Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: MEMAHAMI SUNAH DAN BIDAH SECARA KAFFAH
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Kajian » Kolom Akidah » MEMAHAMI SUNAH DAN BIDAH SECARA KAFFAH
KajianKolom Akidah

MEMAHAMI SUNAH DAN BIDAH SECARA KAFFAH

Redaksi
Last updated: 27 Desember 2022 9:44 am
Redaksi
Share
6 Min Read
memahami sunah dan bidah
memahami sunah dan bidah
SHARE

Sunah dan bidah merupakan dua hal yang perlu kita pahami secara kaffah. Karena keduanya memiliki perbedaan makna. Jika salah dalam memahami arti dan esensi dari dua hal tersebut, maka akan menimbulkan kekeliruan pemahaman dan amal kita sehari-hari. Tidak sedikit orang beranggapan bahwa setiap perkara baru adalah bidah. Hingga mereka pun memfonis bahwa setiap orang yang melakukan bidah adalah ahli neraka. Ironisnya, -sebagaimana yang terjadi dalam sejarah orang-orang wahabi. Mereka membunuh seluruh ulama Ahlusunah wal jamaah. Dengan cara membidahkannya lalu mengkafirkan dan menganggap darah mereka halal.

Bidah secara etimologi adalah membuat hal baru yang tidak pernah ada contoh sebelumnya. Sedangkan secara terminologi (syarak) adalah membuat hal baru yang tidak pernah ada di masa Rasulullah ﷺ. Kendati definisi bidah secara terminologi sudah banyak diketahui oleh para ulama, mereka tetap berbeda dalam pembagian bidah.  

Syekh Izzudin bin Abdussalam dalam kitabnya Qowa’idul-Ahkam berkata sebagai berikut: “Bidah adalah mengerjakan sesuatu yang belum pernah dikenal (terjadi) pada masa Rasulullah. Bidah terbagi menjadi lima, bidah wajibah, bidah muharramah, bidah mandubah, bidah makruhah, bidah mubahah.” Beliau menambahkan bahwa cara untuk mengetahui hal itu adalah dengan membandingkan bidah pada kaidah-kaidah syariat. Apabila bidah itu masuk dalam kaidah wajib maka menjadi bidah wajibah. Apabila masuk dalam kaidah haram, maka menjadi bidah muharramah. Apabila masuk dalam kaidah sunnah, maka menjadi bidah mandubah. Dan apabila masuk dalam  kaidah mubah, maka menjadi bidah mubahah.”

Sedangkan dalam masalah sunah, mayoritas orang menganggap bahwa sunah hanyalah apa yang Nabi kerjakan saja. Perihal pekerjaan yang datang dari selain Nabi (seperti para sahabat) maka bukan termasuk sunah.

Baca Juga: Maulid Di Antara Bidah Dan Maslahah

Perlu kita ketahui bahwa sunah (Arab: Sunnah), menurut para leksikograf (ahli perkamusan) bahasa Arab, berarti cara, jalan, aturan, model, pola bertindak atau menjalani hidup. Begitu pula dijelaskan dalam satu keterangan bahwa kata as-sunnah secara etimologis (lughawi) memiliki arti at-thariqah (jalan dan perilaku), baik jalan dan prilaku tersebut benar atau keliru. Sedangkan secara  terminologis, as-sunnah adalah jalan yang ditempuh oleh Nabi ﷺ dan para sahabatnya yang selamat dari keserupaan (syubhat) dan hawa nafsu. Dalam konteks ini, Hadhratusysyaikh Kiai Hasyim Asy’ari mengatakan:

“Sunnah seperti dikatakan oleh Abul-Baqaa’ dalam kitab al-Kulliyyat, as-sunnah secara kebahasaan adalah jalan, meskipun tidak diridhai. Sedangkan as-sunnah menurut syarak ialah nama bagi jalan dan prilaku yang diridhai dalam agama yang ditempuh oleh Rasulullah ﷺ atau orang-orang yang dapat menjadi teladan dalam berargama seperti para shahabat –radliyallahu ‘anhum, berdasarkan sabda Nabi ﷺ “Ikutilah sunnahku dan sunnah Khulafau-Rasyidin sesudahku”.

Dalam al-Quran, kata sunnah atau sunan (jamak dari kata sunnah) digunakan sebanyak 16 kali. Dalam seluruh kasus ini, kata ini digunakan  dalam pengertian aturan, model kehidupan, dan garis perilaku yang baku.” Oleh karena itu, ketika Allah ﷻ  memerintahkan kaum muslimin menaati Nabi dan menjadikan kehidupannya sebagai model yang baik, ungkapan “sunnah Nabi” pun mulai digunakan. Penggunaan ini dimulai pada masa hidup Nabi dan dilakukan oleh Beliau sendiri.

Baca Juga: Periode Nabi Periode Terbaik

Perlu kita ketahui pula bahwa sunah terbagi menjadi empat bagian. 1. Sunnah Qauliyyah 2. Sunnah Fi’liyah 3. Sunnah Taqririyyah 4. Sunnah Washfiyyah. Namun ulama ushul tidak menganggap Sunnah Washfiyyah sebagai sunnah, karena tidak dapat diambil faidah untuk hukum amaliyah. Namun dalam hal ini hanya akan dijelaskan tentang sunah taqririyah, karena modelnya serupa dengan bidah, di mana pekerjaan yang ada bukan dari Nabi langsung, melainkan dari orang lain.

Sunah taqririyah ialah sunah yang berupa ketetapan Nabi ﷺ atas apa yang dilakukan oleh para sahabat. Baik berupa ucapan atau pekerjaan. Sebab diamnya Nabi ﷺ, tidak ada keingkaran atau dengan persetujuan dan anggapan baik dari Nabi ﷺ. Ketetapan dan persetujuan ini datang dari Nabi ﷺ sendiri.

Sunnah taqririyah itu seperti ada salah seorang sahabat yang mengatakan atau mengerjakan sesuatu dimulai dari dirinya, dengan tanpa ada sanad dari al-Quran atau Hadis. Kemudian mereka melaporkan hal tersebut pada Nabi ﷺ, lalu Nabi ﷺ tidak mengingkarinya. Terkadang Nabi ﷺ menetapkan laporan tersebut dengan perkataan atau pekerjaan, memberi kabar gembira, mendoakan orang yang mengerjakannya dan lain sebagainya. Pada intinya, semua itu menunjukkan pada bolehnya pekerjaan dan perkataan tersebut. Hingga hal itu pun menjadi sunah Nabi ﷺ. Dengan ini, dapat diketahui akan bolehnya sesuatu yang telah ditetapkan Nabi ﷺ atau selain Nabi ﷺ, seperti para Imam. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama ahli syariat.

Dari penjelasan ini, sangat jelas bagi kita akan hubungan kuat antara sunah taqririyah dan paham bidah. Secara sepintas, sunnah taqririyah mungkin seperti bidah. Lalu ketika kabar ini sampai pada Nabi ﷺ, Beliau memperbolehkan pekerjaan tersebut pada pelakunya. Seandainya setiap bidah itu sesat dalam agama dan tidak boleh dikerjakan maka Nabi ﷺ akan mengingkari perbuatan para sahabat yang tidak ada penjelasan dalam al-Quran dan Hadis. Akan tetapi orang yang menganggap sunah Rasulullah ﷺ akan mengetahui bahwa ketetapan Nabi ﷺ itu berlandaskan atas banyaknya pekerjaan dan perkataan yang muncul dari mereka. Sekalipun hanya masuk pada keumuman dalil syar’i atau kembali pada qaidah syar’iyah.

Oleh: Dede Febiyan Hidayat

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

MAKAM SESEPUH WALI SONGO YANG DITEMUKAN DI ATAS TAMBAK

MENU MAKAN RASULULLAH DAN SHAHABAT (2)

KOPI LUWAK

BACK TO TA’LÎMUL-MUTA’LLIM

MAKNA PERNIKAHAN DALAM SURAH AR-RUUM 21

TAGGED:Media Pesantrenmemahami sunah dan bidahSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Beriman pada takdir baik dan buruk KITAB PENGANTAR MEMAHAMI TAKDIR
Next Article syariah hubungan intim MENIKAHI PEREMPUAN HAMIL
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d