Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: RELATIVISME KEBENARAN?
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Tabayun » RELATIVISME KEBENARAN?
Tabayun

RELATIVISME KEBENARAN?

Khoiril Umam
Last updated: 6 Februari 2022 8:48 am
Khoiril Umam
Share
3 Min Read
Relativisme Kebenaran?
Relativisme Kebenaran?
SHARE

Di internet banyak kita dapati meme dari pernyataan seorang tokoh yang kira-kira bunyinya sebagai berikut: “Kebenaran kita berkemungkinan salah. Kesalahan orang lain berkemungkinan benar. Hanya kebenaran Tuhan yang benar-benar benar.” Meme ini banyak tersebar melalui sosial media, baik di akun-akun pribadi maupun di grup-grup. Bagaimana seharusnya kita memahami dan menanggapinya?

Jawaban

Kata-kata itu tidak bisa diberlakukan secara umum, dan karenanya ia memiliki batasan-batasan penerapannya sendiri. Pembatasan itu adalah niscaya, sebab jika tidak tentu itu bisa merelatifkan segala sesuatu, termasuk hal-hal yang sudah tetap dalam agama (tsawabit). Karenanya kata-kata itu tidak boleh berlaku dalam aspek-aspek dari ajaran keagamaan yang didasarkan pada dalil qath’i (definitif dan bersifat pasti).

Karena dalam aspek-aspek yang fundamental dalam agama seperti rukun-rukun iman dan Islam, tak ada pilihan lain bagi seorang Muslim selain meyakininya sebagai kebenaran. Misalnya, tentang bahwa shalat lima waktu itu wajib, puasa di bulan Ramadan itu wajib, mencuri itu haram, minum khamr itu haram, jual beli itu halal, riba itu haram, dan hal-hal dalam agama yang sudah final semacamnya. Maka tak peduli siapapun yang mengatakannya, ia harus diterima sebagai kebenaran.

Konsekuensinya, jika ada seorang yang meragukan atau mengingkari hukum-hukum qath’i dalam agama, maka ia bisa kafir, jika ajaran agama itu termasuk hal yang aksioma (al-ma’lum minad-din bidh-dharurah), dan berakibat fasik jika bukan termasuk ajaran agama yang aksiomatis. Karena itu hal ini penting untuk diperhatikan oleh setiap Muslim, agar mereka tak terjebak di dalam kesesatan.

Adapun penerapan yang benar untuk kata-kata di atas adalah pada wilayah cabang agama atau furu’ul-fiqhiyyah, yang menjadi wilayah ijtihad para ulama, karena hukum-hukum yang masuk dalam tipe ini didasarkan pada dalil zhanni, sehingga perbedaan pendapat antar para mujtahid atau para ulama adalah hal yang lazim, namun meski berbeda pendapat, mereka tetap saling menoleransi satu sama lain, sebab karakter dari dalil zhanni adalah bisa memunculkan banyak pemaknaan dan pemahaman yang berbeda-beda.

Nah, pada aspek inilah kita biasa mendengar ujaran para ahli fikih, “Ra’yuna shawabun wa yahtamilul-khatha’, wa ra’yu ghairina khatha’un yahtamilush-shawab” (pendapat kami benar tapi berkemungkinan salah. Sedang pendapat selain kami salah, tapi berkemungkinan benar).

Pernyataan para ahli fikih tersebut tampak mirip dengan pernyataan tokoh yang ada dalam deskripsi masalah di atas, karena memang pernyataan tokoh itu sebetulnya hanya menyadur perkataan para ulama ahli fikih, sehingga penerapannya pun mesti diletakkan di tempat yang sama, yakni dalam masalah furu’ fikih, atau dalam masalah apapun yang bukan merupakan ajaran agama yang qath’i.

Sebab jika masalah itu sudah qath’i, maka jelas tidak akan ditemukan perbedaan pendapat di kalangan ulama, sebab memang itu bukanlah ruang untuk berijtihad, sebagaimana kesepakatan para ahli fikih dan ahli ushul.

Baca juga: Paham Relativisme Sangsikan Tafsir al-Quran

Baca

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

WAHABISME,MATERIALISME,MAZDAKISME ?

SURGA ITU GAK PENTING!

JIKA SENYUM ITU IBADAH…

APAKAH NABI PERNAH SESAT?

MENYIKAPI DISERTASI KONTROVERSIAL

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Rahmatan Lil Alamin Bukan Toleransi Tanpa Batas RAHMATAN LIL ALAMIN BUKAN TOLERANSI TANPA BATAS
Next Article Konsep Hermenuetika Dalam Tradisi Keilmuan Barat KONSEP HERMENUETIKA DALAM TRADISI KEILMUAN BARAT
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d