Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: KUPAS TUNTAS ASAL KATA KAFIR
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Kajian » Kajian Resensi » KUPAS TUNTAS ASAL KATA KAFIR
Kajian Resensi

KUPAS TUNTAS ASAL KATA KAFIR

Khoiril Umam
Last updated: 9 Oktober 2022 8:49 pm
Khoiril Umam
Share
4 Min Read
Kupas Tuntas asal kata Kafir
Kupas Tuntas asal kata Kafir
SHARE

Dewasa ini aksi meng-orang lainkan (othering) kelompok yang tidak sepaham kian marak. Vonis kafir, bid’ah, fasiq dan semacamnya seolah tak terbendung. Fenomena ini mengingatkan kita pada golongan Khawarij yang notebene-nya memiliki ciri khas takfîr dan tafsîq terhadap golongan yang tak sehaluan. Dari sini, kemudian perlu dicari tahu; sesimpel itukah mencap orang lain keluar dari suatu aliran atau agama? Jika ia, pertanyaan yang kemudian mengemuka adalah serendah itukah nilai tawar sebuah agama sehingga vonis kafir hanya di ujung lidah saja? Kajian mendalam tentang hal ini dikupas tuntas di sini.

Gejala yang mengemuka atas maraknya vonis takfir dari sebagian kelompok pada kelmpok lain yang dinilai berbeda dirumuskan setidaknya kaena ada 3 alasan. Pertama, bekal keilmuan yang kurang. Pada dasarnya mereka yang gemar dan juga gencar memberikan vonis kafir pada orang lain adalah kalangan abal-abal yang sok alim. Lebih sering hal ini muncul dari kalangan yang tidak memiliki kapabilitas berfatwa. Alhasil, vonis yang mereka berikan cenderung hambar dan tidak ada cita rasa keilmuan yang kental. Hal ini sesuai dengan apa yang disabdakan Rasulullah dalam Hadis riwayat Ibnu al-Mubarak dalam bab Zuhud, yang artinya, “Di antara tanda-tanda akhir zaman adalah maraknya ilmu diperoleh dari orang-orang awam.’

Kedua, kapasitas ilmu yang tidak memadai tersebut mendorong mereka ceroboh dalam memahami teks. Akibatnya, kata kafir dalam beberapa literatur Hadis digebyah uyah diartikan sebagai keluar dari agama. Di sinilah titik fatal kesalahan mereka. Maka kemudian di dalam buku ini dijelaskan bahwa kata kufrun masih terbagi-bagi. Pemaknaannya tidak satu. Bahwa ada kafir ashghar ada pula kafir akbar. Kafir kecil seperti amaliah yang tidak sesuai aturan. Kafir besar yaitu kafir yang berkenaan dengan masalah itikad. Satu contoh, suatu ketika Rasulullah pernah berkata, sebagaimaan termaktub dalam Sunan Tirmidzi, “Barang siapa bersumpah dengan selain Allah, maka ia telah kafir atau syirik”. Maka seperti yang dijelaskan oleh Imam at-Thahawi dalam Syarhu-l Musykil beliau menjelaskan bahwa kata kafara dalam Hadis tersebut tergolong pada kafir ashghar. Karena yang dikehendaki dari Hadis tersebut adalah tidak sepantasnya seseorang bersumpah dengan selain Allah.

Ketiga, abuse of authority (penyalahgunaan wewenang). Mengingat urusan takfir adalah urusan krusial yang hanya boleh dijamah oleh kalangan tertentu, maka vonis kafir yang mereka lakukan tidak lain merupakan sebuah penyalahgunaan wewenang yang memiliki implikasi tidak sederhana. Dalam al-Quran juga banyak ditemukan beberapa kata yang diserap dari kata kafara namun pemaknaannya tidak melulu diartikan sebagai keluar dari agama. Dalam banyak tempat Imam at-Thabari dalam tafsirnya dengan mengutip pernyataan Imam Atha’ bin Abi Rabah dan Imam Thawus al-yamani menyatakan bahwa banyak kata kufrun diartikan berbeda; bukan kufur yang keluar dari agama.”

Jika diformulasikan maka persoalan vonis takfir ini terangkum dalam beberapa poin. Pertama, vonis kafir adalah hukum syara’ yang merupakan hak prerogatif Allah. Ini menjadi semacam forbidden area bagi selain-Nya. Kedua, setiap Muslim itu adil. Muslim dan adil ini merupakan label yang senantiasa melekat pada mereka yang telah berikrar dengan dua syahadat dan tidak merobeknya dengan pisau murtad. Ketiga, vonis kafir bisa dilakukan jika terjadi kensensus ulama ketika merespon suatu kejadian. Alhafidz dari negeri Maroko, Ibnu Abdil Bar menyatakan “Bagaimana bisa seseorang yang imannya disepakati secara ijma’ lalu dirobek begitu saja oleh hal-hal yang masih khilaf?”. Keempat, sebagaimana iman yang memiliki bebrapa cabang, maka demikian halnya dengan kufur juga berlapislapis penuh tingkatan. Kelima, secara garis besar kufur terbagi dua. Kufur secara amal dan kufur yang disertai hati inkar dan menentang. Seperti di sebutkan Ibnu Qayyim, kufur denagn makna menentang hampir dipastikan bertentengan dengan nilai imna. Akan tetapi kufur amal masih dibagi dengan hukum yang penuh perincian.

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

SHAHÎH AL-BUKHÂRÎ KARYA YANG PALING TERUJI

PANDUAN PRAKTIS ZAKAT FITRAH

KADERISASI WANITA SHALEHAH

SOLUSI MELAWAN SUMPAH IBLIS

RUJUKAN MONUMENTAL PARA AHLI JADAL

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article PERANG TALAS SEJARAH KEMUNCULAN INDUSTRI KERTAS DALAM ISLAM PERANG TALAS SEJARAH KEMUNCULAN INDUSTRI KERTAS DALAM ISLAM
Next Article Apa Yang Tampak Tak Mewakili Apa Yang tersembunyi APA YANG TAMPAK TAK MEWAKILI APA YANG TERSEMBUNYI
2 Comments 2 Comments
  • Khoiril Umam berkata:
    28 Oktober 2020 pukul 2:18 pm

    1

    Balas
  • Khoiril Umam berkata:
    28 Oktober 2020 pukul 2:18 pm

    1.5

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d