Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: SAATNYA MENCETAK GENERASI YANG CERDAS!
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Jeda » Sakinah » SAATNYA MENCETAK GENERASI YANG CERDAS!
JedaSakinah

SAATNYA MENCETAK GENERASI YANG CERDAS!

Khoiril Umam
Last updated: 7 Desember 2021 5:29 pm
Khoiril Umam
Share
6 Min Read
Saatnya Mencetak Generasi Cerdas!
Saatnya Mencetak Generasi Cerdas!
SHARE

Hal pertama saat kata “anak muda” disebut, gambaran yang ada dipikiran orang-orang kebanyakan pasti tertuju pada ini: pergaulan bebas, suka tawuran, kelakuan nakal, konsumsi obat terlarang atau juga gambaran negatif lainnya. Ada baiknya jika persepsi-persepsi negatif itu di buang jauh-jauh, kemudian berharap sambil berdoa semoga Allah segera membalik keadaan jadi lebih baik.

Persepsi yang demikian tentu belum tentu benar, sebab masih banyak sekali generasi muda-mudi kita yang baik-baik, bahkan ada juga yang prestasinya ikut membanggakan Islam. Bukti sebenarnya banyak bertebaran di sekeliling kita atau di lingkungan rumah kita sendiri. Yang lebih penting di sini ialah, apakah kriteria sebenarnya pemuda yang membanggakan Islam itu sendiri? Dari Shahabat ‘Uqbah bin ‘Amir, Rasulullah pernah bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنَ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ

“Sungguh Allah sangat mengagumi pemuda (juga pemudi) yang tidak pernah menyimpang dari kebenaran (Islam).” (HR Imam Ahmad)

Hadis ini sebenarnya mengandung prinsip hidup yang sangat penting, bahwa orang tua yang menanamkan prinsip positif kepada anaknya sejak usia muda dapat menentukan kesuksesan hidup di kemudian hari. Sebab perangkat otak dan jiwa yang telah dibekali cara pikir yang mapan pasti memiliki rencana yang matang dan tidak main-main dalam menjalani cobaan hidup. Apalagi anak dibekali keilmuan agama yang baik, maka tantangan hidup terlihat lebih menyenangkan baginya.

Meneladani pribadi para generasi muda shahabat Rasulullah yang kisahnya hebat-hebat, mungkin juga penting dibacakan orang tua pada anaknya untuk cerminan hidup. Shahabat Ali bin Abi Thalib, misalnya, ialah pemuda yang pertama kali Islam. Usianya ketika Rasulullah diutus adalah sepuluh tahun. Walau begitu, ia tetap memberanikan diri memeluk Islam, meski harus berselisih dengan keluarganya. Semangat keislaman yang jarang dimiliki pemuda saat ini tentunya. Lalu, apakah kondisi jamannya yang salah?

Shahabat Usamah bin Zaid, shahabat muda lainnya. Disebutkan dalam kitab Shahîhul-Muslim, bahwa ia diberi amanah menjadi pemimpin pasukan ekspedisi saat usianya baru 18 tahun. Diangkat langsung oleh Rasulullah sebelum meninggal dunia, kemudian dipertegas kembali oleh Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq, ia memimpin pasukan Muslim membalas serangan Romawi. Usia seperti itu jaman kita setara anak lugu yang sedang sekolah SMA. Kalau begitu, di mananya yang salah?

Shahabat Abdullah bin Abbas pemuda energik lainnya. Dalam rekam hidupnya, lantaran melihat kegigihannya rela berlelah-lelah mengaji ilmu, Rasulullah berwasiat selayaknya mendoakan berkah umur untuknya, padahal usianya masih bocah (ghulâm) jauh sebelum menginjak dewasa. Ketika Rasulullah wafat, usianya baru sekitar lima belas tahun. Yang miris, saat ini di kawasan pedesaan sekalipun, makin jarang kita lihat anak-anak kecil yang semangat mengaji seperti Shahabat Ibnu Abbas. Lalu, siapa yang salah?

Shahabat Amr bin Salimah pernah mengalami pengalaman unik sewaktu kecil. “Kala itu saya yakin semua shahabat pasti paham betul maksud dari pesan Rasulullah berikut ini:

صَلُّوا صَلاَةَ كَذَا فِى حِينِ كَذَا، وَصَلُّوا كَذَا فِى حِينِ كَذَا، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ، فَلْيُؤَذِّنْ أَحَدُكُمْ، وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْثَرُكُمْ قُرْآنًا .

’’Lakukanlah shalat ini pada waktu ini, dan shalat itu pada waktu itu. Jika waktu shalat sudah masuk, hendaklah seorang dari kalian mengumandangkan azan. Dan yang menghafal al-Quran paling banyak, hendaklah ia menjadi imam.’’ (HR Imam Bukhari)

Setelah ikamah selesai, jamaah shalat yang hadir saling berpandangan satu sama lain. Ketika itu tidak ada yang punya banyak hafalan al-Quran melebihi diriku, karena aku banyak belajar hafalan dari para pendahulu. Mereka pun mendorongku agar maju menjadi imam shalat, padahal usiaku masih enam atau tujuh tahun kala itu.” Kata Shahabat ‘Amr bin Salimah menutup ceritanya.

Kisah seperti ini bisa jadi sangat menakjubkan bagi sebagian orang. Anak umur enam tahun atau tujuh tahun dengan hafalan al-Quran dalam jumlah banyak, sepertinya akan dianggap “anak ajaib” untuk ukuran jaman sekarang. Pertanyaannya, mungkinkah semangat keagamaan yang menggebu-gebu demikian juga ditemukan pada muda-mudi jaman now? Kalau memang tidak, lalu apanya yang salah?

Persoalan moral dan etika muda-mudi sebenarnya termasuk problematika bangsa, yang kesemua masyarakat “sangat perlu” ikut campur untuk melakukan pembenahan bersama-sama. Problem ini bukanlah masalah kecil yang ringan dipikul, karena imbasnya akan dirasakan beberapa dekade kemudian. Nasib ke depan memang tidak ada yang tahu, tapi akibat positif-negatif dari moralitas manusiawi sebenarnya bisa dilihat sejak saat ini.

Sangat disayangkan bila kita sebagai orang tua tidak mampu mencetak generasi cerdas yang berkualitas di masa depan, yang kepribadiannya rentan tercemari efek negatif lingkungan atau teman yang buruk. Kita harus khawatir anak-anak kita esok hari akan menyesali kehidupannya sendiri, terjerumus dalam kubangan maksiat lantaran kita tidak berhasil menyiapkan pijakan yang kuat buat mereka. Renungilah firman Allah berikut ini:

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

“Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata: ‘Aduhai, kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku, kiranya dulu aku tidak menjadikan fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Quran, sesudah al-Quran itu datang kepadaku. Dan setan itu selalu menipu manusia.” (QS al-Furqan [25]: 27-29)

M. Masyhuri Mochtar/sidogiri

Baca juga: Shahabat Shuhaib Ar-Rumi

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

ATASI DEMAM BERDARAH TANPA SUSAH PAYAH

TIPS ISTIKAMAH BERIBADAH

6 SEPTEMBER 1917 M. BERDIRINYA JAM’IYAT AL-ISLAH WAL IRSYAD AL-ISLAMIYAH

TIPS BERTAMU DI RUMAH ALLAH SWT (3)

JOMBLO ITU HAPPY

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Karena Cinta Tak Punya Mata KARENA CINTA TAK PUNYA MATA
Next Article Zainudin Al-Iraqi ZAINUDDIN AL-IRAQI
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d