Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: MUSEUM SITUS KEPURBAKALAAN BANTEN LAMA, SAKSI SEJARAH KEJAYAAN KESULTANAN BANTEN
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Liputan » Jelajah » MUSEUM SITUS KEPURBAKALAAN BANTEN LAMA, SAKSI SEJARAH KEJAYAAN KESULTANAN BANTEN
Jelajah

MUSEUM SITUS KEPURBAKALAAN BANTEN LAMA, SAKSI SEJARAH KEJAYAAN KESULTANAN BANTEN

Khoiril Umam
Last updated: 24 Juni 2021 1:42 pm
Khoiril Umam
Share
5 Min Read
Museum Situs kepurbakalaan Banten Lama
Museum Situs kepurbakalaan Banten Lama
SHARE

Dalam catatan sejarah pada abad ke 16 hingga ke 17, Kesultanan Banten mencapai puncak kejayaannya. Saat itu, pelabuhan Banten telah menjadi pelabuhan internasional, sehingga perekonomian Kesultanan maju pesat. Bahkan wilayah kekuasaannya semakin luas meliputi wilayah yang sekarang menjadi Provinsi Lampung.

Kesultanan Banten mengadakan hubungan dengan negara-negara lain melalui jalur laut. Pada masa Sultan Ageng Tirtayasa, sempat mengirimkan dua orang utusannya ke Inggris sebagai duta besar yang ditugasi membeli senjata. Selain itu, sultan menggalang hubungan baik dengan India, Mongol, Turki, Arab dan Eropa.

Sehingga tak heran jika Banten banyak menyimpan perkembangan sejarah Kesultanan sebagaimana yang terekam di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama ini.

Museum ini terletak antara Keraton Surosowan dan Masjid Agung Banten Lama. Dari atapnya, bangunan ini berarsitektur tradisional Jawa Barat. Namun jika dilihat dari bentuk bangunannya, museum ini lebih mirip sebuah rumah yang kemudian dialihfungsikan menjadi museum yang diresmikan pada tanggal 15 Juli 1985 oleh Dirjen Kebudayaan Prof. Dr. Haryati Subadio.

Saat memasuki museum yang mempunyai luas tanah 10.000 m2 dan bangunan 778 m2, kita akan disambut dengan dua artefak besar yang tersimpan di halaman Museum yaitu artefak Meriam Ki Amuk dan juga alat penggilingan lada. Ada cerita menarik dari meriam yang terbuat dari tembaga dengan tulisan arab yang panjangnya sekitar 2,5 meter ini. Meriam itu merupakan bantuan dari Ottoman Turki. Konon Meriam Ki Amuk memiliki kembaran yaitu Meriam Ki Jagur yang saat ini tersimpan di halaman belakang Museum Fatahillah Jakarta. Sedangkan alat penggilingan lada yang terletak sisi kiri halaman Museum ini, konon terbuat dari batu padas yang sangat keras, namun telah hancur menjadi beberapa bagian berjejer bersama puing-puing gerbang keraton.

Dari sini mencerminkan pada zaman dahulu, Banten dikenal sebagai penghasil lada. Hal inilah yang menyebabkan Belanda datang ke Banten, salah satunya ingin menguasai produksi lada sehingga mempropaganda Keraton Kesultanan Banten.

Menurut Penuturan Fajar Setia Pusnama, Pengurus Museum, Situs Kepurbakalaan Banten Lama mempunyai koleksi yang telah diregistrasi lebih dari seribu benda koleksi.

“Ini merupakan museum situs, benda-benda yang tersimpan di museum ini merupakan benda-benda hasil penggalian dari Keraton Surosowan yang berada di depan museum ini. Namun ada pula koleksi yang diperoleh melalui cara pembelian, imbalan jasa, titipan, dan hibah,” ungkapnya saat kami temui di ruanganya.

Sebelum kami dipersilahkan masuk ke ruang pameran, beliau sempat mengklasifikasi benda-benda purbakala yang terbagi menjadi 5 kelompok besar, yaitu: Arkeologika, Numismatika, Etnografika, Keramologika, dan Seni rupa.

“Banyaknya benda arkeologi ini mencerminkan eksistesi Banten lama yang telah ada semenjak masa pra sejarah di Indonesia,” ucapnya panjang lebar pun lengkap dengan cerita kejayaan Kesultanan Banten pada masa lalu yang menakjubkan.

Lebih takjub lagi setelah memasuki dalam bangunan museum, kami disambut dengan 2 gerabah berukuran besar. Walaupun terlihat retak dan tambalan di bagian sisinya, gerabah ini masih terlihat kuat dan memperlihatkan sisa-sisa kejayaan zaman Kesultanan Banten.

Berjalan ke sisi kiri bangunan, terdapat peta dan gambar yang menjelaskan kejayaan Kesultanan Banten lewat Pelabuhan Karangantu. Tampak dalam gambar, Banten telah menjadi kota pelabuhan yang maju, di mana para pedagang saling berinteraksi dan berkomunikasi dari berbagai manca negara. Hal itu terbukti dengan banyaknya peninggalan koleksi asing seperti keramik-keramik yang berasal dari Cina, Jepang, Vietnam, Burma, Timur Tengah, dan Eropa.

Pesatnya perekonomian Banten juga tercermin dari banyaknya mata uang, baik logam ataupun kertas yang tersimpan di museum ini. Ada mata uang dari Cina, VOC, dan mata uang lokal banten sebagai bukti banyaknya bangsa asing yang singgah di Banten Lama ini. Uniknya ada mata uang VOC yang dicetak di Belanda tapi tulisannya mengunakan Bahasa Arab.

Terakhir dari kami, pada bagian belakang, museum ini memiliki peninggalan perabotan rumah tangga. Berupa gelas, mangkok, piring, kapak batu, genteng, hiasan atap bangunan, tegel, pagar besi berhias, engsel, pegangan kunci, rumah kunci, hiasan lubang kunci, paku, mur dan pipa saluran air dalam berbagai bentuk dan ukuran. Selain itu, di museum ini juga terdapat koleksi senjata seperti keris dan tombak yang menghiasi salah satu sudut ruangan.

Ali Wafa Yasin/sidogiri

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

MAKAM MBAH PRIUK JAKUT (AL-HABIB HASAN BIN MUHAMMAD AL-HADDAD), SERIBU KARAMAH DI ATAS PUSARA YANG TERZALIMI

SYEKH SUBAKIR PEMBABAT DAN PENYEBAR PERTAMA AGAMA ISLAM DI MAGELANG

SYEKH ASNAWI CARINGIN BERKONTRIBUSI MEMPERJUANGKAN KEMERDEKAAN RI

MULAI DARI DOA YA QAWIYYU HINGGA TRADISI KUE APEM

BUKTI AKULTURASI ISLAM DI TANAH CIREBON

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Etika Makan Nabi Dan Shahabat ETIKA MAKAN NABI DAN SHAHABAT (2)
Next Article JIhad Pemilu di Negeri Merah Kelabu JIHAD PEMILU DI NEGERI MERAH KELABU
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d