Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: AMAL YANG BERNILAI DI SISI ALLAH
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Kajian » Ngaji Hikam » AMAL YANG BERNILAI DI SISI ALLAH
KajianNgaji Hikam

AMAL YANG BERNILAI DI SISI ALLAH

Redaksi
Last updated: 27 Juli 2022 5:44 am
Redaksi
Share
5 Min Read
AMAL YANG BERNILAI DI SISI ALLAH
AMAL YANG BERNILAI DI SISI ALLAH
SHARE

لَا عَمَلَ أَرْجَى لِلْقَبُوْلِ مِنْ عَمَلٍ يَغِيْبُ عَنْكَ شُهُوْدُهُ وَيُحْتَقَرُ عِنْدَكَ وُجُوْدُهُ

Tidak ada amal yang diharapkan diterima Allah selain amal yang kamu tidak melihat kepadanya dan memandangnya kecil atau remeh

Dalam memaknai kalam hikmah di atas, perlu kita pahami terlebih dahulu makna tauhid. Bahwa manusia tidak dapat terlepas dari pertolongan Allah. Jika manusia lepas dari pertolongan-Nya, maka akan sangat lemah lah dirinya. Meski pada dasarnya manusia memang bersifat lemah. Oleh karena itu, Allah mengajari kita untuk senantiasa meminta pertolongan Allah, sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Quran surah al-Fatihah yang artinya, “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan”. Pesan yang terkandung dalam ayat tersebut, pertama tentang sifat kehambaan kita. Pasrahnya kita terhadap urusan dan hukum Allah. Kedua sifat kesempurnaan dan keesaan Allah. Dari kelemahan inilah kita diperintahkan untuk senantiasa meminta pertolongan dari Allah. Nabi Muhammad juga telah mengajarkan kita kalimat “Laa haula wa laa quwwata illa billah” Tidak ada kemampuan dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah. Kalimat tersebut juga merupakan nasihat agar kita senantiasa meminta pertolongan kepada Allah dan jangan menyerah.

Kendati demikian, tidak sepantasnya manusia merasa dirinya hina, hingga tidak memliki keinginan untuk usaha menjadi lebih baik. Dalam hal ini, manusia tetap diperintahkan untuk melakukan usaha, perkara hasil dari usaha tersebut Allah lah yang menentukan. Manusia juga tidak dianjurkan untuk meremehkan pekerjaan dan amaliahnya. Karena besar kecilnya nilai suatu amal, Allah lah yang menilai.

Baca Juga: Agar Lebih Dekat Dengan Allah

Allah juga menganjurkan kepada kita, agar optimis bahwa amal yang kita lakukan akan diterima. Dengan catatan kita selalu melakukan ketaatan, ibadah dan takut akan melakukan maksiat. Oleh karena itu, Nabi Muhammad memberikan pelajaran pada salah satu sahabat untuk membaca doa:

اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Hal ini sebagai bentuk permintaan tolong agar kita selalu diberi kemampuan untuk berdzikir, bersyukur dan bagusnya ibadah.

Di antara makna dari kalam hikmah di atas ialah mengajak kita merenung kepada amal yang kita anggap kecil, remeh dan tidak penting. Amal yang demikian kita lakukan seketika kemudian melupakannya. Misalnya, ketika kita sedang memandu, seekor anak ayam melintasi jalan di hadapan.

Contoh yang lain, seekor lalat terjatuh ke dalam minuman kita, lalu kita keluarkan dan membiarkan ia terbang pergi. Amalan yang seperi ini perlu direnungkan karena begitulah bentuk amal yang diterima oleh Allah. Amal yang demikian itulah kadang tidak disadari oleh banyak manusia. Sebagaimana yang diceritakan oleh Syekh Muhammad Nawawie bin Umar al-Jawi dalam karangannya Nashaihul-Ibad, bahwa suatu ketika Imam al-Ghazali ditanya tentang bekal apa yang ia serahkan untuk-Nya. Al-Ghazali pun menimpali dengan menyebut satu per satu seluruh prestasi ibadah yang pernah ia jalani di kehidupan dunia. Ternyata Allah menampilkan berbagai amalan Imam al-Ghazali kecuali satu kebaikannya ketika bertemu dengan seekor lalat. Suatu saat Imam al-Ghazali tengah sibuk menulis kitab hingga seekor lalat mengusiknya sejenak. Lalat ‘usil’ ini haus dan tinta di depan mata menjadi sasaran minumnya. Sang Imam yang merasa kasihan lantas berhenti menulis untuk memberi kesempatan si lalat melepas dahaga dari tintanya. Cerita ini mengandung pesan, bahwa terkadang pekerjaan yang kita anggap remeh ternyata memiliki nilai lebih di hadapan Allah.

Baca Juga: Antara Hamba Allah Dan Hamba Cahaya

Salah satu pendorong agar amal kita memiliki nilai lebih di sisi Allah adalah ikhlas. Nilai suatu amal terletak pada ikhlas yang mengiringi amal tersebut. Hal ini memang tidak mudah orang melakukannya. Tidak sedikit orang beramal sesuatu namun tidak karena Allah atau mengharap balasan dari orang lain. Seseorang harus berusaha untuk menghindari sifat riya, ujub dan sombong di kala beramal. Ikhlas dipelihara dengan cara tidak mengingat kebaikan yang telah kita perbuat. Kita serahkan semua kepada Allah. Ketahuilah memelihara ikhlas lebih sulit daripada menumbuhkan ikhlas, karena ia perlu memerangi nafsunya sebelum jaya melakukan satu perbuatan dengan ikhlas.

Ketika kita mengupas tentang pembahasan ikhlas dalam beramal, maka akan sangat erat hubungannya dengan masalah hati. Hati menjadi medan perebutan kuasa antara nafsu dan ikhlas. Modal nafsu adalah kepentingan diri, sedangkan ikhlas lebih mengedepankan kepentingan orang lain. Maka kedua hal ini sangat kontradiksi dan sulit untuk disatukan.

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

KUPAS TUNTAS ASAL KATA KAFIR

MENGENAL LIBERALISME: BERAWAL DARI SEJARAH YANG SALAH

DI SAAT KULIT TAK MENGGAMBARKAN ISI

PAHAMI ISTILAH “MODERAT” SESUAI AJARAN ISLAM

23 JANUARI 1948 TERBENTUKNYA NEGARA MADURA

TAGGED:majalah santriMajalah sidogiriMedia PesantrenSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article MENDAKWAHI DIRI SENDIRI MENDAKWAHI DIRI SENDIRI
Next Article DILEMA CINTA DAN PELAMINAN DILEMA CINTA DAN PELAMINAN
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d