Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: KIAI SHALEH DARAT AS-SAMARANI, GURU AGUNG ULAMA JAWA
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Dunia Islam » Rijaluddin » KIAI SHALEH DARAT AS-SAMARANI, GURU AGUNG ULAMA JAWA
Rijaluddin

KIAI SHALEH DARAT AS-SAMARANI, GURU AGUNG ULAMA JAWA

Khoiril Umam
Last updated: 22 Juni 2021 4:36 pm
Khoiril Umam
Share
6 Min Read
Kiai Shaleh darat As-samarani
Kiai Shaleh darat As-samarani
SHARE

Lahir dengan nama Muhammad Shaleh bin Umar sekitar tahun 1235 H/ 1820 M di Kedung Cumpleng (Jepara) dan wafat pada hari Jum’at 29 Ramadhan 1321 H/ 18 Desember 1903 M di Kampung Mlayu Darat, pesisir pantai Semarang. Penyematan nama “Darat” di dapat setelah berkeluarga dan menetap di kampung Darat. Saat ini kampung Darat masuk wilayah Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara.

Keluarga Kiai Shaleh Darat pindah ke Semarang karena panggilan tugas. Ayah beliau, Kiai Umar asal Mayong (Jepara) adalah ulama kepercayaan Pangeran Diponegoro (w. 1855 M). Kiai Umar diamanahi mengamankan basis perjuangan di wilayah Pantai Utara Pulau Jawa, meski tidak banyak data sejarah yang menampilkan fakta demikian.

Posisi Kiai Shaleh Darat sebagai putra dari sahabat terpenting Pangeran Diponegoro—pemimpin perang terbesar dalam sejarah Pulau Jawa—membuatnya terbiasa bergaul dengan tokoh-tokoh pejuang sejak masa belia. Saat Perang Jawa meletus tahun 1825 M, Kiai Shaleh Darat masih berusia 5 tahun. Paling tidak, pengalaman inilah yang awal mula membangun karakter pejuang dalam diri beliau dikemudian hari.

Muda Bersemangat Kiai Shaleh Darat merupakan santri cerdas dengan kemauan yang tinggi. Setelah mendapat pengajaran al-Quran dan ilmu-ilmu dasar dari ayah beliau sendiri, Muhammad Shaleh muda dikirim ke pesantren-pesantren untuk tafaqquh fid-dîn kepada beberapa ulama besar di Jawa Tengah. Hebatnya, di usia antara 5-15 tahun atau sebelum ke Makkah, beliau sudah terbiasa mengkaji kitab-kitab besar.

Sanad keilmuan Kiai Shaleh Darat tertulis dalam karangannya, Mursyîdul-Wajîz fi ‘Ilmil-Qur’ân al-‘Azîz. Dalam pengantar (muqaddimah) kitab, beliau menyebut pernah belajar ilmu alat (Nahwu-Sharraf) pada KH Ishaq Damaran; ilmu falak pada KH Abdillah Muhammad al-Hadi bin Baquni; mengaji Fathul-Qarîb, Fathul-Wahhâb, MinhâjulQawîm dan Syarhul-Khathîb pada KH Muhammad Syahid; Sittîna Mas’alah pada KH Abdul Ghani Bima; Jauharut-Tauhîd dan Minhâjul-‘Âbidîn pada Sayid Ahmad Bafaqih Ba’alawi; Tafsîrul-Jalâlain pada KHR Muhammad Shaleh bin Asnawi Kudus.

Semangat keilmuan Kiai Shaleh Darat makin terpacu tatkala diajak berhijrah ke Makkah (sekitar tahun 1835 M) oleh sang ayah. Yang tercatat, beliau pernah mengaji Ummul-Barâhîn pada Syekh Muhammad al-Muqri; Syarhul-Khathîb dan Alfiyah Ibnu Mâlik pada Syekh Sulaiman Hasbullah; Syarhul-Hikam pada Syekh Nahrawi al-Mishri; Ihyâ Ulûmiddîn pada Sayid Ahmad bin Zaini Dahlan dan Sayid Shaleh az-Zawawi; Fathul-Wahhâb pada Syekh Umar bin Barakat asySyami; Syarhut-Tahrîr pada Syekh Yusuf Sumbulawi al-Mishri.

Di Haramain, Kiai Shaleh Darat bermukim hingga tahun 1880 M, artinya kurang lebih 40 tahun beliau berada disana. Selain dengan ulama Arab, beliau juga akrab dengan ulama sesama Pulau Jawa, seperti Syekh Nawawi al-Banteni (w. 1897 M); Syekh Mahfudz at-Turmusi (w. 1920 M); Syekh Muhammad Amrullah, kakek Prof Dr Hamka (w. 1909 M); dan Syaichuna Muhammad Chalil bin Abdul Lathif, Bangkalan (w. 1923 M).

Dakwah Brilian

Satu mentode dakwah paling brilian yang diterapkan Kiai Shaleh Darat pasca kepulangannya ke tanah air ialah menulis beberapa risalah ilmu menggunakan aksara Arab Pegon. Sebenarnya, ada alasan kuat mengapa beliau menerapkan strategi dakwah bil-qalam bercorak demikian. Diantaranya, untuk memudahkan pembelajaran pada masyarakat awam yang lumrahnya tidak bisa membaca aksara Arab.

Intervensi Pemerintah Belanda pada masa itu juga keterlaluan. Pemerintah melarang keras penerjamahan alQuran ke dalam aksara Jawa dan Latin, sehingga menyulitkan pribumi Muslim belajar memaham agamanya sendiri. Dengan strategi penulisan ala Arab Pegon—yang bukan aksara Jawa atau Latin—Kiai Shaleh Darat tidak perlu khawatir diinterogasi pemerintah dalam menyebarkan ilmunya.

Kiai Shaleh Darat kemudian mempelopori tafsir al-Quran edisi Arab Pegon. Karya pertamanya berjudul Faidhur-Rahmân fi Tarjamati Tafsîri Kalâmil-Maliki ad-Dayyân (dari Surah al-Fatihah sampai Surah an-Nisa’). Dalam penulisan kitab ini, beliau merujuk pada Tafsîrul-Jalâlain, Tafsîrul-Kabîr, LubâbutTa’wîl hingga tafsir-nya Imam al-Ghazali. Dan masih banyak lagi karya-karya lainnya.

Konon, RA Kartini begitu senang belajar Islam dan menuliskan buah pemikirannya dalam buku fenomenal Habis Terang Terbitlah Terang (versi Belanda: Door Duisternis Tot Licht) karena terinspirasi oleh QS al-Baqarah [2]: 257, setelah intens mengkaji kitab tafsir karangan Kiai Shaleh Darat yang dihadiahkan saat resepsi pernikahannya.

Kiprah dan Pengabdian

Dakwah Kiai Shaleh Darat tidak hanya terpusat di Desa Darat, tapi merata ke seluruh wilayah Semarang. Berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya, yang kebanyakan merupakan kediaman murid-murid beliau sendiri. Alasan inilah mengapa sosok Kiai Shaleh Darat begitu terkenal di wilayah pesisir utara Pulau Jawa.

Satu hal lagi yang luput dari pantauan para sejarawan, bahwa pesantren Kiai Shaleh Darat kala itu menjadi tempat transit para pelajar yang hendak melanjutkan studi pendidikannya ke Haramain. Selain juga untuk mengasah kemampuan berbahasa Arab dan pemahaman ilmu, sehingga sudah tertempa sejak sebelum berangkat.

KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), KH Dahlan Termas (adik kandung Syekh Mahfudz at-Turmusi), KH Munawwir (Krapyak, Yogyakarta) dan KH Nahrawi Dalhar (Watucongol, Muntilan) adalah sebagian di antara nama-nama ulama besar yang berhasil di gembleng oleh tangan barakah Kiai Shaleh Darat sebelum diberangkatkan ke tanah suci.

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

ULAMA DUNIA PEMERHATI SEJARAH

IBNU HAJAR AL-‘ASQALANI: PENULIS KITAB KOMENTAR IMAM AL-BUKHARI

MUJADDID ABAD KE TUJUH DENGAN SERIBU KEKERAMATAN

IBNU HISYAM AL-ANSHARI, PAKAR BAHASA SEKELAS IMAM SIBAWAIH

AL-HAFIDZ AL-MUJADDID SAYID MUHAMMAD MURTADHA AZ-ZABIDI, PAKAR HADIS DAN BAHASA ARAB DARI ASIA SELATAN

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Menelusuri Jejak Tersebarnya Islam di Bumi cendrawasih MENELUSURI JEJAK TERSEBARNYA ISLAM DI BUMI CINDERAWASIH (2-HABIS)
Next Article Madiun Affaris; Pemberontakan PKI MADIUN AFFAIRS: PEMBERONTAKAN PKI JILID II
1 Comment 1 Comment
  • Redaksi berkata:
    3 Juli 2021 pukul 2:01 am

    5

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d