Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: “KHAYALAN…”
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Esai Majelis Keluarga » “KHAYALAN…”
Esai Majelis Keluarga

“KHAYALAN…”

Khoiril Umam
Last updated: 6 Oktober 2021 4:58 pm
Khoiril Umam
Share
4 Min Read
Esai MAS DWY NAWAWI
Esai MAS DWY NAWAWI
SHARE

Imajinasi itu sangat liar, seliar rajawali di hamparan sabana. Sehingga, apa yang kita bayangkan seringkali lebih seru daripada apa yang kita lihat; apa yang kita simak lebih menjanjikan daripada apa yang kita saksikan.

Imajinasi itu berkelindan dengan rasa yang tak pernah bisa didefinisikan dengan jelas dan terukur. Sesuatu yang hanya kita dengar selalu memberikan ruang yang bebas bagi khayalan untuk berkreasi; menciptakan bentuk-bentuk imajinasi seluas-luasnya.

Bangsa kita pernah menjadi penggandrung sandiwara radio, kisah-kisah ksatria yang menjadi ‘betapa seru’ karena visualisasinya kita ciptakan sendiri dalam khayalan. Pada saat kita tidak melihat sesuatu secara langsung, maka lebih mudah bagi kita untuk membuat khayalan-khayalannya hingga pada tingkat yang paling liar sekalipun.

Karena itulah, ketika sebuah kisah dalam novel atau sandiwara radio diangkat menjadi film, maka begitu banyak orang yang kecewa. Ekspektasi dan khayalan penonton seringkali tidak bisa terwakili oleh visualisasi terbatas yang disajikan oleh sutradara.

Suara dubbing Ferry Fadli yang merajai sandiwara radio di era 80an jauh lebih mengesankan bagi generasi setengah tua ketimbang akting lincah  Rico Verald dalam berbagai sinema kolosal di era milenial ini.

Kita adalah umat dan bangsa yang kadangkala memang enggan untuk menyaksikan realita dengan mata kepala, lantaran takut kecewa. Realita seringkali tak seindah ekspektasi dan khayalan.

Maka kita kadangkala lebih suka mendengarkan cerita yang tentu saja penuh dengan bumbu di sana sini. Kita lebih suka mendengar cerita ular naga yang dusta ketimbang ular sanca yang nyata. Kita kadangkala lebih menyukai kebohongan yang manis daripada kejujuran yang pahit; kepalsuan yang seru daripada kesungguhan yang datar. Sebagaimana pula kita lebih menikmati keragu-raguan yang menyisakan harapan semu, kembang cambuk kepastian yang melenyapkan angan-angan fatamorgana.

Seseorang terlihat enteng dan merasa aman-aman saja Ketika melakukan keburukan karena dia lebih buka menikmati angan-angan pengampunan yang kemungkinannya sangat kecil, daripada menyadari dan menakuti yang kemungkinannya sanga besar, bahkan pasti.

Hal itu karena kebenaran dan kenyataan, sepasti apapun, seringkali diposisikan berada di bawah selera, satu, dua atau beberapa grade di bawahnya. Kebenaran itu terasa sebagai kepentingan lain, sedangkan selera adalah kepentingan sendiri. Sementara itu, masing-masing dari kita memiliki egosentrisme dengan tingkat ketebalan yang berbeda-beda.

Baca juga: “Terpaksa…”

Karena itulah kebenaran yang sudah pasti sekalipun kadangkala masih diopinikan sebagai sesuatu yang tidak pasti. Banyak bermunculan penganut relativisme bermuka dua. ‘’Surga dan neraka itu urusan Tuhan, bukan urusan kamu!’’. ‘’jangan suka menghakimi orang! Jangan berlagak jadi tuhan!’’

Apakah kalimat ini terlontar karena luapan Iman kepada tuhan? Barangkali tidak! Justru di situ tersirat Skeptisisme terhadap sekian banyak wahyu Tuhan yang jelas-jelas menegaskan bahwa tempat kekafiran, kesesatan dan kemaksiatan itu adalah di neraka! Hanya saja mereka melakukan eufemisme sekaigus pretensi, takut untuk terang-terangan. Tak siap dengan sanksi sosialnya yang terlalu tinggi. Skill hipokrisi yang sangat lihai!

Di negeri 62 ini memang banyak hal semu, termasuk orang beragama yang terkesan sangat alergi terhadap agamanya. Tentang itu, setidaknya, kita telah mendengar diksi bahwa ‘’Agama adalah musuh besar pancasila’’, padahal sebelum dan sesudahnya kita dak pernah mendengar kalimat ‘’pancasila adalah musuh besar agama. ‘’Sebuah diksi yang terlontar dari meja birokrasi punya potensi untuk menjadi diktum, jika kita melewatkannya begitu saja.

MAS DWY SADOELLAH

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

NGANTUK

“TERPAKSA…”

TAGGED:Esai MAjelis keluargaEsai Mas Dwy SadoellahImajinasiImajinasi Sangat LiarKhayalan...

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Piagam Madinah dan Ketegasan Rasulullah Dalam Toleransi PIAGAM MADINAH DAN KETEGASAN RASULULLAH DALAM TOLERANSI
Next Article Memelihara burung berkicau MEMELIHARA BURUNG BERKICAU
2 Comments 2 Comments
  • Miqdad yasin berkata:
    28 Desember 2021 pukul 5:00 pm

    alhamdulillah bisa baca esai beliau.

    Balas
    • Redaksi Redaksi berkata:
      1 Agustus 2022 pukul 8:32 pm

      Alhamdulillah. Jangan lupa share juga ke orang terdekat jika menurutmu artikel ini bermanfaat.

      Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d