Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: KEMBALILAH PADA JANTUNG SALAF
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Utama » Wawancara » KEMBALILAH PADA JANTUNG SALAF
Wawancara

KEMBALILAH PADA JANTUNG SALAF

Khoiril Umam
Last updated: 20 Juni 2021 1:59 pm
Khoiril Umam
Share
3 Min Read
Kembalilah Pada Jantung Salaf
Kembalilah Pada Jantung Salaf
SHARE

Membawa tema ‘Merosotnya marwah tokoh-tokoh NU’, kami mewawancarai salah satu Mustasyar Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), ulama tertua dan paling dituakan di Indonesia. Jumat (28/02) kami berangkat ke Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang. Lewat salah satu khadim Mbah Maimun -sapaan akrab beliau- yang sudah kami hubungi sebelumnya, kami berhasil mewawancarai ulama yang kini usianya sudah menyentuh angka 92 tahun Hijriyah. Karena hal itu pula, kami diingatkan agar sesi wawancara tidak terlalu lama, mengingat kondisi kesehatan beliau yang perlu terus dijaga. Nah, bagaimana sebenarnya Nahdlatul Ulama, serta sikap bijaksana kita sebagai keluarga besar jamiyah diniyah terbesar ini. Ikuti wawancara eksklusif M. Muhsin Bahri dari Sidogiri Media, bersama KH. Maimun Zubair.

Memandang Nahdlatul Ulama sebagai rumah besar Aswaja?

Ya, jangan ke saya itu. Banyak lainnya yang ada di kepengurusan NU.

Injih kiai. Jengengan kan juga di Mustasyar NU Kiai. Kami ingin konsultasi, bagaimana sebenarnya Mbah Hasyim Asyari sangat berwibawa menahkodai Nahdlatul Ulama ini?

Ya, dengan kitab-kitab salaf itu. Ya itu.

Lalu bagaimana sikap bijaksana dalam menjaga NU sekiranya tetap berjalan di khittahnya?

Maksudnya?

Sikap kita sebagai pengurus bagaimana, dan sikap kita sebagai warga nahdliyyin bagaimana?

Ya, mengikuti AD-ART nya, kemudian ya mengikuti khashaish-nya yang sudah jelas, dan kembali pada semua salafunash-shalih itu.

Kalau agar NU tidak pecah-pecah, Kiai?

Ya, memang harus pecah. Ada tangan, ada kaki, ada kepala. Tidak bisa semuanya menjadi tangan. Tidak bisa semuanya menjadi kaki.

Oh, injih harus pecah. Tapi agar tetap satu hati bagaimana, Kiai?

Nah, untuk itu harus kembali pada jantungnya.

Maksud jantungnya, Kiai?

Ya, kembali pada jantung salaf. Kembali pada apa yang sudah dijelaskan oleh para ulama salaf. Kembali pada alQuran, as-Sunnah, ijmak dan qiyas.

Lalu, bagaimana sikap paling bijaksana menghadapi oknum NU yang sudah mulai melenceng dari jalan salaf?

Dengan halus.

Artinya, Kiai?

Ya, Rasulullah sendiri kan sudah mengajarkan. Pada orang munafik saja Rasulullah tidak langsung terang-terangan, nama-nama mereka dirahasiakan oleh beliau.

Tapi kan ada perangnya juga, Kiai?

Iya, tapi perang yang diajarkan Rasulullah kan paling santun, ada aturannya, dan sangat baik.

Seandainya terpaksa kita harus bersikap tegas terhadap oknum yang ingin menghancurkan NU?

Ya, gak bisa dihancurkan.

Tapi bila marwahnya sudah berkurang di kalangan Nahdliyyin, Kiai?

Ya, mereka jadi pemimpin karena punya marwah. Kalau tidak punya, ya tidak jadi pemimpin. Kemudian, rukun iman itu ada berapa?

Ada enam, Kiai!

Nah, seharusnya itu kan cukup ada 5; iman pada Allah, malaikat, kitab-kitab, para rasul dan pada hari akhir. Tapi kenapa ditambah satu, iman kepada Qada dan Qadar Allah? Ya, karena di dunia ini memang banyak hal yang aneh. Dari hal yang aneh itulah kita diperintah iman pada Qada dan Qadar Allah.

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

LURUSKAN PERAYAAN YANG MENYIMPANG

RUU PESANTREN HARUS MENGUATKAN BUKAN MERUNTUHKAN

PENDIDIKAN TEPAT UNTUK GENERASI SELAMAT

PENDIDIKAN UNTUK INDONESIA BERADIL DAN BERADAB SOLUSI

PESANTREN HARUS MENJADI PIONIR

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article RUNTUHNYA KHARISMA ULAMA
Next Article Bahaya Virus Fanatisme BAHAYA VIRUS FANATISME
1 Comment 1 Comment
  • Anonim berkata:
    6 Juni 2021 pukul 1:17 pm

    5

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d