Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: ISLAM ARAB ISLAM ABAL-ABAL?
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Tabayun » ISLAM ARAB ISLAM ABAL-ABAL?
Tabayun

ISLAM ARAB ISLAM ABAL-ABAL?

Khoiril Umam
Last updated: 17 November 2021 5:46 pm
Khoiril Umam
Share
3 Min Read
Islam Arab Islam Abal Abal?
Islam Arab Islam Abal Abal?
SHARE

Beberapa waktu yang lalu kita dihebohkan dengan pernyataan seorang tokoh yang mengatakan bahwa Islam di Indonesia ini, atau yang dia istilahkan dengan Islam Nusantara, adalah Islam yang sejati. Karena Islam di Indonesia ini disebarkan dengan cara yang damai. Sedangkan Islam di dunia Arab atau Timur Tengah adalah Islam abal-abal, karena disebarkan dengan peperangan, atau penjajahan. Bagaimana kita menanggapi pernyataan sedemikian?

Jawaban

Keumuman dari pernyataan tersebut jelas membahayakan, karena juga bisa mencakup terhadap zaman kenabian dan Khulafa’ur-Rasyidin. Jika yang mengatakan bahwa Islam disebarkan dengan peperangan itu adalah orientalis non-Muslim atau orang awam, misalnya, tentu bisa kita maklumi, karena memang kebanyakan orientalis senantiasa berusaha mencitrakan Islam sebagai agama yang buruk, sedang orang awam masih dangkal pengetahuan Islamnya. Tapi jika yang mengatakan itu adalah Muslim yang dianggap tokoh dan jenius, tentu tidaklah termaafkan.

Padahal, jumhur mazhab fikih mengatakan bahwa illat dari perang yang dilakukan oleh Nabi dan para shahabat itu adalah “harabah” (memerangi), yang didefinisikan dengan “zhuhuru ‘alamatil- ‘udwan” (munculnya tanda-tanda permusuhan). Jadi jika sudah ada pihak lawan yang memunculkan tanda-tanda permusuhan, seperti memprovokasi, melanggar perjanjian, menangkap atau membunuh delegasi, maka itu sudah cukup sebagai syarat untuk mengerahkan tentara perang, tentu setelah sebelumnya dilakukan usaha-usaha yang damai. Itulah yang misalnya dilakukan oleh Nabi kepada sebagian suku Yahudi di Madinah.

Nah, hal serupa tentu juga akan dilakukan oleh negara manapun yang berdaulat, di zaman modern kita saat ini. Adanya manuver pesawat suatu negara yang memasuki teritorial negara lain tanpa izin saja sudah cukup membikin suatu negara siap siaga secara militer, apalagi persoalannya sampai pada merusak perjanjian, pengkhianatan, pembunuhan utusan, pencaplokan wilayah kekuasaan, dan yang semacamnya. Tak pelak itu bisa memantik terjadinya peperangan. Jika kita bisa memaklumi hal ini, maka mestinya kita juga harus memahami situasi pada masa Nabi dan shahabat.

Hal lain, mengatakan bahwa Islam di Indonesia itu Islam sejati yang lebih baik dari di Timur Tengah yang abal-abal, sebenarnya hanya praduga dan ungkapan subjektif, yang didorong oleh sikap fanatik lokal, yakni fanatik pada Islam Nusantara. Buktinya Islam di Timur Tengah tetap menjadi rujukan hingga hari ini. Para pelajar di Indonesia masih berbondong-bondong belajar Islam ke sana, dan tidak ada masyarakat Arab yang berbondong-bondong belajar Islam ke Indonesia.

Baca juga: Atas nama Islam Nusantara

Baca juga: Indonesia Islam Sebelum Rasul Wafat!

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

SHAHABAT SHUHAIB AR-RUMI PEDAGANG SUKSES MANTAN BUDAK ROMAWI

CARA ALAMI PENGGANTI CUCI DARAH

AGAR MEMELIHARA JENGGOT TIDAK MAKRUH

MOMENTUM BAGI SANTRI UNTUK BERKIPRAH

ANTARA PERINTAH BERHIJAB DAN HOBI BERSELFIE

TAGGED:Majalah Pesantrenmajalah santriSidogiri Media

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Jangan Semua 'Pindah' Disebut Hijrah JANGAN SEMUA ‘PINDAH’ DISEBUT HIJRAH
Next Article Mahakarya Untuk Para Ilmuan MAHAKARYA UNTUK PARA ILMUWAN
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d