Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: DEBAT ITU TIDAK BAIK
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Kajian » Kajian Resensi » DEBAT ITU TIDAK BAIK
KajianKajian Resensi

DEBAT ITU TIDAK BAIK

Redaksi
Last updated: 29 Juli 2022 1:14 pm
Redaksi
Share
4 Min Read
DEBAT ITU TIDAK BAIK
DEBAT ITU TIDAK BAIK
SHARE

Berbeda dalam menyikapi sesuatu merupakan keniscayaan dalam hidup. Bahkan, itulah yang menyebabkan hidup menjadi hidup dan terus berkembang. Hidup akan terasa hampa tanpa adanya perbedaan dalam menyikapi hidup. Hidup akan statis bila perbedaan dicegal dan ditutup.

Dari perbeaan cara menyikapi sesuatu dalam hidup ini debat muncul dan terus berlangsung. Seakan-akan debat merupakan corong dalam mempertemukan perbedaan dalam hidup, baik perbedaan yang memungkinkan dikompromikan atau perbedaan yang bersifat kontradiktif. Yang jelas, debat adalah salah satu jalan tengah dari perbedaan.

Sangat penting di sini kami tawarkan sebuah buku yang menguraikan debat agar debat itu berjalan secara proporsional. Buku itu adalah al-Jidâl wa al-Mirâ’ karya Muhammad Shalih al-Minajjat. Karena tidak dapat dipungkiri, bahwa konotasi debat itu memang cenderung negatif dan jarang akan menuai ending yang baik.

Baca Juga: Pilihan Tepat Buat Pemula

Buku setebal 64 hlm ini menyimpulkan bahwa debat itu sudah merupakan watak manusia yang sulit untuk dihilangkan. Oleh karena itu, jangan sampai dalam melakukan debat semata-mata memaksakan pendapat sendiri. Dalam berdebat kita harus mengedepankan tujuan mencari kebenaran. Bukan yang lain.

Untuk memperjelas masalah ini, buku yang ditulis Muhammad Shalih al-Minajjat ini menyuguhkan beberapa kisah para ulama. Di antara cerita itu, ada seorang ulama yang berdebat namun malah menginginkan pendapat lawan debatnya yang dijadikan kesimpulan. Adalah Imam asy-Syafii yang berdebat dengan salah seorang alim. Dalam debat itu berakhir dengan pendapat yang tidak bisa dikompromikan. Maka, kesimpulan masalahnya pun harus dua. Ajaibnya, ternyata masing-masing dari keduanya menginginkan pendapat lawan debatnya sebagai kesimpulan akhir.

Yang seperti demikian itu sudah biasa di kalangan ulama salaf. Dalam kitab Tarîkh Damasq disebutkan, bahwa dalam berdebat Imam asy-Syafii tidak pernah memaksakan pendapatnya sebagai akhir kesimpulan. Imam asy-Syafii berkata:

مَا نَاظَرْتُ أَحَدًا قَطُّ إِلَّا عَلَى النَّصِيْحَةِ وَمَا نَاظَرْتُ أَحَدًا فَأَحْبَبْتُ أَنْ يُخْطِئَ

” Aku tidak pernah mendebat seseorang kecuali semata-mata menyebar kebaikan. Aku tidak pernah mendebat seseorang lalu aku menginginkan orang itu salah”

Kata-kata ini menunjukkan, bahwa debat yang dilakukan oleh Imam asy-Syafii itu semata-mata hanya ingin mencari kebenaran, baik kebenaran itu bermula dari dia sendiri atau dari orang lain. Tidak lebih!

Baca Juga: Ancaman Nyata Gerakan Anti-Madzhab

Dalam buku al-Jidâl wa al-Mirâ’ ini juga diuraikan kriteria debat yang dilegitimasi dalam agama dan yang tidak. Latar belakang perdebatan juga diurai dalam buku ini. di antaranya: menganggap dirinya hebat, tertipu dengan diri sendiri dan sifat sombong yang tertanam dalam dadanya.

Guna melengkapi sajiannya, dalam buku yang ditulis oleh Muhammad Shalih al-Minajjat ini juga jelaskan bahaya debat yang mengedepankan ego pribadi. Di antaranya, sulit menerima kebaikan dan beramal baik. Dalam hal ini, buku ini mengutip al-Auza’i, “Ketika Allah menghendaki kejelekan pada suatu kaum maka Allah menjadikan mereka cenderung pada perdebatan tapi tidak suka beramal.”.

Nilai plus dari buku ini setidaknya adalah, dalam setiap pembahasannya buku ini mampu mengaitkan dengan sebuah ayat dan menyajikan kesimpulannya dengan sangat apik dan sederhana. Sehingga, para pembaca pun dengan sangat mudah memahami dan menyimpulkan. Terlebih lagi, cara penyampaian buku sangat mudah tanpa harus mengerutkan dahi.

Pada intinya, buku setebal 64 hlm ini sangat menganjurkan para pembaca untuk tidak terlibat dalam sebuah perdebatan. Karena walau bagaimanapun, menurut buku ini, debat itu kurang baik dan sering menjebak seseorang pada debat kusir yang akan menyisakan ketidak-akuran dan permusuhan. Dalam hal ini, buku setebal 64 hlm ini mengitip hadis berikut:

مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوْا عَلَيْهِ إِلَّا أُوْتُوْا الجَدَلَ

” Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapat petunjuk kecuali mereka cenderung berdebat” (HR. At-Tirmidzi)

Achmad Sudaisi/sidogiri

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

JIWA MANUSIA DIUJI, ANTARA BAIK DAN KEJI

IMAM AL-QOFFAL TIGA ULAMA SATU JULUKAN

Tiba-tiba Saja…

KAMI LEBAH, TAK MARAH ASAL ENGKAU RAMAH

TIGA JALAN MENUJU ILAHI

TAGGED:Debat Itu Tidak BaikSidogiri MediaSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article MEMBUNGKAM WAHABI DENGAN AL-IKHLAS MEMBUNGKAM WAHABI DENGAN AL-IKHLAS
Next Article DOSA SEORANG YANG MAKRIFAT DOSA SEORANG YANG MAKRIFAT
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d