Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: SAJIAN PENGGODA IMAN
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Kajian » Kajian Resensi » SAJIAN PENGGODA IMAN
Kajian Resensi

SAJIAN PENGGODA IMAN

Redaksi
Last updated: 19 Desember 2021 8:08 pm
Redaksi
Share
4 Min Read
sajian penggoda iman
sajian penggoda iman
SHARE

Sebagian kalangan mencoba melakukan kajian kritis terhadap studi al-Quran, dengan cara merangkum berbagai kepingan ayat yang agaknya sarat pertentangan. Ketidaksesuaian tersebut disuguhkan dalam pertanyaan-pertanyaan, yang tentu akan sulit dijawab oleh mereka yang beranggapan al-Quran hanya indah untuk dibaca dan diperdengarkan, namun enggan mengkaji lebih dalam. Mulai dari kemusykilan sederhana seputar perbedaan kata yang diucapkan dalam konteks yang sama, hingga pertanyaan fundamental yang erat kaitannya dengan keimanan.

Mula-mula dalam Surah al-Muzammil, kata masyriq dan maghrib di sebut dalam bentuk tunggal. Dalam Surah ar-Rahmân disebut dengan kata yang menunjukkan arti dua (tatsniyah), sedang pada Surah al-Ma’ârij di sebut dalam bentuk plural. Hal ini tampak berbeda, tentu saja bagi mereka yang mau mengkaji dan meneliti. Adapun mereka yang tidak berkepentingan dalam memahami al-Quran selain membaca tanpa men-tadabburi, tentu perbedaan-perbedaan tersebut luput dari perhatian. Demikian ini hanya sekelumit dari apa yang tampaknya bias dan janggal.

Dalam satu kesempatan, Allah menyebut yang kekal hanyalah Dzat-Nya. Namun di kesempatan berbeda dalam QS Hûd [11]: 106- 108, dikatakan bahwa penduduk surga juga akan kekal di dalamnya. Dalam QS al-Kahfi [16]: 85-86 dijelaskan, bahwa matahari terbenam di lokasi laut yang berlumpur hitam. Ini mengindikasikan bahwa yang berputar mengelilingi bumi adalah matahari. Tentu saja pemahaman tersebut bertentangan dengan teori ilmiah yang mengatakan matahari diam pada porosnya dan bumilah yang mengelilinginya. (hal. 67)

Belum lagi beberapa fakta dalam banyak kesempatan, dimana ayat-ayat al-Quran kerap idem dengan buah pikiran khalifah kedua, Sayidina Umar bin al-Khaththab. Sayidina Umar pernah menyampaikan interupsi dalam suatu permaslahan, lalu tak berselang lama Rasulullah hadir membacakan ayatnya. Sehingga muncul kesan bahwa sebenarnya kandungan al-Quran tidak lepas dari pengaruh kuat Rasulullah dan Sayyidina Umar sendiri. (hal. 202)

Klaim bahwa penulisan al-Quran telah rampung ditulis sejak masa Rasulullah perlu juga dipaparkan lebih gamblang. Pasalnya, instruksi kodifikasi dan penyampulan alQuran justru dilakukan pada masa Khalifah Utsman bin Affan. Sebab jika berkaca pada kitab samawi lainnya, adanya distorsi dan interpolasi wahyu merupakan hal yang tak terelakkan. Maka jaminan atas kesucian al-Quran dari ulah jahil tangan tak bertanggung jawab, sangat perlu dibuktikan. (hal. 215)

Kritik atas al-Quran seperti yang ditampilkan tadi kerap dituduhkan oleh kalangan orientalis, yang memang dalam penelitian mereka tidak dibarengi keimanan terhadap alQuran itu sendiri. Alhasil, kesimpulan dari pernyataan yang diambil sangat jauh dari kata objektif. Kita sebagai umat Islam, berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan ini, setidaknya akan berada pada dua titik penting: mengkaji lebih dalam untuk kemudian memberi bantahan secara ilmiah, atau membiarkan tanda tanya besar itu menjadi PR Ulama Mufassirin lantaran kita merasa tidak memiliki kepentingan apapun.

Namun kini, kita tidak perlu kikuk atau kurang percaya diri menyikapi pernyataan-pernyataan sinis orientalis tadi. Karena al-Buthi telah merangkum solusi problematika tersebut menjadi sebuah karya fenomenal yang siap dijadikan amunisi untuk menjawab tantangan debat, atau untuk sekadar menambah wawasan keilmuan. Yakni dalam buku Lâ Ya’tîhil-Bâthilu: Kasyfu li Abâthîla Yakhtalifuhâ wa Yulshiquhâ Ba’dhuhum bi Kitabillâh.

Karya ini lebih terkesan sebagai hasil perenungan panjang penulisnya atas studi al-Quran yang ditekuni. Meski dalam gaya penulisan selalu menampilkan pertanyaan sebagai “inti kejanggalan” dari pihak lawan, namun tidak semua pertanyaan tersebut ternyata muncul dari mereka yang benar-benar ingin mengkritisi al-Quran.

Baca juga: Islam Tidak Bisa Dipisahkan Dari Arab

Karya ini lebih mirip buku tips dari penulis, sebagai strategi membantah lawan jika seandainya pertanyaanpertanyaan itu muncul ke permukaan. Buku ini menjawab kebatilan-kebatilan yang berusaha di angkat oleh pihak yang ingin melucuti supremasi al-Quran. Nyatanya, justru dengan ulah mereka itulah keberadaan al-Quran sebagai mukjizat agung kian melambung dan mengudara. Selamat membaca!

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

WARIA, DISKRIMINASI DAN TOLERANSI

MENU MAKAN RASULULLAH (3/HABIS)

PENDIDIKAN TEPAT UNTUK GENERASI SELAMAT

BIRRUL WALIDAIN ADALAH SARANA UNTUK BERTAWASSUL

PRINSIP-PRINSIP PENTING YANG HARUS DIMILIKI PEMIMPIN

TAGGED:Majalah Pesantrenmajalah santriMajalah sidogiriMedia PesantrenMedia Sidogirisajian penggoda imanSidogiri MediaSidogiri Pasuruansidogiri pesantrenSidogiriMediaSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article ASY-SYIFA BINTI ABDILLAH AL-ADAWIYAH (20 H), USTADZAH PERTAMA PARA MUSLIMAH DI MASA RASULULLAH ASY-SYIFA BINTI ABDILLAH AL-ADAWIYAH (20 H), USTADZAH PERTAMA PARA MUSLIMAH DI MASA RASULULLAH
Next Article Fenomena Kiai Nyeleneh Fenomena Kiai Nyeleneh
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d