Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: TENTANG TEROMPAH SANG PEMBAWA RISALAH
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Dunia Islam » Hadharah » TENTANG TEROMPAH SANG PEMBAWA RISALAH
Hadharah

TENTANG TEROMPAH SANG PEMBAWA RISALAH

Redaksi
Last updated: 12 Desember 2021 8:03 pm
Redaksi
Share
8 Min Read
Tentang Terompah Sang Pembawa Risalah
Tentang Terompah Sang Pembawa Risalah
SHARE

Terompah adalah lapik kaki yang biasanya terbuat dari kulit, karet, atau kayu. Dilengkapi dengan tali kulit sebagai penguat, atau kayu bertudung bulat, tempat ibu jari kaki dan jari kaki tengah menjepit.

Contents
LIHAT JUGA VIDEO TENTANG TEROMPAH NABIBentuk Terompah NabiTerompah-Terompah NabiTerompah Nabi dalam Khazanah Ulama

Sepanjang sejarah umat manusia, hanya ada satu terompah yang begitu fenomenal: digandrungi jutaan umat manusia hingga hari ini. Semakin lama, model terompah tersebut semakin kerap menghiasi pemandangan kita sehari-hari. Dibuat logo majelis taklim dan organisasi, dijadikan kusen jendela masjid, dicetak menjadi pin, dibordir sebagai hiasan baju dan kopyah, menghiasi cover buku, atau sekadar didesain menjadi motif hiasan zikir atau shalawat pada lembaran sticker tempel.

Terompah ini begitu dicintai, diagungkan, dan diharapkan menjadi wasilah tercurahnya berkah. Tak lain karena pemakainya adalah makhluk teragung yang diciptakan Allah, al-Insân al-Kâmil, sang pembawa risalah, Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam.

LIHAT JUGA VIDEO TENTANG TEROMPAH NABI

https://youtu.be/uUi_jJcWy6w

Bentuk Terompah Nabi

Berikut ciri-ciri terompah Nabi menurut para ulama:

– Terompah Nabi berwarna kuning

– Berbahan kulit sapi.

– Mukhashsharah atau ramping bagian tengahnya.

– Mu‘aqqabah atau memiliki tali pengikat di bagian belakang untuk menahan tumit.

– Mulassanah atau memiliki ujung lancip di bagian depan, menyerupai bentuk lisan.

– Memiliki dua qubâl atau tali untuk diapit oleh jari-jari kaki.

Terompah-Terompah Nabi

Rasulullah memiliki beberapa terompah, beberapa di antaranya dapat dtelusuri jejaknya dalam buku-buku sejarah:

1. Terompah yang ada pada Sayidah Aisyah binti Abi Bakar setelah wafatnya Rasul. Setelah Sayidah Aisyah wafat, terompah ini diberikan kepada adik bungsunya, yaitu Ummu Kultsum binti Abi Bakar (lahir tahun 13 H, setelah wafatnya Abu Bakar). Ummu Kultsum tak lain adalah istri dari Thalhah bin Ubaidillah, salah satu shahabat yang dijamin masuk surga. Usai Thalhah wafat di Perang Jamal (36 H), Ummu Kultsum menikah lagi dengan Abdurrahman bin Abdullah bin Abi Rabi’ah al-Makhzumi. Ketika Ummu Kultsum wafat, terompah berpindah tangan kepada cucu Ummu Kultsum dari suami kedua yang bernama Ismail. Setelah itu, terompah itu tidak diketahui keberadaannya.

2. Terompah yang terdapat di istana Dinasti Alawiyah di Fez, Maroko, saat sultan yang bertakhta waktu itu adalah Maulaya Ismail. Konon Ismail berhasil merebut satu terompah pada tahun 1114 H. Ismail menyimpannya di rumahnya lalu membangun kubah yang ia beri nama “Kubah Terompah”.

3. Terompah sebelah kiri yang disimpan di Darul Hadits al-Asyrafiyah di Damaskus. Sedangkan yang sebelah kanan konon disimpan di Madrasah ad-Dammâghiyah yang terletak di kota yang sama (Dibangun pada 638 H. Saat ini sudah tiada). Sepasang terompah dimiliki oleh Sayidah Maimunah binti al-Harits, kemudian diwariskan kepada keluarganya hingga sampai kepada seorang shahabat bernama Sulaiman as-Sulami yang dikenal dengan nama Abil Hadid. Terompah ini dimiliki oleh keturunan Abil Hadid hingga terakhir kali disimpan oleh Ahmad bin Utsman bin Abil Hadid (w 625 H). Menurut Ibnu Katsir, kabar bahwa ada seseorang di Damaskus yang memiliki terompah Nabi tersebar kemana-mana. Hal ini mengundang keinginan oleh penguasa Dinasti Ayubiyah waktu itu, yaitu Musa bin al-Malik al-Adil Abi Bakar bin Ayyub. Sultan Musa lantas menawar dengan harga tinggi, namun ditolak oleh sang pemilik, yaitu Ahmad bin Abil Hadid. Setelah Ahmad meninggal, terompah itu pun diambil alih oleh Sultan Musa. Ketika Darul Hadits al-Asyrafiyah dibangun pada tahun 630, terompah ini disimpan di sana dalam sebuah peti khusus, dengan petugas khusus yang bertugas merawat dan menjaga. Riwayat terompah ini berakhir setelah dibakar oleh Timurlenk pada tahun 803 H, saat penaklukan Damaskus.

4. Sebelah terompah yang dimiliki al-Qadhi Abdul Basith bin Khalil adDimasyqi (wafat di Kairo, 854 H). Ada kemungkinan, terompah ini adalah terompah yang disimpan di Darul Hadits al-Asyrafiyah di Damaskus.

Terompah Nabi dalam Khazanah Ulama

Banyak ulama yang ‘seolah’ terobsesi dengan terompah Nabi. Kecintaan yang luar biasa kepada Baginda Nabi Muhammad membuat para ulama dan muhibbin juga tergila-gila dengan segala hal yang berkenaan dengan beliau. Bukan hanya mukjizat, khashâ’ish, dan syamâ’il, bahkan pernak-pernik kecil yang berhubungan dengan beliau juga tidak luput dari perhatian umat Islam.

Banyak ulama mengkaji tema seputar terompah secara serius. Beberapa di antaranya menuangkannya dalam bentuk risalah kecil. Sebut saja Abul Abbas Ahmad al-Maqarri at-Tilimsani (w. 1041H/1631 M), yang menulis Fathul Muta‘âl fî Madhin-Ni‘âl pada tahun 1020 H di Mesir. Dalam kitab ini, al-Maqarri menyebutkan hadis-hadis yang menyinggung terompah Nabi, merinci bentuknya, serta keistimewaan dan khasiat terompah Nabi.

Baca juga: Jati diri Umat dan Jatuh Bangun Peradaban

Ada pula Syekh Asyraf Ali AtTahawani dari India, beliau menulis risalah berjudul Nailusy-Syifâ bi-Na‘lil-Mushthafâ.

Sebagian yang lain mengungkapkan pengagungannya melalui untaian puisipuisi indah. Contohnya seperti puisi indah yang digubah oleh Ibnu Ma’shum al-Hasni (w 1119 H).

Syekh Yusuf an-Nabhani juga tak ketinggalan. Sosok ulama yang dikenal sebagai muhibbin sejati ini juga menggubah sebuah puisi yang ia cantumkan dalam karyanya, JawâhirulBihâr fî Fadhâ’ilin-Nabî al-Mukhtâr. Berikut syairnya:

عَلَى رَأْسِ هَذَا الْكَوْنِ نَعْلُ مُحَمَّدِ              عَلَتْ فَجَمِيْعُ الْخَلْقِ تَحْتَ ظِلَالِهِ

لَدَى الطُّوْرِ مُوْسَى نُوْدِيَ اخْلَعْ وَأَحْمَدُ         عَلَى الْقُرْبِ لَمْ يُؤْمَرْ بِخَلْعِ نِعَالِهِ

مِثَالٌ حَكَى نَعْلاً لِأَشْرَفِ مُرْسَلِ              تَمَنَّتْ مَقَامَ التُّرْبِ مِنْهُ الْفَرَاقِدُ

ضَرَائِرُهَا السَّبْعُ السَّمَاوَاتُ كُلُّهَا              غَيَارى وَتِيْجَانُ الْمُلُوْكِ حَوَاسِدُ

مِثَالٌ لِنَعْلِ الْمُصْطَفَى مَا لَهُ مِثْل              لِرُوْحِيْ بِهِ رَاحٍ لِعَيْنِيْ بِهِ كُحْل

فَأَكْرِمْ بِهِ تِمْثَالَ نَعْلٍ كَرْيْمَةٍ                     لهَاَ كُلُّ رَأْسٍ وُدَّ لَوْ أَنَّهُ رِجْل

وَلَمَّا رَأَيْتُ الدَّهْرَ قَدْ حَارَبَ الْوَرَى            جَعَلْتُ لِنَفْسِيْ نَعْلَ سَيِّدِهِ حِصْنَا

تَحَصَّنْتُ مِنْهُ فِيْ بَدِيْعِ مِثَالِهِ                   بِسُوْرٍ مَنِيْعٍ نِلْتُ فِي ظِلِّهِ الْأَمْنَا

إِنِّي خَدَمْتُ مِثَالَ نَعْلِ الْمُصْطَفَى             لِأَعِيْشَ فِي الدَّارَيْنِ تَحْتَ ظِلَالِهَا

سَعِدَ ابْنُ مَسْعُوْدٍ بِخِدْمَةِ نَعْلِهِ                 وَأَنَا السَّعِيْدُ بِخِدْمَتِيْ لِمِثَالِهاَ

Alas kaki Baginda di atas penjuru semesta

Dan semua makhluk di bawah bayang-bayangnya

Di bukit Tursina, Musa diperintah tanggalkan alasnya

Sedangkan Ahmad yang lebih dekat, tak ada perintah yang sama

Lambang terompah milik Rasul termulia

Gemintang pun berangan menjadi tanah agar dipijaknya

Madu-madunya, tujuh petala langit cemburu seluruhnya

Dan mahkota para raja pun hasud kepadanya

Lambang terompah Sang Mushthafa tiada duanya

Ia adalah rehat bagi jiwa, celak bagi mata

Betapa mulia lambang terompah Sang Nabi!

Semua kepala pun berharap menjadi kaki

Apabila Allah memerangi umat nan durhaka

Aku buat perisai terompah sang pemimpin manusia

Aku berlindung dari murka Allah, di balik indahnya

Sebagai tembok kokoh dan aku aman di bawah naungnya

Aku berkhidmat kepada terompah Sang Mushthafa

Agar aku dinaunginya di dunia dan alam baka

Sungguh bahagia Ibnu Mas’ud karena kepada terompah khidmatnya

Dan aku, adalah yang berbahagia karena khidmah kepada lambangnya

Moh. Yasir/sidogiri

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

LEGALITAS DEMONSTRASI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

SANAD MATA RANTAI EKSKLUSIF UMAT ISLAM

CARA ALAMI PENGGANTI CUCI DARAH

Logika Jumud Dikotomi Ilmu

RAHASIA BERDOA KEPADA ALLAH

TAGGED:Majalah Pesantrenmajalah santriMajalah sidogiriMedia PesantrenMedia SidogiriSidogiri MediaSidogiri Pasuruansidogiri pesantrenSidogiriMediaSidogirimedia.comTentang Terompah Sang Pembawa Risalah

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article masih bingung, nikah saja! MASIH BINGUNG, NIKAH SAJA!
Next Article ASY-SYIFA BINTI ABDILLAH AL-ADAWIYAH (20 H), USTADZAH PERTAMA PARA MUSLIMAH DI MASA RASULULLAH ASY-SYIFA BINTI ABDILLAH AL-ADAWIYAH (20 H), USTADZAH PERTAMA PARA MUSLIMAH DI MASA RASULULLAH
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d