Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: TIGA JALAN MENUJU ILAHI
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Kajian » Ngaji Hikam » TIGA JALAN MENUJU ILAHI
KajianNgaji Hikam

TIGA JALAN MENUJU ILAHI

Khoiril Umam
Last updated: 5 Maret 2022 2:09 pm
Khoiril Umam
Share
7 Min Read
Tiga Jalan Menuju Allah
Tiga Jalan Menuju Allah
SHARE

حُسْنُ الْأَعْمَالِ نَتَائِجُ حُسْنِ الْأَحْوَالِ، وَحُسْنُ الْأَحْوَالِ مِنَ التَّحَقُّقَ فِيْ مَقَامَاتِ الْإِنْزَالِ

“Indahnya amal perbuatan adalah buah dari indahnya perilaku hati. Dan indahnya perilaku hati adalah buah dari penetapan diri di maqam terpuji karunia Ilahi.”

Kalam hikmah ini hadir untuk menyempurnakan dan memberikan pemantapan terhadap kalam hikmah sebelumnya. “Amal perbuatan yang lahir dari hati zâhid (orang zuhud) akan sangat bernilai, sedangkan amal perbuatan dari orang yang penuh kecintaan dunia tidak akan berarti apa-apa.”

Yang dimaksud dengan amal perbuatan di sini adalah ibadah-ibadah zahir yang kasat mata. Sebagaimana ibadah shalat, puasa, zakat, haji, jihad atau dakwah di jalan Allah. Semua itu adalah cakupan dari amal perbuatan yang disampaikan oleh Syekh Ibnu Athaillah dalam kalam hikmahnya.

Sedangkan yang dimaksud dengan perilaku hati adalah kondisi hati seorang hamba di hadapan tuhannya. Ada cinta, pengagungan, segan, takut dan beragam rasa yang sulit dibahasakan sebagai bentuk memuliakan Dia yang Mahamulia.

Jadi, makna dari kalam hikmah ini adalah bahwa semua ibadah dan ketaatan zahir yang dilakukan setiap Muslim hanya akan bernilai kebaikan, ketika ibadah dan ketaatan itu diterima di sisi Allah. Dan Allah akan menerima semua ibadah dan ketaatan apabila semuanya dilakukan dengan ikhlas, serta jauh dari bencana ujub, riya’, dan kealpaan terhadap Allah.

Hanya saja, keikhlasan hati dan jauhnya hati dari bencana ujub, riya’, dan kealpaan terhadap Allah, tidak akan bisa muncul selain dari hati yang indah. Sedangkan hati yang indah adalah hati yang sama sekali tidak menyisakan ruang untuk makhluk, melainkan hanya kepada Allah. Hal ini sebagaimana telah dipaparkan di dalam beberapa kalam hikmah sebelumnya.

Pertanyaannya, bagaimana cara kita menyucikan hati dari beragam kotoran duniawi sehingga menjadi hati yang senantiasa memancarkan keindahan, yang pada tahapan selanjutnya dapat melahirkan perbuatan-perbuatan terpuji? Maka jawabannya adalah, seorang Muslim harus bersabar berjalan di jalannya orang-orang shalih yang sudah dipastikan keindahan hatinya. Sehingga hati Muslim itu bisa semakin baik dan meningkat secara kualitas.

Adapun jalan orang shalih yang sudah dipastikan keindahan hatinya adalah sebagaimana berikut. Pertama, jalan taubat. Jalan taubat adalah jalannya orang-orang shalih yang sudah dipastikan keindahan hatinya. Karena mereka sadar, tidak ada manusia yang tidak membutuhkan jalan taubat. Sungguh naif bila ada orang yang mengatakan, “Saya tidak memiliki kesalahan yang mengharuskan saya bertaubat.” Jangankan kita sebagai manusia biasa, para nabi sekalipun yang sudah mendapatkan ishmah dari Allah, masih tidak luput dari kealpaan-kealpaan yang dilakukan. Dan sungguh sebaik-baiknya manusia yang alpa, adalah mereka yang mau bertaubat kepada tuhannya.

Allah berfirmah di dalam al-Quran:

‏‏وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” An-Nur [24]: 31

Kedua, jalan sabar2“““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““ . Setelah melewati jalan taubat, selanjutnya seorang Muslim harus melewati jalan sabar. Bersabar di dalam taubat. Bila sebelumnya dia masih tidak sabar dengan selalu memenuhi panggilan syahwat, hawa-nafsu dan setan, maka setelah mengambil langkah taubat, seorang Muslim harus sabar dengan segala konsekuensinya. Bersabar dengan selalu menjaga kualitas taubatnya. Bersabar dengan mulai meninggalkan segala kemaksiatan. Bersabar dengan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas kebaikan.

Mungkin ketika memasuki jalan kedua ini, kita belum bisa sepenuhnya meninggalkan keburukan secara total. Ada saja kesalahan-kesalahan lain yang terkadang menghadang. Menjadikan kita terjatuh, bahkan terjungkal. Maka tetaplah sabar untuk kembali bangkit. Rajut kembali benang-benang taubat. Karena dengan kesabaran ini, Allah akan selalu menyertai. Allah berfirman di dalam al-Quran:

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah.” An-Nahl [16]: 127

Ketiga, jalan rida. Jalan ketiga ini dapat ditempuh ketika jalan kedua sukses dilalui. Seseorang yang sabar dalam segala aspek kehidupannya, dia akan tahu bahwa Allah telah menyediakan balasan luar biasa untuknya. Bukankah Allah telah menyampaikan di dalam al-Quran?

إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

Dengan mengetahui balasan Allah yang tidak ternilai ini, maka apapun yang terjadi, dia akan tetap rida kepada semua keputusan Allah. Dan pada akhirnya, allah akan semakin mencintai hambanya yang telah bertaubat, lalu bersabar, lalu rida terhadap semua keputusannya.

فَمَا وَهَنُوا لِمَآ أَصَابَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا ٱسْتَكَانُوا وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلصَّٰبِرِينَ

“Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” Ali imran [3]: 146

Kesimpulannya, sebagaimana disampaikan Syekh Ibnu Athaillah dalam kalam hikmahnya, “Indahnya amal perbuatan adalah buah dari indahnya perilaku hati. Dan indahnya perilaku hati adalah buah dari penetapan diri di maqam terpuji karunia Ilahi.”

Dan kita sudah tahu, bahwa konsisten berada di maqam terpuji adalah dengan mengikuti mengikuti jalan orang-orang shalih; jalan taubat, jalan sabar dan jalan rida.

Setelah kita bahas satu persatu, maka seakan-akan sangat mudah untuk mencapai rida dari Allah. Padahal realitanya, untuk sampai ke jalan pertama saja, yaitu jalan taubat, tanpa adanya niat sungguh-sungguh dan selalu memohon pertolongan dari Allah, seseorang akan sulit untuk mengapainya.

Maka, untuk bisa mencapai ketiga-tiganya dengan konsisten, satu-satunya kunci adalah dengan selalu mengingat Allah (dzikrullah). Dengan selalu mengingat Allah, maka Allah akan selalu mengingat kita dan memberikan jalan mudah di setiap kesulitan. Adapun detail bagaimana sebaiknya kita mengingat Allah, insyaallah akan dijelaskan secara detail oleh Syekh Ibnu Athaillah di dalam kalalm hikmah selanjutnya. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Makna Sabar di Mata Syekh Ibnu Abid Dunya

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

OTAK-ATIK TAFSIR TEMATIK

TENTARA HATI

DIGITALASASI PENYAKIT HATI

KEGUGURAN DALAM KAITAN HUKUM FIKIH

ISLAM ARAB ISLAM ABAL-ABAL?

TAGGED:Sidogiri MediaSidogirimedia.comTiga Jalan Menuju Allah

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Kebebasan Manusia Di Balik Kehendak Allah KEBEBASAN MANUSIA DI BALIK KEHENDAK ALLAH
Next Article Pesantren Dan Urgensitas Bahasa Inggris PESANTREN DAN URGENSITAS BAHASA INGGRIS
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d