Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: AGAMA ATURAN IRASIONAL?
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Tabayun » AGAMA ATURAN IRASIONAL?
Tabayun

AGAMA ATURAN IRASIONAL?

Khoiril Umam
Last updated: 20 Maret 2022 9:41 pm
Khoiril Umam
Share
4 Min Read
Agama Aturan Irasional
Agama Aturan Irasional
SHARE

Belakangan ini, seorang yang dianggap ahli fi lsafat sedang menjadi fenomena, di mana ucapan-ucapannya digandrungi oleh banyak orang, termasuk oleh umat Islam. Namun sebagai orang non-Muslim (sebagian menyebutnya atheis) ia kerap melontarkan kata-kata kontroversial. Di antaranya, ia pernah berkata, “Bagi saya, demokrasi adalah permainan untuk orang-orang yang rasional, dan agama adalah aturan untuk orang-orang yang irasional.”

Sebagai orang Islam, bagaimana mestinya kita menanggapi perkataan itu dan yang semacamnya?

Jawaban

Sekilas, pernyataan di atas membangun asumsi bahwa ajaran-ajaran agama itu bukan wilayah akal, dan bahwa untuk taat pada aturan-aturan agama, kita tak perlu mengetahui alasan-alasan rasionalnya. Namun dari sisi lain, pernyataan bahwa “agama adalah aturan untuk orang-orang yang irasional” tampak merupakan cemoohan terhadap orang-orang yang beragama secara umum.

Jika kesimpulan pemahaman tersebut dilihat dari sudut pandang Islam, maka penting untuk dijelaskan poin-poin berikut:

Pertama, bahwa Islam sangat memuliakan akal, dan bahwa dalam Islam, akal dan keyakinan tidaklah terpisahkan. Salah satu gambarannya adalah, bahwa menurut para ulama Ahlusunah wal-Jamaah, hal pertama yang diwajibkan bagi orang mukalaf adalah mengetahui Allah (ma‘rifatullah), sedangkan jalan ma‘rifatullah itu adalah melalui nazhar, yakni mengerahkan daya pikir (akal) terhadap ayat-ayat Allah, baik berupa al-Quran maupun ayat-ayat kauniah yang berupa alam semesta.

Jadi, dalam Islam, ketika untuk pertama kalinya seseorang bersentuhan dengan agama dan keyakinan (Islam), maka sejak saat itu pulalah ia juga bersentuhan langsung dengan akal. Bahkan akal dan ikhtiyar merupakan tambatan taklif (manathut-taklif), dalam arti jika seseorang tidak mempunyai akal dan potensi ikhtiarnya hilang, maka perbuatan apapun yang dilakukannya tidak memiliki konsekuensi apapun, baik pahala maupun dosa. Contohnya seperti orang gila atau orang yang dipaksa. Jadi sangat jelas, betapa eratnya hubungan akal dan agama Islam hingga sama sekali tak terpisahkan.

Kedua, hukum-hukum dalam Islam kebanyakan bersifat ta’aqquli yang alasan rasionalnya bisa dipahami oleh akal, dan hanya sebagian kecil saja yang berupa ta’abbudi sehingga tidak bisa dipahami oleh akal, karena memang akal bukan satu-satunya sarana untuk mengetahui sesuatu.

Al-Imam al-Ghazali mengatakan, bahwa potensi-potensi dalam diri manusia itu berkembang. Awalnya ia lahir tanpa potensi apapun, kemudian ia diberi potensi indera peraba, lalu indera penglihatan, lalu indera pendengar, lalu potensi tamyiz (bisa membedakan satu hal dengan hal lain), kemudian baru muncul potensi akal. Namun akal bukan puncak potensi, karena masih ada potensi lain setelah itu, sehingga tak setiap orang berakal bisa menjangkaunya, seperti ilham dan wahyu.

Dan, yang perlu diketahui di sini adalah, masing-masing potensi ini berdiri sendiri, sehingga suatu potensi tak bisa menangkap objek yang hanya diperuntukkan bagi potensi lain. Misal, indera peraba tidak bisa menangkap warna sebagaimana indera penglihatan. Begitu pula indera penglihatan tak bisa merasakan manis, asam atau asin sebagaimana indera perasa. Maka menafikan adanya wahyu karena ia tak bisa dijangkau oleh akal, sama halnya dengan orang buta menafikan adanya warna karena ia tak bisa dijangkau oleh indera perabanya.

Baca juga: Berfikir Rasional Diperlukan Agar Tak terjebak panik

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

MENYIKAPI DISERTASI KONTROVERSIAL

CARA ELEGAN AL-GHAZALI DALAM MENASEHATI PEMERINTAH

PEMIMPIN BARU, SUASANA BARU?

AGAMA ITU BERNAMA HUMANISME

PENGOBATAN ALAMI DAN SYAR’I

TAGGED:https://nu.or.id/nasional/berpikir-rasional-diperlukan-agar-tak-terjebak-panik-dF1heSidogiri MediaSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Pantangan Utama Generasi Baru PANTANGAN UTAMA GENERASI BARU
Next Article Dua Jumatan Dalam Satu Desa DUA JUMATAN DALAM SATU DESA
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d