Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: Semua Sudah Frustasi dengan Pandemi
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Editorial » Semua Sudah Frustasi dengan Pandemi
Editorial

Semua Sudah Frustasi dengan Pandemi

Redaksi
Last updated: 14 Februari 2024 4:32 pm
Redaksi
Share
3 Min Read
SHARE

Kita semua tahu bahwa hingga kini pandemi belum berhenti, dan karena itu kita mesti tetap berdoa dan harus senantiasa waspada, dengan mematuhi protokol kesehatan berupa 5 M: Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas.

Di samping, kita mesti senantiasa menjaga kesehatan rohaninya dan jasmani, dengan menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segenap larangan-Nya, mengkonsumsi asupan halal dan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Ini semua merupakan ikhtiar yang mesti kita ambil, karena merupakan perintah syariat, yang Insya-Allah tercatat sebagai amal yang berpahala, jika kita bisa menata niat dengan baik dan benar.

Hingga saat ini, ikhtiar-ikhtiar inilah yang bisa kita lakukan sendiri-sendiri secara maksimal, bergantung pada komitmen kita, untuk menjaga diri, keluarga, dan orang-orang terdekat kita. Kita tak bisa bergantung atau mengandalkan orang atau pihak lain, apakah itu tenaga kesehatan, pemerintah, atau masyarakat umum. Ini memang problematis, tapi itulah faktanya.

Tenaga kesehatan sudah terlalu lelah, fasilitas tidak memadai, seluruh rumah sakit overload, dan pelayanan sudah pasti tidak maksimal. Banyak orang-orang terdampak yang ditampung di rumah sakit tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya, bahkan sebagian mereka terabaikan, terkurung di dalam ruangan isolasi, tak ada yang menemani dan tak ada yang mengurusi, cuma tenaga kesehatan yang datang sesekali, dengan lesu dan muka pucat pasi.

Sementara pemerintah, kita sudah tahu sendiri, kebijakan-kebijakan mereka tidak efektif. Terbukti hingga kini pandemi belum bisa diatasi, sementara negara-negara lain sudah banyak yang menyatakan merdeka dari virus ini. Tentu kita tidak mengatakan bahwa mereka tidak bekerja. Ya, mereka terus bekerja, tapi seperti apa efektivitasnya? Pemerintah sudah menghabiskan lebih dari seribu triliun, itupun dari hasil utang. Tapi ironisnya, masih ada yang tega mengorupsinya, sementara tenaga medis banyak yang belum digaji, dan hutang yang menumpuk pada sejumlah rumah sakit.

Adapun masyarakat sekitar kita, mungkin mereka sudah muak dengan semua ini. Masyarakat tampak terus bertengkar dan bersitegang dengan aparat setiap hari, gara-gara kebijakan pemerintah yang dinilai tidak populer. Akhirnya, aturan terkait pandemi tidak berjalan efektif, malah muncul gelombang unjuk rasa di berbagai daerah, yang oleh aparat dijawab dengan pembubaran paksa, karena dinilai melanggar aturan.

Akhirnya, masyarakat kini menjadi abai dengan ancaman virus ini. Mereka tampak seperti tidak peduli sama sekali. Buktinya, tradisi-tradisi keagamaan dan adat yang mengumpulkan massa terus saja berlangsung, seperti resepsi pernikahan, tahlilan kematian, nyelawat kematian, dan semacamnya. Padahal di banyak desa, tingkat kematian sudah sangat tinggi. Tapi, tampaknya semua sudah frustasi menghadapi pandemi ini.

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

ULAMA DUNIA PEMERHATI SEJARAH

DILEMA PUASA SOPIR BUS DAN PETANI

SHAFAR 7 H, KEMENANGAN PERANG KHAIBAR

Urgensitas Agama dalam Kemajuan Peradaban

21 JUMADAL ULA 504 HIJRIYAH, MELETUSNYA PERANG SALIB PERTAMA

TAGGED:Media SidogiriPandemiSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Setengah Hati Menangani Pandemi
Next Article Bunga Violet, Si Cantik yang Kaya Khasiat
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d