Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: POLEMIK BENDERA HTI
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Kajian » SidoNesia » POLEMIK BENDERA HTI
KajianSidoNesia

POLEMIK BENDERA HTI

Khoiril Umam
Last updated: 3 Januari 2022 7:37 pm
Khoiril Umam
Share
4 Min Read
Polemik Bendera HTI
Polemik Bendera HTI
SHARE

Terkait aksi pembakaran bendera HTI, -sebantar dulu, ada sisipan perspektif, masih terjadi polemik apakah itu bendera HTI atau bendera tauhid?- tindakan pembakaran tersebut menciptakan kegaduhan yang luar biasa.

Kita mulai dari bendera tauhid. Insyaallah semuanya sudah tahu, hadisnya juga jelas, warna background putih dan hitam dengan tulisan kalimat tauhid, lâ Ilâha illallah, atau disebut juga tahlil, adalah ar-râyah dan al-liwa Rasulullah. Jadi bendera itu milik umat Islam bersama, siapapun boleh memakainya. Di Indonesia bendera ini dipakai oleh ormas yang telah resmi dibubarkan pemerintah, HTI. Di sinilah polemik dimulai. Opini terbentuk. Tak bisa dipungkiri, bendera ini diidentikan dengan HTI. Siapa yang salah? HTI yang menggunakan lambang itu untuk kelompoknya, atau mereka yang mengidentikkan bahkan mematenkan lambang tersebut untuk HTI.

Bendera itu muncul di tengah perayaan Hari Santri 2018 lalu di Garut. Kabarnya panitia sudah melarang atribut apapun selain bendera merah putih. Banser sigap. Bendera warna hitam itu diamankan. Tapi cara mereka sepertinya kelewatan. Bendera dibakar di tengah keramaian. Diambil gambar dan video lalu diviralkan. Entah siapa yang memviralkan. Tapi yang mengambil gambar berseragam Banser. Terlihat mereka melakukannya dengan penuh kebanggaan. Merasa melakukan kebenaran. Entahlah, mungkin khilaf. Husnuzhan saja, hilangkan sû’uzhan, termasuk sû’uzhan HTI yang katanya menyusup untuk mencoreng.

Munculah kegaduhan. Akar masalahnya sama; perbedaan paradigma, apakah itu bendera HTI atau Tauhid? Terlepas dari polemik itu, toh meski itu bendera HTI sekalipun, membakarnya di tengah keramaian tetap dianggap aksi yang kelewatan.

Muncul hujatan di mana-mana. Kegaduhan makin tak terbendung. Markas Banser Jawa Tengah kedatangan banyak tamu tak diundang. Mereka membawa hitam-putih bendera tauhid. Pembelaan bermunculan. Ketum GP Ansor memberikan justifi kasi. Tindakan Banser Garut itu untuk menghormati kalimat tauhid. Meski itu bendera HTI, ada tulisan tauhid di dalamnya. Sama seperti al-Quran, jika berserakan juga anjurannya dibakar. Pembelaan yang sepertinya memaksakan. Banser terpojok.

Narasi dibangun. Anti bendera HTI berusaha diarahkan pada anti tauhid. Alergi bendera HTI, dianggap alergi tauhid. Logika ini cacat. Cenderung memaksakan. Sama memaksakannya seperti pembelaan ketum GP Ansor tadi. Bagaimana mungkin Banser anti tauhid? Sedangkan mereka tiap hari membacanya, utamanya ketika zikir bersama sehabis shalat. Bahkan tahlilan menjadi ciri khas amaliyah mereka sehari-hari. Amaliyah yang tidak dimiliki HTI malah.

Gejolak semakin menjadi-jadi. Gelombang tuntutan pembubaran Banser membesar melalui petisi. Tuntutan yang konyol dan cenderung memaksakan. Sama memaksakannya dengan logika anti tauhid tadi. Lebih terlihat seperti dentuman suara-suara iri, dari barisan sakit hati, tapi “hanya seperti” lho ya, tidak pasti. Belum terbukti. Bisa jadi dari suara-suara para pakar provokasi, yang tak ingin umat Islam bersinergi. Jadi hati-hati.

Sosial media ikut menambah speed viralnya kegaduhan ini. Tidak bisa dipungkiri kegaduhan ini berhasil menutupi isu-isu tranding nasional yang lain. Hoax freeport 51 %, skandal buku merah Kapolri, Meikarta, dan lain sebagainya. Tidak salah jika ada juga yang bersumsi; ini skenario pengalihan isu yang luar biasa. Entahlah.

Dari itu semua, mari merapat, hilangkan sekat, jangan mau diadudomba oleh orang-orang keparat. Mari isntropeksi diri, hilangkan ego diri, tidak merasa benar sendiri.

Alil Wafa/Sidogiri

Baca juga: NGAPUNTEN KIAI

Baca juga: Cinta Tanah Air, Belajar Dari Ulama

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

Urgensitas Agama dalam Kemajuan Peradaban

SATU WARID TIGA ANUGERAH

TIGA TANGGA MAKRIFAT

APA YANG TAMPAK TAK MEWAKILI APA YANG TERSEMBUNYI

Tiba-tiba Saja…

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Mencari Sahabat Spiritual MENCARI SAHABAT SPIRITUAL
Next Article Meraih Berkah Dengan Salam MERAIH BERKAH DENGAN SALAM (I)
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d