Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: SIAPAKAH MODERAT DAN RADIKAL ITU (?)
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Kajian » Kolom Akidah » SIAPAKAH MODERAT DAN RADIKAL ITU (?)
KajianKolom Akidah

SIAPAKAH MODERAT DAN RADIKAL ITU (?)

Redaksi
Last updated: 2 September 2022 1:30 pm
Redaksi
Share
4 Min Read
SIAPAKAH MODERAT DAN RADIKAL ITU (?)
SIAPAKAH MODERAT DAN RADIKAL ITU (?)
SHARE

وقل للمؤمنات يغضضن من أبصارهم ويحفظن فروجهن ولا يبدين زينتهن إلا ما ظهر منها وليضربن بخمرهن على جيوبهن

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya…” (QS. An-Nuur : 31)

Belakangan ini, kita sering dibingungkan oleh KALANGAN ini, kita sering dibingungkan dengan dua istilah; moderat dan radikal, seperti kasus larangan memakai niqab atau cadar bagi Muslimah Austria oleh pemerintah setempat yang terjadi beberapa bulan lalu. Mereka beralasan bahwa kebijakan ini dinilai lebih moderat. Dengan adanya larangan itu, kaum Muslimah bisa lebih bebas dari berbagai macam hinaan dan diskriminasi. Padahal, secara tidak langsung mereka sendiri telah mendiskriminasi para Muslimah dengan melarang mereka mengenakan cadar. Herannya, ketika mereka melihat para Muslimah itu menggugat pelarangan tersebut, pemerintah dan sejumlah elemen tertentu langsung menghujat ‘mereka Islam radikal’. Sebenarnya siapa yang moderat? Dan siapa yang radikal?

Ketika kita mendefinisikan dua kata ini, kita akan dihadapkan pada dua kubu pemikiran; liberal dan non-liberal. Dengan mengetahui dua buah pemikiran ini maka kita akan menemukan titik perbedaannya. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi menjelaskan bahwa kelompok liberal lebih mendahulukan konteks (situasi lingkungan) seperti yang terjadi pada kasus Austria di atas. Sedangkan non-liberal bervariasi; ada yang lebih mendahulukan teks, ada yang mendahulukan teks tapi menggunakan akal, ada yang seimbang antara konteks dan akal. (Misykat hal. 179)

Baca Juga: mengenal Liberalisme: Berawal Dari Sejarah Yang Salah

Jika diibaratkan, pemikir yang lebih mendahulukan teks al-Quran dan meninggalkan penggunaan akal di atas adalah para organisasi-organisasi radikal yang mengatasnamakan dirinya sebagai orgainisasi Islam. Seperti pada tahun 1932, terjadi penyerangan oleh orang Wahabi terhadap orang-orang Muslim di kota Makkah dengan alasan mereka telah kafir. Atau organisasi ISIS di Syiria yang keberadaannya justru menghancurkan orang Muslim sendiri.

bagaimana dengan larangan membuka aurat yang ada di al-Quran? Mereka akan mencarikan penafsiran baru yang menurut mereka lebih sesuai dengan zaman sekarang. Dan untuk orang yang menolak keputusan ini, otomatis mereka dicap sebagai kelompok yang tidak moderat atau kelompok radikal.

Sekarang, kita bandingkan jika definisi ini diambil dari sudut pandang Islam yang lebih mendahulukan teks al-Quran. Maka, sebagaimana yang dinyatakan oleh Muqtedar Khan, cendekiawan Muslim asal Canada. Ia berkata, “Moderat itu adalah yang berfikiran terbuka, kritis, menghormati semua orang , bermoral, beramar makruf nahi mungkar.” Hal ini senada dengan surah Ali Imran ayat 110 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” Dengan begitu, kita akan memiliki pandangan bahwa yang moderat adalah mereka yang membiarkan Muslimah memakai jilbab. Karena, moderat dalam pandangan ulama Ahlusunah adalah mereka yang membiarkan orang-orang Muslim menerapkan syariat. Dan yang radikal adalah mereka yang melakukan pelarangan tanpa pengesahan dari syariat.

Baca Juga: Ahlusunnah Dan Dinamika Perbedaan

Hal ini senada dengan definisi radikal (tatharruf) versi cendekiawan Muslim, Syekh Wahbah az-Zuhaili, “Setiap tindakan kekerasan, agresi, atau kejahatan yang tidak memiliki pengesahan secara syar’i” (Qadhâyâl-Fiqh al-Muâshir hal. 398)

Dalam definisi tersebut Syekh Wahbah az-Zuhaili lebih menekankan jika tindakan yang diambil tidak memiliki pengesahan dari syariat maka dialah yang tervonis ekstrim. Kesimpulannya, jika kita melihat kasus Austria di atas seharusnya yang divonis sebagai kelompok radikal adalah mereka yang melarang para Muslimah mengenakan jilbab karena merekalah yang melakukan kejahatan tanpa adanya legalitas dari syariat. Wallâhua’lam.

Abd. Muid/sidogiri

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

LITERASI ISLAM, CAHAYA PERADABAN DARI TIMUR

KAMI LEBAH, TAK MARAH ASAL ENGKAU RAMAH

Sejarah Pengarang Qasidah Burdah

AGAR UMAT TETAP WARAS

MASJID MEGAH KEBANGGAAN WARGA KLATEN

TAGGED:Majalah PesantrenMajalah sidogiriModerat Dan RadikalSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article MENYIKAPI DISERTASI KONTROVERSIAL MENYIKAPI DISERTASI KONTROVERSIAL
Next Article BELI BARANG, KREDIT ATAU KONTAN BELI BARANG, KREDIT ATAU KONTAN
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d