkannya
Menurut jurnal dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health, mengenai khasiat jahe, ternyata ia memiliki potensi untuk mengobati sejumlah penyakit termasuk gangguan degeneratif (radang sendi dan rematik). Akan tetapi, sekali pun tanaman ini mengandung khasiat-khasiat yang dapat menyehatkan tubuh dan dapat mengobati segala macam penyakit, ternyata jahe juga memiliki efek samping yang lumayan banyak pula. Ada beberapa orang yang apabila mengonsumsinya, jahe tersebut justru akan membuat tubuhnya tidak sehat.
Wanita hamil
Sebenarnya, jahe sangat bagus apabila dikonsumsi oleh orang yang tengah hamil, lebih-lebih di trimester pertama. Khasiat yang akan dirasakan oleh wanita hamil saat mengonsumsinya adalah menurunkan rasa mual dan muntah-muntah yang berlebihan. Akan tetapi, jika ia salah waktu, salah racik dan terlalu banyak dalam mengonsumsinya,maka stimulan alami yang terdapat pada jahe tersebut justru akan membahayakan dirinya. Stimulan tersebut dapat menyebabkan kontraksi dini. Hal ini dapat berdampak buruk pada kehamilan seperti keguguran atau kelahiran prematur. Oleh karena itu, disarankan bagi wanita hamil (sebelum mengonsumsi jahe) agar berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis kandungan.
Orang yang akan melakukan tindakan medis
Efek samping yang dikandung oleh tanaman khas Asia Tenggara ini adalah dapat meningkatkan sirkulasi dan aliran darah. Makanya jika kebetulan Anda gemar mengonsumsi jahe akan tetapi Anda hendak melakukan tindakan medis seperti operasi misalnya, maka sebaiknya berhentilah terlebih dahulu mengonsumsi jahe. Sebab, jahe dapat meningkatkan risiko terjadinya pendarahan saat tindakan sehingga dapat memperlambat masa penyembuhan.
| BACA JUGA : MANUSIA DAN PERKARA GHOIB
Memiliki penyakit jantung
Bagi orang yang sehat bugar, mengonsumsi jahe secara rutin dan intens akan membuat stamina tubuh menjadi fresh dan segar. Bahkan, khasiat yang terkandung di dalamnya juga mampu menangkal bakteri dan virus tertentu sehingga bisa mengobati sekaligus mencegah seseorang dari sakit pilek dan flu. Akan tetapi, khasiat dan manfaat jahe ini tidak berlaku bagi orang yang mengidap penyakit jantung. Lebih-lebih apabila si pengidap penyakit jantung tersebut tengah mengonsumsi obat-obatan jantung. Maka si pengidap penyakit tersebut sangat diwanti-wanti agar tidak mengonsumsi jahe saat masa pengobatan. Sebab kandungan yang terdapat pada jahe berpotensi besar menurunkan efektivitas obat, sehingga tidak menutup kemungkinan kondis jantung tidak akan berdetak secara normal dan besar kemungkinan pula kondisinya perlahan akan memburuk.
Penderita diabetes
Terus terang, pada dasarnya jahe sangat bermanfaat bagi seseorang yang mengidap penyakit diabetes. Konsumsi jahe dapat menurunkan gula darah yang bermanfaat bagi penderita diabetes. Akan tetapi, masalah baru muncul apabila si pengidap tersebut salah racik dalam mengonsumsinya, terlalu berlebihan atau dikonsumsi bersamaan dengan obat diabetes yang sudah ada. Sehingga ketika demikian, besar kemungkinan jahe tersebut justru akan menyerang kadar gula yang terdapat dalam tubuh si pengidap diabetes.
Kadar gula darah secara drastis akan menurun dan menimbulkan serangkaian efek samping. Gula darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan lemas, pusing atau sakit kepala. Meminumnya bersama dengan obat diabetes juga dapat menyebabkan hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah secara berlebihan.




