Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: BAHAYA TOPENG IKHTILAF
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Editorial » BAHAYA TOPENG IKHTILAF
Editorial

BAHAYA TOPENG IKHTILAF

Redaksi
Last updated: 13 November 2022 9:25 pm
Redaksi
Share
4 Min Read
ikhtilaf di kalangan ulama
ikhtilaf di kalangan ulama
SHARE

Telah menjadi pengetahuan umum di kalangan umat, bahwa ikhtilaf yang terjadi di kalangan ulama merupakan rahmat bagi umat, karena dengan begitu mereka bisa memilih pendapat yang paling sesuai dengan keadaan mereka, sehingga mereka bisa tetap mengikuti tuntunan agama dalam keadaan apapun.

Akan tetapi perlu diketahui, bahwa ikhtilaf yang merupakan rahmat adalah ikhtilaf ulama dalam bidang Fikih (furu’usy-Syari’ah). Adapun ikhtilaf yang terjadi di dalam ranah akidah justru merupakan petaka bagi umat, dan karena itu umat harus terus berpegangan pada akidah Ahlusunah wal Jamaah, karena di luar itu merupakan akidah-akidah yang sesat dan tak boleh diikuti.

Bahkan dalam Fikih sekalipun, tak semua ikhtilaf boleh diikuti. Ikhtilaf yang boleh diikuti adalah pendapat-pendapat ulama yang berbeda-beda namun tetap memiliki dalil yang kuat dan dianggap muktabar. Adapun pendapat-pendapat pinggiran dengan dalil sangat lemah, yang biasanya ditolak oleh hampir seluruh ulama atau bahkan oleh seluruh ulama, maka itu merupakan ikhtilaf yang tidak muktabar, pendapat asing atau syadz yang tak boleh diikuti, sebab pada hakikatnya itu merupakan pendapat yang salah.

Ibrahim bin Abi ‘Ablah, salah satu guru Imam Malik berkata, “Barangsiapa yang mengambil pendapat syadz-nya para ulama, maka ia telah membawa keburukan yang banyak.” Dalam riwayat lain seperti dinukil al-Imam Muhammad Zahid al-Kautsari, menggunakan ungkapan, “Barangsiapa yang mengikuti pendapat syadz-nya ulama, maka ia telah tersesat.” Dan betapa banyak ulama memberikan pernyataan yang sama dengan redaksi yang berbeda-beda.

Itulah sebabnya, ulama masih menafsiri pernyataan Imam Sufyan ats-Tsauri berikut, “Jika Anda melihat orang melakukan perbuatan yang mukhtalaf fih (diperselisihkan hukumnya) sedang Anda berpendapat berbeda dengan orang itu, maka janganlah Anda melarangnya.” Ulama menjelaskan, bahwa yang dimaksud di situ adalah ikhtilaf yang muktabar dan sudah dilakukan oleh banyak ulama. Adapun ikhtilaf yang jarang dan syadz, maka kita tidak boleh diam terhadap pelakunya, dan harus melarangnya.

Hal di atas penting diutarakan, sebab pada saat ini sangat mudah kita jumpai orang-orang yang bertopeng di balik ikhtilaf, terkait persoalan-persoalan kontroversial yang sering terjadi belakangan ini. Misalnya, masalah orang Islam yang membawa tumpeng ke gereja dan dihaturkan kepada para pendeta yang tengah melakukan kebaktian di dalamnya. Terhadap kasus seperti itu, sebagian orang (mungkin saja mantan santri) mengatakan, “Sudahlah, kita tidak perlu mengkritisi perbuatan itu, toh juga ada ulama yang memperbolehkannya…”

Terhadap pernyataan seperti itu, kita harus berhati-hati, terlebih di dalam persoalan yang ada kaitannya dengan akidah. Sebab belakangan ini, paham pluralisme agama sedang gencar-gencarnya dipropagandakan, dan orang yang tidak sepakat dengan paham itu dicap sebagai intoleran, radikal, dan tidak loyal terhadap NKRI. Itulah sebabnya kenapa belakangan sebagian kalangan dari umat Islam sangat sering mengadakan acara di gereja, baik dalam rangka doa bersama, nyanyi bersama, dan makan bersama di dalamnya.

Perhatikanlah pernyataan al-Imam Abu Bakar al-Ajurri perihal orang yang menganggap bolehnya alat permainan yang diharamkan, dengan berdalih karena sebagian ulama ada yang memainkannya. Beliau mengatakan, “Itu adalah perkataan orang yang mengikuti hawa nafsunya dan meninggalkan ilmu. Karena jika seorang yang dianggap berilmu melakukan kesalahan, maka kita tak boleh mengikuti dia dalam kesalahannya itu. Kita sudah diwanti-wanti untuk menjauhi kesalahan yang dilakukan oleh seorang ulama.”

Jika soal alat permainan saja ulama perlu mewanti-wanti seperti itu, maka bagaimana dengan persoalan membawa tumpeng ke dalam gereja ini?

Moh. Achyat Ahmad/sidogiri

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

LEGALITAS DEMONSTRASI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

BACK TO TA’LÎMUL-MUTA’LLIM

MASIH BINGUNG, NIKAH SAJA!

MANFAAT BUAH DELIMA YANG LUAR BIASA

HAJI DAN RISALAH PERADABAN

TAGGED:ikhtilaf di kalangan ulamaMedia PesantrenMedia SidogiriSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article muslimah zikir dan lillah MUSLIMAH DALAM LAUTAN ZIKIR DAN LILLAH
Next Article moderat islam BOLA LIAR ISLAM MODERAT
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d