Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: ROHINGYA DAN SEBAGIAN KITA
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Editorial » ROHINGYA DAN SEBAGIAN KITA
Editorial

ROHINGYA DAN SEBAGIAN KITA

Redaksi
Last updated: 28 Agustus 2022 11:44 am
Redaksi
Share
4 Min Read
ROHINGYA DAN SEBAGIAN KITA
ROHINGYA DAN SEBAGIAN KITA
SHARE

Krisis kemanusiaan yang menimpa umat Islam Rohingya barangkali merupakan kejahatan kemanusiaan paling brutal yang kita saksikan di zaman ini. Terlihat dengan jelas dari foto-foto dan video-video yang senantiasa viral di media sosial, bagaimana para teroris dari kalangan militer dan biksu-biksu Budha di Myanmar itu membunuhi mereka yang tidak berdaya, mulai dari balita, wanita hingga orang-orang tua renta, dengan cara-cara yang benar-benar mengerikan, membikin kita yang menyaksikan dari kejauhan tak bisa berkata apa-apa, selain berpikir bahwa mereka yang tega melakukan tindakan-tindakan seperti itu bukanlah manusia, melainkan syetan yang tak punya hati nurani.

Celakanya, horor di wilayah Arakan yang dipertontonkan ke dunia itu, tidak lantas membikin dunia heboh, setidaknya tak seheboh saat terjadi ledakan ‘petasan’ di jantung kota Paris. Dunia-dunia Barat yang biasanya rajin menghambur-hamburkan slogan kemanusiaan, kesetaraan dan keadilan, kali ini tampak irit berbicara, apalagi untuk menerjunkan pasukan perdamaian. Akhirnya, negaranegara yang membebek ke Barat juga jadi salah tingkah. Barangkali mereka berpikir, apa untungnya membela etnis yang tak dihiraukan oleh negara-negara Barat? Maka tak heran jika banyak orang yang bilang, bahwa minimnya respons terhadap krisis kemanusiaan di Rohingya itu tak lebih karena korbannya adalah Muslim.

Dan, lebih celaka lagi, genosida atau pembersihan etnis di Myanmar yang merupakan masalah super serius itu, justru mendapatkan respons yang konyol dari sebagian orang di negeri kita ini. Bagaimana tidak? Ketika umat Islam di Myanmar sedang diburu layaknya binatang, diusir dari tanah kelahiran mereka dan diperlakukan secara tidak manusiawi, sebagian orang di negeri ini justru membikin komentar konyol yang tak perlu, di antaranya menyamakan teroris Budha di Myanmar itu dengan Front Pembela Islam (FPI) di Indonesia. Memangnya, ketika kita menyaksikan begitu banyak orang dibunuh di Myanmar, lantas siapakah yang telah dibunuh FPI?

Sebagian yang lain justru mengkiritik umat Islam yang marah dan mengecam tindakan para teroris Budha di Myanmar, dengan mengatakan bahwa kelompok seperti itu hanya bisa marah-marah, tidak bisa menghadapi persoalan dengan kepala dingin, tidak melakukan kajian mendalam untuk mengetahui akar persoalan yang sebenarnya, dan seterusnya. Olok-olok itu kemudian direspons balik dengan mengatakan bahwa lapak sebelah hanya bisa cuap-cuap, bertopeng di balik kajian-kajian kosong, yang akhirnya tidak pernah bisa beraksi sama sekali. Dan lebih daripada itu, secara garis besar hiruk-pikuk problem kemanusiaan di Myanmar itu malah dijadikan sebagai ajang peperangan oleh kubu-kubu partai politik yang saling berseberangan di negeri ini.

Pertanyaannya adalah, apakah umat Islam Rohingya yang sedang menderita itu membutuhkan ini semua? Jawabannya jelas tidak. Karena itu kebanyakan orang yang terlalu banyak berbicara tentang Rohingya di sosial media, tapi isi pembicaraannya justru tidak mengarah pada pembelaan terhadap umat Islam di sana, sebenarnya mereka tidak memberikan kontribusi apa-apa selain menambah rumitnya persoalan. Kelompok seperti itu sama nilainya dengan orang yang justru menyalahkan minoritas Rohingya yang melakukan pembelaan diri dari kezaliman para teroris. Ibaratnya, mereka itu seperti pengamat politik Timur Tengah gadungan yang justru menyalahkan Muslim Palestina karena melakukan perlawanan terhadap teroris Israel yang telah merampas segala apa yang mereka miliki.

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

PERANG PEMIKIRAN DI ERA DIGITAL

SETELAH AKSI 411 DAN 212

ANTITESIS KEMARAHAN UMAT

PERTARUNGAN IDENTITAS

KONFLIK POLITIK DI SOSIAL MEDIA

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article PESAREAN SENTONO BOTO PUTIH PEMBEBASAN KERATON SENTONO BOTO PUTIH PESAREAN SENTONO BOTO PUTIH PEMBEBASAN KERATON SENTONO BOTO PUTIH
Next Article JALAN SETAPAK SANTRI MAYA JALAN SETAPAK SANTRI MAYA
2 Comments 2 Comments
  • Khoiril Umam berkata:
    22 Desember 2020 pukul 3:05 am

    5

    Balas
  • Redaksi berkata:
    10 Juli 2021 pukul 4:09 pm

    5

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d