Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: PESONA BUKIT GEGER MADURA
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Liputan » PESONA BUKIT GEGER MADURA
JelajahLiputan

PESONA BUKIT GEGER MADURA

Redaksi
Last updated: 17 Desember 2022 10:21 am
Redaksi
Share
7 Min Read
pesona bukit geger madura
pesona bukit geger madura
SHARE

Paket Komplit Destinasi Wisata Religi Anda!

Udara panas nan menyengat khas pulau Madura, seketika lenyap kala memasuki area bukit. Sepanjang ruas jalan, tanjakan demi tanjakan dengan lekukan eksotis tikungan mungil, diapit puluhan pohon rindang yang menyembur udara segar. Suasana alam begitu asri, sejuk sekali merasuk hati. Setelah menelusuri tubuh jalan berbintik gundukan (polisi tidur) kurang-lebih dua menit, tibalah di pintu masuk bukit. Tak ada gapura. Tak ada papan nama. Hanya tertulis “Bukit Geger” pada dipan kecil ala kadarnya. Dari bibir bukit, untaian ratusan anak tangga menjulang angkasa. Pohon belukar tak beraturan dibelah anak tangga yang berbaring manja. Panorama menakjubkan ini sedikit menghibur jerih-letih jemari kaki menyusuri ratusan tubuh anak tangga.

Secara geografis, Bukit Geger berada di kecamatan Geger, kabupaten Bangkalan, Madura. Akses menuju bukit ini cukup mudah. Letak bukit yang berada tepat di pinggir jalan raya memudahkan pengunjung sampai ke lokasi. Bagi Anda wisatawan luar Madura, dari Jembatan Suramadu Anda bisa memilih jalur ke arah kabupaten Sampang. Dalam perjalanan ini Anda akan melewati dua pasar tradisional, yakni pasar Patemon dan pasar Tanah Merah. Tepat sekitar 1 Km dari Pasar Tanah Merah, Anda belok ke arah kiri kemudian lurus terus sekitar 20 Km hingga akhirnya sampai di pinggir bukit.

Bukit yang oleh penduduk lokal disebut “Ghunong Gheggher” ini menawarkan sejuta pesona. Di atas bukit, wisatawan langsung disambut hamparan hutan Mahoni seluas 44 Hektar. Udara di atas bukit yang masih sangat segar, suasanya yang begitu asri, ditambah pemandangan indah yang masih alami benar-benar akan memanjakan mata pengunjung. Sambil mengayun kaki melewati jalan berbatako menuju makam mulia, pengunjung bisa menikmati keindahan pohon Mahoni yang menjulang tinggi dan berjejer rapi. Sensasi alam luar biasa ini sangat cocok untuk merelaksasi pikiran dari penat rutinitas sehari-hari. Rasa tentram dan damai yang berpadu satu menciptakan suasana hening nan sunyi.

Baca Juga: BUKTI AKULTURASI ISLAM DI TANAH CIREBON

Jalan setapak di hamparan hutan Mahoni memang membentang indah menuju sebuah makam mulia. Makam inilah magnet kuat masyarakat setempat berbondong-bondong menyunjungi bukit Geger. Makam ini milik seorang syekh mulia keturunan Arab yang mempunyai putra legendaris Madura, Jokotole. Beliau adalah Syekh Ali Abu Nuhas atau biasa warga sekitar sebut Syekh Adi Poday. Konon, beliau adalah seorang Syekh kharismatik asal Sumenep. Beliau berimigrasi dari negeri Arab ke Sumenep untuk menyebarkan agama Islam. Menurut cerita yang disampaikan oleh juru kunci Bhujuk Gheggher, Ust. Rosi, Syekh Adi Poday adalah tokoh agamis yang sebagaimana lazimnya orang-orang dulu, senang bersemedi dan bermeditasi.

Syekh Adi Poday bersemedi di bukit Geger sampai ajal menjemput. Beliau wafat tanpa seorangpun mengetahui. Akibatnya jasad mulia beliau tidak terurus dan terbengkalai begitu saja. Setelah beliau wafat, musibah dahsyat menimpa bumi Geger. Kemarau panjang menyapa. Bertahun-tahun air hujan tak setetespun turun membasahi tanah. Suatu hari seorang tokoh masyarakat bermimpi melihat cahaya terang dari atas bukit. Tokoh itupun menyelidiki sumber kemilau cahaya. Ia pun menaiki bukit dan didapatinya gerombolan burung bersiul bersamaan. Burung itu terbang diam mengepak-epak sayap di atas gundukan yang ditumbuhi rumput hijau. Alangkah kaget sang tokoh saat mendekat dan menyibak rumput. Ditemuinya jasad utuh yang sudah lama meninggal dunia. Jasad itupun kemudian dikebumikan secara terhormat. Setelah itu langsung turun hujan dengan lebatnya.

Baca Juga: MAKAM RUJUKAN PEJABAT NEGARA DI IBU KOTA

Sementara itu, pada sisi bukit yang lain, tepatnya di bagian barat, ada dataran yang tak kalah indah pesonanya dan tak kalah bersejarah tempatnya. Konon dataran itu adalah cikal-bakal munculnya pulau Madura. Menurut legenda rakyat sebagaimana informasi dari juru kunci Ghunong Gheggher, suatu hari seorang putri bernama Dewi Ratna Roro Gung (Potre Koneng) diusir ayahnya karena hamil di luar nikah. Sang ayah murka besar. Dewi Ratna Roro Gung kemudian disidang dan diputuskan hukuman mati. Adipati kerajaan ditunjuk sebagai eksekutor. Namun anehnya, ketika sang Adipati menghunus pedang ke tubuh Dewi Ratna, pedang itu justru menjauh dari badannya. Kejadian itu membuat Adipati mulai percaya dengan pengakuan Dewi Ratna bahwa ia tidak pernah berhubungan badan dengan laki-laki manapun. Akhirnya ia membuat perahu kecil, lalu Dewi Ratna dihanyutkan ke laut mengikuti arus ombak. Setelah terombang-ambing beberapa lama, Dewi Ratna menepi di sebuah dataran. Dataranan inilah yang sekarang menjadi wisata bukit Geger.

Terlepas cerita rakyat ini sekadar isapan jempol atau fakta, panorama eksotis pulau Madura tertata indah dari atas bukit bagian ini. Hamparan hijau pepohonan dengan hiasan sawah berhektar-hektar tampak jelas dari titik ini. Perpaduan langit membiru di angkasa dengan hijau rindang pepohonan di bumi raya menyuguhkan panorama anggun pulau Madura. Dari atas bukit ini pula, lautan yang menyelimuti Madura terlihat tenang mengelilingi daratan.

Baca Juga: HABIB KUNCUNG MAKAM MISTERIUS YANG RAMAI DIKUNJUNGI

Pemandangan eksotis kian menggoda kala matahari mulai mendekati peraduan. Langit memerah dengan kilauan cahaya mentari yang mulai redup menciptakan suasana sunset yang sayang sekali dilewatkan. Apalagi bongkahan batu granet mencekung dan membentuk tempat duduk semakin memanjakan pengunjung berlama-lama di sana. Anginnya yang sopai mendayu, udaranya yang sejuk-segar, suasananya yang sunyi-tentram, dan pemandangan eksotisnya yang anggun benar-benar luar biasa.

Di bukit ini pula ada beberapa gua mungil bersejarah, di antaranya Gua Petapan, gua bekas tempat bertapa Syekh Adi poday, Gua Potre, gua bekas pertapaan Potre Koneng dan Gua Pelanangan, gua unik yang mempunyai stalaktit mirip kelamin pria. Konon tetesan air dari stalaktit unik ini jika diminum dipercaya bisa menambah daya vitalitas seksualitas kaum pria, sekaligus menyembuhkan penyakit mandul kaum Adam.

Jika Anda berkunjung ke bukit ini, jangan kaget kalau banyak monyet liar menyambut Anda. Sebab, meskipun monyet itu liar, sama sekali tidak mengganggu pengunjung. Justru kehadiran monyet-monyet itu kian menegaskan suasana alam asri khas hutan dan pegunungan. Bagaimana sekarang, sayang bukan melewati satu destinasi yang menawarkan paket komplit. Mengunjungi bukit Geger, Anda akan mendapat sensasi indah hutan Mahoni, pemandangan alam asri khas pegunungan dan tentunya ziarah makam mulia. Selamat mengunjungi!

Saharudin Yusuf/Sidogiri

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

INSPIRASI MELAWAN NAFSU

MERAIH BERKAH DENGAN SALAM (III/HABIS)

LENYAPNYA MITOS KEDIGDAYAAN TARTAR

MEMBINA UKHUWAH ADALAH IBADAH

HUMANISME DAN TOLERANSI, JANGAN DISALAH PAHAMI!

TAGGED:Majalah sidogiripesona bukit geger maduraSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article obat alami syar'i dan mujarrab PENGOBATAN ALAMI DAN SYAR’I (1)
Next Article uighur dan problem islam UIGHUR DAN PROBLEM DUNIA ISLAM
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d