Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: NGAPUNTEN KIAI*
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Kajian » SidoNesia » NGAPUNTEN KIAI*
KajianSidoNesia

NGAPUNTEN KIAI*

Khoiril Umam
Last updated: 8 Desember 2021 8:05 pm
Khoiril Umam
Share
3 Min Read
Sidonesia
Ngapunten Kiai
SHARE

Ngapunten Kiai, saya hanya mau curhat kepada Panjenengan. Semoga Panjenengan berkenan. Saya bukan siapa-siapa. Hanya seorang guru Madrasah Diniyah di Jember. Itupun madrasahnya hanya jenjang Ibtidaiyah. Belum ada Tsanawiyah, apalagi Aliyah dan Ma’had Ali.

Saya sangat mantap untuk menjadi jamaah NU. Bukan hanya karena orangtua saya NU. Bukan hanya karena guru-guru saya NU. Bukan hanya karena pesantren saya NU. Bukan hanya karena mertua saya NU. Bukan hanya karena masyarakat saya NU. Tapi, yang jauh lebih mendasar dari semua itu adalah karena saya meyakini kebenaran manhaj dan pandangan NU, baik dalam akidah, syariah, maupun tasawuf.

Tapi, di balik kemantapan itu, akhir-akhir ini saya merasa ada yang hilang dari diri saya. Yaitu, kebanggaan hati saya terhadap beberapa elite NU saat ini, karena satu hal dan beberapa hal, terutama setelah viralnya beberapa pernyataan kontroversial yang  mengundang polemik panjang. Seandainya yang gerah dengan kontroversi para elite itu hanyalah orang-orang di luar NU, saya masih bisa termaklumi oleh alasan perbedaan manhaj keagamaan kita dan mereka. Tapi, ketika yang gerah justru saudara dan teman-teman kami sesama NU, maka saya tidak bisa membohongi diri bahwa kontroversi tersebut memang sudah jauh dari manhaj NU yang sesungguhnya.

Baca juga: Presiden dari Pesantren

Ngapunten Kiai, saya hanya ingin tenang dan tenteram dalam jamiyah ini. Sebagai orang awam yang tidak mengerti apa-apa tentang isu-isu nasional dan global, kecuali sekadar kulit luarnya saja, saya tidak berpikir muluk-muluk. Saya hanya ingin melihat NU yang sesungguhnya, seperti tergambar dalam beberapa tulisan Kiai Hasyim Asy’ari yang sempat saya baca. Meskipun, mungkin saja saya salah dalam memahami isinya, karena saya hanya guru Ibtidaiyah… Oleh karena itu, saya mohon untuk tidak terus menerus menebar kontroversi agar kami bisa menumbuhkan rasa bangga dan rasa takzim yang tulus kepada para elite kami, khususnya kepada Panjenengan sebagai nakhoda utama…

Ingin sekali rasanya saya mencium tangan Panjenengan dengan kemantapan dan ketakziman hati, seperti saat saya mencium tangan Kiai Nawawi bin Abd. Djalil, Kiai Maimoen Zubair, Habib Taufiq Assegaf, Kiai Ma’ruf Amin, Kiai Sadid Jauhari, serta kiai-kiai lain yang pernah saya sowani…

*Adalah tulisan Ahmad Dairobi, Redaktur Senior Sidogiri Media, di akun facebooknya ‘Ahmad Dairobi’ tertanggal 29 April 2018 pukul 22.00 WIB. Tulisan ini, sebagaimana dikonfirmasi kepada penulis, merupakan keresahan hati penulis setelah kembali menyebarnya video kontrofersial KH. Said Aqil Siradj, Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdhatul Ulama beberapa waktu lalu. Di postingannya, tulisan ini tidak memiliki judul. Judul ditambahkan setelah mendapatkan persetujuan penulis.

Baca Juga: Mengaktualkan Maulid Nabi

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

PRESIDEN DARI PESANTREN

DUA HAMBA PILIHAN

MELIHAT YANG DI DALAM MELALUI YANG TAMPAK DI LUAR

Urgensitas Agama dalam Kemajuan Peradaban

SATU WARID TIGA ANUGERAH

TAGGED:Curhat Kepada KiaiKontroversiManhaj NUMenjadi Jamaah NUNagpunten Kiai

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article kemuliaan allah di atas segalagalanya KEMULIAAN ALLAH DI ATAS SEGALA-GALANYA
Next Article Sejarah islam di sisilia hasil perjuangan muslim afrika dan andalusia SEJARAH ISLAM DI SISILIA HASIL PERJUANGAN MUSLIM AFRIKA DAN ANDALUSIA
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d