Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: MEREVISI MODEL DEMONSTRASI MAINSTREAM
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Utama » MEREVISI MODEL DEMONSTRASI MAINSTREAM
Topik UtamaUtama

MEREVISI MODEL DEMONSTRASI MAINSTREAM

Redaksi
Last updated: 11 Oktober 2024 8:17 am
Redaksi
Share
6 Min Read
SHARE

Sudah maklum bahwa demonstrasi adalah bagian yang tak terpisahkan dari demokrasi. Malah, bisa dibilang demonstrasi adalah salah satu instrumen terpenting demokrasi, yang seandainya di suatu negara demokratis tidak pernah terjadi demonstrasi, maka bisa dipastikan bahwa mesin demokrasi sedang tidak berjalan sebagaimana mestinya, misalnya karena rezim berkuasa sudah sangat otoriter dan menggunakan tangan besi, atau karena alasan-alasan lain yang tak sejalan dengan falsafah demokrasi.

Sudah maklum pula demokrasi, sebagai suatu paket sistem pemerintahan, tidak muncul dari dalam Islam, melainkan lahir dari filsafat Yunani yang dewasa ini diadopsi oleh negara-negara Barat dan banyak negara di kawasan yang lain, termasuk Indonesia. Namun bagaimanapun, elastisitas Islam membikin sebagian unsur demokrasi bisa diterima, dan bahkan nilai-nilai Islam bisa mengisi unsur-unsur itu, sehingga sistem demokrasi bisa berjalan di negeri-negeri umat Islam secara wajar.

Salah satu unsur itu tentu saja adalah demonstrasi. Bagaimanapun demonstrasi bukan merupakan aspek yang include di dalam sistem pemerintahan Islam, dan karena itu kita tidak menemukan aturan-aturan tekstual atau yang presisi terkait demonstrasi di dalam hukum-hukum atau sistem pemerintahan Islam, dalam arti bahwa Islam tidak menjadikan demonstrasi sebagai instrumen yang secara sengaja dibangun untuk menjalankan roda pemerintahan, tidak sebagaimana dalam sistem demokrasi.

| BACA JUGA : PALESTINA:POLITIK ATAU AGAMA?

Akan tetapi bagaimanapun demonstrasi adalah suatu realitas sosial yang telah ada sejak zaman dahulu, sehingga fenomena seperti itu sebenarnya bisa muncul dalam model pemerintahan apapun, termasuk dalam sistem pemerintahan Islam, tentu saja sebagai sebuah insiden, dan karena itu tidak intens sebagaimana dalam model pemerintahan demokrasi, yang memang menjadikan demonstrasi sebagai bagian dari sistem.

Maka, demonstrasi sebagai suatu pergerakan massa yang terkonsentrasi dan dikoordinir untuk menyatakan pendapat, protes, dan atau menentang kebijakan pemerintah, jika kita lihat dari sudut pandang Islam setidaknya bisa kita pilah sebagai berikut:

Pertama, konsentrasi massa yang dikoordinir untuk protes dan menentang kebijakan pemerintah, namun dengan motif atau agenda makar terhadap pemerintah yang sah, baik secara terang-terangan maupun secara tersembunyi.

Jenis demonstrasi seperti ini dalam hukum Islam bisa dikategorikan sebagai pembangkangan terhadap pemerintah, sehingga pemerintah harus menghalau mereka, tentu dengan SOP yang sesuai dengan syariat Islam. Mula-mula pemerintah akan memberikan peringatan dengan berbagai levelnya, lalu jika tidak mempan pemerintah bisa menurunkan aparat keamanan bahkan pasukan militer untuk menghalau mereka.

Tindakan pemblokiran terhadap usaha makar oleh suatu massa seperti itu lumrah diambil oleh pemerintahan Islam pada masa lalu, terutama dalam periode kerajaan-kerajaan. Tindakan tegas seperti itu diperbolehkan oleh syariat Islam sebab jika itu tidak dilakukan, maka akan membikin pemerintahan tidak stabil, bahkan bisa mengganggu keamanan nasional, yang tentu akibatnya sangat fatal.

Kedua, sekelompok massa yang tidak puas terhadap sebagian kebijakan pemerintah, sehingga mereka bergerak ke suatu titik untuk berdemonstrasi dalam usaha menyampaikan pendapat dan aspirasi mereka, akan tetapi mereka melakukan itu dengan cara yang tidak baik.

Memang gerakan mereka tidak berbau makar terhadap pemerintah yang sah, akan tetapi tindakan mengganggu kondusifitas sosial, pengerusakan fasilitas umum, caci maki dan kata-kata kotor lain, adalah hal-hal yang jelas tidak diperkenankan oleh syariat Islam, sehingga dalam hal ini pemerintah perlu mengambil tindakan sewajarnya, sekadar untuk menertibkan massa, namun tidak perlu sampai menurunkan kekuatan militer, sebab tidak ada motif makar dibaliknya.

Lumrahnya demonstrasi model inilah yang terjadi di Indonesia, baik dilakukan oleh mahasiswa, para buruh, maupun kelas masyarakat yang lain. Bagaimanapun, melakukan pembakaran ban di tengah jalan, pengerusakan fasilitas umum dan caci-maki pada pemerintah adalah tindakan yang tidak dibenarkan oleh syariat Islam. Sehingga usaha aparat untuk menghalau mereka tentu dibenarkan oleh syariat Islam, terkecuali jika tindakan itu berlebihan atau di luar kewajaran.

Ketiga, sekelompok massa yang tidak puas dengan kebijakan pemerintah, sehingga mereka bergerak untuk

menyampaikan inspirasi mereka secara berjamaah. Namun mereka menyampaikan aspirasi itu dengan cara yang baik, massa bergerak atau terkonsentrasi dengan rapi, tidak melakukan pengerusakan terhadap apapun, dan tidak mencaci-maki siapapun. Mereka menyampaikan kritik mereka dengan baik dan bijaksana, sesuai dengan fakta dan realita yang ada.

| BACA JUGA : SPIRIT ISLAM YANG MEMERDEKAKAN

Nah, bentuk demonstrasi yang ketiga ini tentu diperbolehkan dalam syariat Islam, dan model demonstrasi ini bisa dikategorikan sebagai usaha menasehati dengan baik, atau melakukan amar makruf nahi mungkar kepada pemerintah sesuai dengan panduan syariat. Karena itu, terhadap model demonstrasi seperti ini, pemerintah harus terbuka, dan membuka pintu dialog selebar-lebarnya.

Demonstrasi dalam bentuk seperti ini memang jarang terjadi tidak saja di Indonesia, tapi juga di dunia.  Akan tetapi Indonesia punya catatan luar biasa dalam hal ini, di mana jutaan umat Islam berdemonstrasi di Jakarta, dalam tajuk gerakan 212, menyampaikan aspirasi mereka dengan cara yang baik, tanpa caci-maki, pengerusakan, dan bahkan tanpa ada sampah yang berserakan.

Apa yang dilakukan oleh umat Islam tersebut seakan merevisi terhadap model-model demonstrasi mainstream, di mana umat Islam memberikan visi baru yang sangat positif terhadap aksi-aksi demonstrasi. Tentu, hal itu tidak saja patut dilestarikan di Indonesia, namun juga perlu dicontoh oleh dunia.

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

MASJID MEGAH KEBANGGAAN WARGA KLATEN

PERANG MU’TAH: KISAH KEJENIUSAN KHALID DAN MUKJIZAT RASULULLAH

HARI SANTRI DAN PANDANGAN HIDUP PESANTREN

WAHDANIYAH DAN HAL TERKAIT

UMAR PADA MASA KHILAFAH ABU BAKAR

TAGGED:Majalah Pesantrenmajalah santriMajalah sidogiriSidogiri MediaSidogiri PasuruanSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article PROBLEM MENGHADAPI PEMIKIRAN EKSTREM
Next Article UNIVERSALITAS HUKUM ISLAM
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d